<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501</id><updated>2011-11-09T08:03:59.266+07:00</updated><title type='text'>Catatan si Rizal</title><subtitle type='html'>Memuat artikel yang memotivasi dan membangkitkan semangat serta perenungan hidup</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>146</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-8581850353079909516</id><published>2010-06-17T10:08:00.000+07:00</published><updated>2010-06-17T10:08:10.887+07:00</updated><title type='text'>Mendaur Ulang Belief : Membangun Logika Sukses dari Belief Negatif</title><content type='html'>Pernahkah Anda mendengar seseorang mengatakan “Hmmm tampaknya saya tak mampu menjadi agen asuransi yang baik, buktinya sudah dua bulan ini target tak tercapai” atau mungkin sebagai orangtua Anda pernah mengatakan dalam hati “Ahh, mendidik anak memang sulit, buktinya mereka sulit sekali menurut sama saya tapi kalau sama orang lain lebih menurut” dan masih banyak belief negatif lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua belief negatif tadi seakan-akan sangat logis karena didukung oleh serangkaian bukti nyata yang memperkuat hal tersebut. Dan begitu kita meyakinkan diri kita dengan serangkaian fakta tersebut maka hal tersebut menjadi sebuah program yang makin memperkuat belief negatif kita. Belief tersebut menancap makin dalam di pikiran bawah sadar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu pertanyaan yang akan menggelitik kita semua : jika pikiran bawah sadar kita bisa diyakinkan menerima belief negatif dengan sebuah fakta nyata yang logis mungkinkah kita melakukan hal yang sama untuk belief positif?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya tentu bisa ! Bagaimana caranya? Sederhana saja. Kita tinggal mengurutkan proses logika berpikir kita dan kemudian dengan kekuatan self talk yang terjadi selama proses mengurutkan belief tersebut maka kita akan menembus homeostasis dan psikosklerosis perlahan namun pasti (baca artikel sebelumnya) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci sukses untuk melakukan hal ini adalah menuliskannya dengan sungguh-sungguh dan bekerja dengan kejernihan pikiran. Tuliskan saja apa yang muncul di pikiran dalam satu kalimat singkat dan padat dan ikuti saja langkahnya. Saya sering menggunakan teknik ini untuk membantu diri saya sendiri dan ratusan anak beserta orangtuanya dengan sukses dalam ruang terapi maupun dalam sebuah pelatihan. Tentunya settingnya agak berbeda sedikit jika saya melakukannya dalam ruang terapi namun intinya tetaplah sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik marilah kita mulai 7 langkah super membangun logika sukses dari belief negatif agar menjadi roket pendorong sukses.&lt;br /&gt;Langkah 1 : Tuliskan satu impian Anda yang penting dan bayangkan impian tersebut telah tercapai. Tuliskan bagaimana perasaan Anda saat membayangkan impian tersebut telah tercapai.&lt;br /&gt;Contoh : saya merasa berharga dan gembira luar biasa dengan keberhasilan saya menjadi seorang terapis keluarga&lt;br /&gt;Sekarang giliran Anda : Saya merasa …………………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 2 : Nyatakan keinginan terdalam Anda berkaitan dengan impian tersebut&lt;br /&gt;Contoh : saya memiliki keinginan terdalam untuk membantu banyak keluarga menjadi lebih baik dengan apa yang saya alami dan pelajari&lt;br /&gt;Sekarang giliran Anda : saya memiliki keinginan terdalam untuk …………………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 3 : Nyatakan belief negatif yang Anda rasaka menghambat dalam kaitannya untuk mencapai impian tersebut&lt;br /&gt;Contoh : Belief negatif yang menghambat saya adalah pekerjaan itu menyita waktu saya dengan keluarga&lt;br /&gt;Sekarang giliran Anda : Belief negatif yang menghambat saya adalah ……………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 4 : Nyatakan lawan dari belief negatif yang tertulis di langkah 3&lt;br /&gt;Contoh : Keluarga saya ingin saya bahagia dan mendukung saya mencapai impian saya&lt;br /&gt;Sekarang giliran Anda : ……………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 5 : Nyatakan apa yang membuat Anda merasakan hidup ini akan terisi penuh. Inilah yang akan menjadi tujuan Anda&lt;br /&gt;Contoh : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya membuat sebuah pelatihan sistematis untuk mengajarkan bagaimana membangun keluarga yang sukses, bahagia dan makmur jasmani dan rohani&lt;br /&gt;Sekarang giliran Anda : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya ……………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 6 : Nyatakan fakta yang tak bisa dipungkiri yang mendukung tujuan Anda&lt;br /&gt;Contoh : Suatu fakta nyata bahwa banyak keluarga tak bahagia karena permasalahan yang mereka hadapi yang membutuhkan bantuan agar menjadi lebih baik&lt;br /&gt;Sekarang giliran Anda : Suatu fakta nyata bahwa ………………………………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah 7 : Inilah langkah penutup yang membangun logika baru untuk hidup Anda. Langkah ini membuat Anda telah menentukan suatu alur baru dalam kehidupan. Dan begitu sebuah alur baru dibuat dalam pikiran bawah sadar maka ia akan mewujudkannya. Tuliskan alur baru kehidupan Anda dengan mengikuti format berikut :&lt;br /&gt;Jika : Saya memiliki keinginan terdalam untuk ………………(ambil pernyataan di Langkah 2)&lt;br /&gt;Dan : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya …………. (ambil pernyataan di Langkah 5)&lt;br /&gt;Dan : Adalah suatu fakta nyata bahwa ……………… (ambil pernyataan di Langkah 6)&lt;br /&gt;Maka: Adalah sangat masuk akal jika ………………. (ambil pernyataan di Langkah 4)&lt;br /&gt;Kesimpulan ……………………………………….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika menggunakan contoh di atas maka logikanya menjadi sebagai berikut :&lt;br /&gt;Jika : Saya memiliki keinginan terdalam untuk membantu banyak keluarga menjadi lebih baik dengan apa yang saya alami dan pelajari&lt;br /&gt;Dan : Saya merasa hidup ini akan terisi penuh saat saya membuat sebuah pelatihan sistematis untuk mengajarkan bagaimana membangun keluarga yang sukses, bahagia dan makmur jasmani dan rohani&lt;br /&gt;Dan : Adalah suatu fakta nyata bahwa banyak keluarga tak bahagia karena permasalahan yang mereka hadapi yang membutuhkan bantuan agar menjadi lebih baik&lt;br /&gt;Maka: Adalah sangat masuk akal jika keluarga saya ingin saya bahagia dan mendukung saya mencapai impian saya&lt;br /&gt;Kesimpulan : Saya memiliki apapun yang perlukan untuk mewujudkan impian saya termasuk juga keluarga yang mendukung penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah jelas? Mudah bukan? Saya harap semuanya menjadi sangat jelas karena saya berusaha menuliskan apa yang saya lakukan dalam sesi terapi dan konseling sedetail mungkin walaupun bahasa tubuh ketika saya menanyakan hal tersebut pada klien tak bisa saya gambarkan dengan hidup di sini. Namun saya percaya bahwa jika Anda melakukannya dengan sungguh-sungguh maka Anda akan mencapai suatu pencerahan baru dalam satu bagian hidup Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih telah mengijinkan saya menjadi satu bagian dari kesuksesan, kebahagiaan dan kemakmuran hidup Anda. Saya ikut merasakan kebahagiaan Anda.&lt;br /&gt;Salam hangat penuh cinta untuk Anda sekeluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by www.ariesandi.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-8581850353079909516?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/8581850353079909516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=8581850353079909516' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8581850353079909516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8581850353079909516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/06/mendaur-ulang-belief-membangun-logika.html' title='Mendaur Ulang Belief : Membangun Logika Sukses dari Belief Negatif'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5623102561586480864</id><published>2010-06-16T15:20:00.002+07:00</published><updated>2010-06-16T15:21:35.789+07:00</updated><title type='text'>Kekuatan Berpikir Positif</title><content type='html'>Kekuatan Berpikir Positif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak&lt;br /&gt;ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk&lt;br /&gt;datang ke kantornya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi,” kata pria itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah&lt;br /&gt;kehilangan hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norman Vincent Peale, penulis buku “The Power of Positive Thinking”, tersenyum&lt;br /&gt;penuh simpati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari kita pelajari keadaan anda,” katanya Norman dengan lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat&lt;br /&gt;di tengah-tengah halaman. Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu&lt;br /&gt;menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. Sedangkan pada kolom kanan,&lt;br /&gt;ia menulis apa-apa yang masih tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan,” kata pria itu tetap dalam&lt;br /&gt;kesedihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku sudah tak punya apa-apa lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?” tanya Norman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku! “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu bagus sekali,” sahut Norman penuh antusias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan “Istri yang amat&lt;br /&gt;mencintai”. Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan “Anak-anak tidak berada dalam&lt;br /&gt;penjara.” kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.Setelah beberapa&lt;br /&gt;pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud&lt;br /&gt;Norman dan tertawa pada diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir&lt;br /&gt;dengan cara seperti itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan.&lt;br /&gt;Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas di pikiran,&lt;br /&gt;duniapun akan terjungkir balik…….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Norman Vincent Peale&lt;br /&gt;Penulis buku The Power of Positive Thinking&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : Tomy Diamond in Faith&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5623102561586480864?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5623102561586480864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5623102561586480864' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5623102561586480864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5623102561586480864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/06/kekuatan-berpikir-positif.html' title='Kekuatan Berpikir Positif'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7601355696868206322</id><published>2010-06-16T15:10:00.000+07:00</published><updated>2010-06-16T15:12:15.843+07:00</updated><title type='text'>Penjara Pikiran</title><content type='html'>Penjara Pikiran&lt;br /&gt;Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar&lt;br /&gt;dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati&lt;br /&gt;kebebasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang&lt;br /&gt;itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan penasaran dia bertanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,padahal kita tidak&lt;br /&gt;jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan&lt;br /&gt;pertanyaan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti&lt;br /&gt;bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah&lt;br /&gt;membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam&lt;br /&gt;bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama&lt;br /&gt;dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma masa lalu,&lt;br /&gt;kegagalan beruntun, perkataan teman,tradisi, dan semua itu membuat kita&lt;br /&gt;terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa&lt;br /&gt;berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu?&lt;br /&gt;Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada&lt;br /&gt;mempercayai diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang&lt;br /&gt;terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas&lt;br /&gt;jika ada “sesuatu” yang mengikat kaki nya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya&lt;br /&gt;seutas tali kecil…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa&lt;br /&gt;yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif&lt;br /&gt;yang ingin kita capai. Sakit memang, lelah memang,tapi jika kita sudah sampai di&lt;br /&gt;puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan kita&lt;br /&gt;akan lebih baik kalau kita hidup dengan cara hidup pilihan kita sendiri, bukan&lt;br /&gt;dengan cara yang di pilihkan orang lain untuk kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;copy paste dari : Tomy Diamond in Faith&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7601355696868206322?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7601355696868206322/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7601355696868206322' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7601355696868206322'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7601355696868206322'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/06/penjara-pikiran.html' title='Penjara Pikiran'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-8021242592599731324</id><published>2010-06-01T19:55:00.000+07:00</published><updated>2010-06-01T19:57:26.828+07:00</updated><title type='text'>Berbagi pengalaman</title><content type='html'>Dear teman2 MM semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya sudah lama sekali saya tidak mengikuti milis ini dan rasanya saya sudah sangat rindu tuk berbagi dengan teman2 semua, &lt;br /&gt;kadang saya hanya sempat membaca sekilas email teman2, tapi kadang malah sampai berminggu2 saya tidak sempat membuka email (maklum, bukan pengguna BB sih...hehehe. ..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali menulis email ini utk sekedar sharing pengalaman saya dan suami setelah mengikuti QLT 1 &amp; 3. Perkembangan yg kami alami saat ini, dan semoga dapat menjadi sumber inspirasi atau bahan pelajaran bagi teman2 sekalian dan juga bagi kami sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yg teman2 tau, pada saat QLT workshop kita diajarkan utk membuat impian, ada banyak sekali hal yg saya inginkan, dan secara manusiawi, saya ingin semuanya itu dapat terwujud, tetapi sekali lagi, apakah itu benar2 yg terbaik utk kita? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya dan suami ikut qlt secara terpisah, dan saat pulang kami membawa impian kami masing2, sudah kami tuliskan di buku impian kami masing2, tetapi apakah bisa terwujud? Saya percaya impian yg disatukan akan lebih mudah terwujud daripada impian sendiri2, dan itulah yg terjadi pada kami. Pertengahan tahun lalu, kami mereview kembali apa sih impian kami masing2, dan apa yg menjadi impian bagi keluarga kami. Dari sekian banyak impian yg kami tulis, ada beberapa yg sama, dan dari impian yg sama itu, kami menulisnya kembali dalam1 buku terpisah. Ada satu impian terbesar kami berdua, yaitu punya usaha. Usaha apa? saat itu masih bingung, tetapi kami terus mencari info ttg usaha yg kira2 bisa kami jalankan. Saat itu, punya usaha sendiri adalah impian kami yg terbesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sekali lagi teman2, impian tidak akan terwujud hanya dengan menuliskannya dan membayangkannya terwujud, harus ditindaklanjuti dengan "action". Dan saat itu, action adalah salah satu hal yg menakutkan bagi kami, gimana gak? kami berdua bukan dari keluarga yg berlatar belakang punya usaha, dari jaman nenek moyang keluarga kami berdua terbiasa bekerja jadi pegawai, tetapi di satu sisi, kami ingin menikmati menjadi pengusaha dan bisa menggaji karyawan, kira2 gimana ya rasanya? membayangkan itu, rasanya senang, tapi membayangkan resikonya, cari modalnya, dll, rasanya ngeri juga... :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kembali lagi, itu adalah limiting belief, dan itu harus dipatahkan, dan kami mencari komunitas yg bisa membantu kami memujudkan atau setidaknya mensupport keinginan kami, dan dari komunitas tsb, kami mendapatkan pencerahan, semangat, support dari teman2 di komunitas baru kami. Kami sering mengadakan kumpul2 hanya utk sharing, bagi ilmu, mengalahkan ketakutan2 kami dll... dan akhirnya... kami bisa action...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2 tercinta, akhirnya awal januari 2010 lalu saya dan suami bisa membuka Mini Market, namanya DELTA Mini Market, Singkatan dari nama saya : Damayantie, Aldo , Ares (Anak2), dan Tegun (Suami). Usaha ini baru berjalan kurang lebih 5 bulan, tetapi Puji Tuhan, kami sudah bisa mencapai omset 150 juta perbulan, dengan 6 orang karyawan yg bekerja 2 shift. Saya mengurus bagian operasional, sementara suami mengurus promosi dan expansi usaha. Mungkin bagi teman2 ini tidaklah istimewa, tetapi bagi kami, ini adalah suatu kemajuan besar, dan sangat luar biasa. :) Setelah 5 bulan ini, kami mereview dan melihat kebelakang, ternyata setelah kami melewatinya, apa yg dulu kami takutkan, yg sepertinya begitu besar bagi kami, setelah dilewati, ternyata hanya segitu aja... :) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman2, saya hanya ingin sharing, bila teman2 punya impian dan itu adalah impian yg menurut teman2 penting, ayo wujudkan impian itu, jangan biarkan hanya menjadi sekedar impian, dan terkubur bersama jasad saat kita menghadap Dia. Carilah teman2 lain yg punya keinginan yg sama, carilah komunitas yg bisa membantu teman2 utk mewujudkan impian teman2, dan saya bersyukur karena saya dan suami juga bergabung dengan milis ini, tempat kita sharing segala pengalaman, saling berbagi ilmu, saling menguatkan.. .. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, kalau teman2 mampir di Balikpapan, jangan lupa ya belanja di DELTA Mini Market, komp, Ruko Bukit Nirwana Indah km 5,5 Balikpapan. Tempat Belanja Meriah, Harga Murah...hehehe. ...(moderator, maaf ya kalo ngiklan...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam damai dan semoga semua makhluk hidup berbahagia.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damayantie &amp; Tegun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-8021242592599731324?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/8021242592599731324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=8021242592599731324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8021242592599731324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8021242592599731324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/06/berbagi-pengalaman.html' title='Berbagi pengalaman'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-1363473665515791717</id><published>2010-05-07T15:55:00.002+07:00</published><updated>2010-05-07T16:01:06.649+07:00</updated><title type='text'>Gemericik Air “Membuat Anda Lupa Diri”</title><content type='html'>Anda tidak mesti belajar “Hipnotis” untuk mencapai relaksasi. Anda bisa menghipnotis diri Anda sendiri (Self Hypnosis).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga tidak harus beli CD khusus untuk relaksasi, Anda bisa membuatnya sendiri. Mudah, kok…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemericik Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, salah satunya adalah menikmati bunyi gemericik air yang umumnya konstan, berbunyi cik cik cik secara sama berulang–ulang dengan ritme yang nyaris sama. Sehingga bunyi ini menimbulkan relaksasi di pikiran kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memprogram Gemericik Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah pengalaman saya sendiri yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Pertanyaan selanjutnya, bagaimana membuat program gemericik air karena selama ini mungkin kita hanya bisa menikmati bunyian yang menenangkan tersebut saat berada di gunung, bukan? Ya, memang sebaiknya di saat awal pemograman, sempatkan diri Anda pergi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ke Gunung untuk Rekam Visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah Gunung yang ada sungainya, sempatkan menuju ke air terjun. Lalu, apa yang Anda lakukan disana? Salah satunya adalah merekam secara visual tempat yang Anda rasa sangat damai, tenang dan indah. Rekamlah beberapa tempat, seperti di batu-batu sungai, di tengah air terjun atau dimana saja yang Anda rasakan sebagai tempat yang tenang dan damai. Saat berada di tempat tersebut, diamlah beberapa saat, hanya memandang dan menikmati pemandangan saja…&lt;br /&gt;Untuk menguji apakah rekaman sudah tersimpan dengan baik? Pejamkan mata Anda, lalu amati di pikiran Anda, apakah gambaran yang direkam tadi sudah bisa Anda bayangkan kembali dengan sama? Jika bisa, artinya Anda sudah merekamnya dengan baik.&lt;br /&gt;Coba kembali bayangkan gambaran itu, rasakan apakah menimbulkan rasa tenang, damai dan indah di hati Anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihlah fokus pikiran Anda dengan sesering mungkin mengunjungi tempat yang damai dan indah itu, dengan membayangkannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rekam Audio Gemericik Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawalah alat rekam audio Anda, boleh alat rekam khusus atau yang ada di Handphone Anda. Sebaiknya alat rekam Anda dibungkus dulu dengan plastik agar saat merekam di tempat yang basah, tidak masuk air sungai atau air terjun.&lt;br /&gt;Setelah Anda menemukan tempat di sungai yang menghasilkan bunyi gemericik air, aktifkan alat rekam audio Anda, lalu dekatkan ke air yang sedang mengalir dari sebuah batu ke batu lainnya, sehingga menimbulkan bunyi yang indah. Lakukan dalam waktu 2 atau 3 menit, boleh lebih lama jika dirasa perlu, sebelum pindah ke lokasi lain.&lt;br /&gt;Rekamlah dari kiri ke kanan, dari bawah ke atas, juga dari arah sebaliknya, sehingga menimbulkan efek bunyi yang stereo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan beberapa kali di beberapa tempat pilihan agar nanti Anda dapat memilih mana yang dirasa paling pas untuk situasi Anda nantinya.&lt;br /&gt;Saat saya melakukan kegiatan ini, sungguh sangat seru dan semangat sekali. Karena gambaran tempat dan bunyi yang direkam, sangatlah sesuai dan memang pernah saya kunjungi secara fisik, bukan rekaan. Selain itu, murah meriah he he…&lt;br /&gt;Walau saya bisa saja membeli CD yang berisikan rekaman gemericik air, namun lebih seru dengan membuat sendiri. Karya sendiri…&lt;br /&gt;Gemericik Buatan Pompa Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat saya istirahat, saya membuat bunyi gemericik dengan cara: membeli alat pompa air yang kecil, berikut guci bening kecil di toko peralatan dan perlengkapan aquarium. Cukup saya nyalakan pompa air dengan posisi air muncrat yang dapat berbunyi gemericik kecil. Bunyi yang cukup membawa ke suasana meditatif saat mau tidur…. Biasanya saat saya aktifkan, tidurpun menjadi blaaas he he… Lupa diri deh…&lt;br /&gt;Memelihara beberapa ekor ikan hias kecil untuk dipelihara di aquarium guci, sangatlah membantu efek indah secara visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bunyian tercipta, aktifkan alat rekam Anda dan rekamanlah bunyi gemericik yang dihasilkan oleh pompa air tersebut, pilihlah beberapa posisi agar dapat dihasilkan bunyi yang dibutuhkan. Mematikan cahaya lampu, khususnya neon, sangat membantu rekaman suara menjadi lebih jernih.&lt;br /&gt;Copy Beberapa Kali dan Satukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, hasil rekaman bunyi gemericik tadi dipindahkan ke komputer, edit yang diperlukan atau langsung digunakan. Lalu, gunakan software yang bisa meng-copy file terseebut beberapa kali dan disatukan menjadi satu.&lt;br /&gt;Jika tidak punya software tersebut, gunakan saja fungsi REPEAT ONE di alat pemutar MP3 Anda untuk menghasilkan bunyi gemericik yang sama secara berulang-ulang, sehingga alam bawah sadar kita akan merekam dengan sangat baik.&lt;br /&gt;Hasil rekaman baik juga di putar di laptop atau komputer Anda sebagai backsound saat bekerja agar tetap tercipta suasana relaksasi di alam bawah sadar Anda. Karena saat Anda bekerja dalam kondisi relaksasi, akan banyak muncul kreatifitas.&lt;br /&gt;Proses Menikmati Gemericik Air sampai Lupa Diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini proses ide menikmati gemericik air sampai lupa diri he he… Hafalkan dulu urutan prosesnya, baru dilakukan:&lt;br /&gt;Posisikan tubuh Anda secara bebas, yang penting dalam posisi nyaman. Boleh duduk, boleh bersila, boleh tiduran atau boleh juga dalam posisi meditasi. Silakan saja pilih posisi yang Anda rasa paling nyaman…&lt;br /&gt;Lihatlah sebuah obyek di depan Anda, teruslah melihatnya beberapa saat, lalu perlahan-lahan pejamkan mata…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buang nafas Anda sebanyak-banyaknya, lakukan beberapa kali sampai terasa “Hang”, seperti orang yang tidak bisa berpikir. Kayak orang O’on gitu lho he he he…&lt;br /&gt;Lalu, konsentrasi atau fokuskan pikiran dan perhatian Anda ke bunyi gemericik air. Hanya mendengarkan dan mendengarkan saja. Lakukan beberapa menit.&lt;br /&gt;Sekarang, baru masuk tahap menikmati bunyi alunan air yang mengalir perlahan, lembut dan syahdu ini…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menikmati gemericik air ini, bebas saja Anda berimajinasi. Memang sebaiknya dilakukan dengan perlahan-lahan saja (seperti nonton film dengan gerakan slow motion):&lt;br /&gt;Anda boleh membayangkan berada tempat yang damai, sepi, hening, tenang, indah, sejuk, ada air terjun, ada sungai yang mengalir dan sebagainya. Sebuah tempat yang pernah Anda kunjungi, tempat yang paling Anda sukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Anda boleh membayangkan melayang mendekat ke air yang bergemericik itu.&lt;br /&gt;Melayanglah dari bawah ke atas.&lt;br /&gt;Melayanglah dari atas ke bawah.&lt;br /&gt;Melayanglah dari kiri ke kanan.&lt;br /&gt;Melayanglah dari kanan ke kiri.&lt;br /&gt;Atau, masuklah ke dalam air, ke dalam bunyi air, ikutlah mengalir, ikutlah mengalun…&lt;br /&gt;Menyatulah dengan air yang gemericik tersebut. Menyatulah…&lt;br /&gt;Terus nikmati dan nikmati sampai Anda lupa diri…&lt;br /&gt;Waktu Berkreatifitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tercapai relaksasi yang sangat dalam, inilah waktu yang tepat untuk berkreatifitas maksudnya beraktifitas yang kreatif. Yang saya lakukan misalnya menulis, melukis atau hanya sekedar mencatat ide-ide yang muncul dalam benak saya, ke dalam sebuah buku khusus kumpulan ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ide Solusi Baru&lt;br /&gt;Atau, jika Anda sedang menghadapi masalah kehidupan. Inilah saat yang baik untuk mencari ide-ide solusi baru dalam menyelesaikannya. Lihatlah dari sisi yang berbeda, dari sudut pandang yang lain. Lihatlah dari jauh, dari posisi di atas rumah, dari posisi di helikopter, dari posisi di awan. Biasanya, masalah tersebut akan menjadi berbeda dan Anda akan menemukan ide-ide baru untuk solusi yang terbaik dari masalah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika memang masalah tersebut adalah sebuah kekeliruan di masa lalu, petiknya hikmahnya. Kejadiannya sudah lewat, jangan lupa membawa pergi hikmahnya. Agar kesalahan atau kekeliruan tersebut, tidaklah sia-sia.&lt;br /&gt;Apapun kejadian dalam kehidupan ini, tidaklah akan sia-sia, sampai Anda sendiri yang menyia-nyiakannya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengambil Keputusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tenang ini, baik sekali dimanfaatkan untuk mengambil sebuah keputusan. Jadilah ini sebuah strategi dalam hidup Anda. Menenangkan diri dulu, sebelum mengambil keputusan agar tidak emosional dan menghasilkan kekeliruan berikutnya.&lt;br /&gt;Relaksasi dengan gemericik air bisa dilakukan dimana saja, jika sudah Anda rekam bunyinya dan Anda mau mengambil sebuah keputusan. Sebaiknya tenangkan diri dulu, istirahatkan pikiran Anda dulu. Setelah tenang, munculkan ide-ide baru sebagai solusi baru, lalu ambillah keputusan yang diperlukan.&lt;br /&gt;Karena saat hening, semua jadi bening.&lt;br /&gt;Yang tenang, yang menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 9 Januari 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishnamurti di pagi hari dekat gemericik air…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : &lt;br /&gt;http://mindsetmotivator.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-1363473665515791717?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/1363473665515791717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=1363473665515791717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1363473665515791717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1363473665515791717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/05/gemericik-air-membuat-anda-lupa-diri.html' title='Gemericik Air “Membuat Anda Lupa Diri”'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-3583945004984182388</id><published>2010-02-19T10:58:00.000+07:00</published><updated>2010-02-19T10:59:14.819+07:00</updated><title type='text'>Kita harus berubah</title><content type='html'>Tidak sedikit orang dewasa yang hidup dalam masa lalu&lt;br /&gt;Atau yang hidup dalam pengandaian masa depan.&lt;br /&gt;Bahkan lebih banyak lagi yang tidak mengetahui&lt;br /&gt;Bahwa dia seharusnya hidup sepenuhnya hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah diri anda orang yang mencontohkan kegembiraan&lt;br /&gt;Jadikan diri anda orang yang memenangkan kehidupan&lt;br /&gt;Memberi semangat bagi yang berputus asa&lt;br /&gt;Menjadi penerang dalam kegelapan&lt;br /&gt;Menjadi pemerhati dan penolong bagi penderitaan orang lain&lt;br /&gt;Orang yang beruntung adalah orang yang memberi manfaat dalam kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyawamu adalah serpihan indah dari keberadaan Tuhan&lt;br /&gt;Jiwamu adalah titisan dari Cinta Kasih dan Sayang Tuhan&lt;br /&gt;Yang dia titipkan pada kemuliaan hatimu.&lt;br /&gt;Dan akan kembali pada Allah saat pelayananmu selesai dalam kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kau mempunyai kekuatan&lt;br /&gt;Mengapa tidak kau gunakan kekuatanmu&lt;br /&gt;Untuk mengadakan perubahan-perubahan kecil&lt;br /&gt;Yang mengantarkanmu pada keberhasilan pada hari kebebasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan&lt;br /&gt;Tetapi tidak cukupnya tindakan yang dilakukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahanmu&lt;br /&gt;Tetapi kurangnya penggunaan dari pemikiran dan kecerdasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan banyaknya hambatan yang menghalangi keberhasilanmu&lt;br /&gt;Tetapi banyaknya keraguan yang merasuk jiwamu ,&lt;br /&gt;Yang kau biarkan tumbuh dan berkembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan karena kau lemah tidak mempunyai kekuatan yang menyebabkan kegagalanmu&lt;br /&gt;Tetapi kelemahan jiwamu yang membayangkan kegagalan&lt;br /&gt;Bahkan sebelum kau memulainya.. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan kemiskinan yang menghalangi kesuksesanmu&lt;br /&gt;Tetapi pemikiran tentang dugaan-dugaan yang belum tentu kau temui&lt;br /&gt;Lihatlah disekelilingmu, berapa banyak orang sukses berasal dari keluarga sederhana, papa, kurang mampu dan miskin, tetapi mereka tidak miskin jiwa dan mereka kaya hati...&lt;br /&gt;Dan kau adalah salah satu dari mereka yang kaya jiwa dan kaya hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapan kau akan memulainya?&lt;br /&gt;Ambil Tindakan...!&lt;br /&gt;Berani mengambil tindakan akan membangun keberadaan dirimu&lt;br /&gt;Menjadi kebanggaan turunanmu dan Allah pun bangga padamu&lt;br /&gt;Bangunkan keberanianmu dalam mengambil tindakan&lt;br /&gt;Untuk mengadakan perubahan&lt;br /&gt;Hingga kau membangun kemuliaan dirimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang menyadari dirinya berada dalam suatu perjalanan -&lt;br /&gt;yang berkelanjutan yang akan membangun kualitas prima ,&lt;br /&gt;Yang akan berada dalam puncak keberhasilan&lt;br /&gt;Dunia adalah perjalanan yang harus diisi dengan segala kebaikan&lt;br /&gt;Untuk mencapai puncak keberhasilan&lt;br /&gt;Dan Puncak keberhasilan itu adalah kehidupan akhirmu kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah dalam batasan hari ini&lt;br /&gt;Hari yang setiap detiknya, setiap menitnya, setiap waktunya&lt;br /&gt;Harus diinvestasikan untuk kebahagiaanmu kelak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang dapat melemahkan jiwamu,&lt;br /&gt;Bila masa lalu itu penuh kesedihan.&lt;br /&gt;Tidak ada yang bisa diambil dari masa lalu kecuali pelajaran dan penasehat&lt;br /&gt;Agar langkah tidak kembali salah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan berangan-angan tentang masa depan&lt;br /&gt;Karena masa depan belum tentu datang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah dalam batasan hari ini, yang setiap detiknya diisi dengan segala kebaikan&lt;br /&gt;Bila hari ini baik, maka hari esokpun akan lebih baik&lt;br /&gt;Hari esokmu ditentukan bagaimana kamu di hari ini.&lt;br /&gt;Sebab hari esok akan menjadi "hari ini" pada keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah kesempatan dan tindakan&lt;br /&gt;Hidup adalah mengkonversikan kesempatan menjadi kenyataan&lt;br /&gt;Hidupmu adalah hari ini, hari yang engkau isi dengan segala kebaikan&lt;br /&gt;Hidupmu adalah perubahan yang dinamis&lt;br /&gt;Jadikan hari ini sebagai kesempatan&lt;br /&gt;Untuk menjadi pribadi yang baik dan mulia disisi Tuhanmu...&lt;br /&gt;InsyaAllah.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis sebelah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-3583945004984182388?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/3583945004984182388/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=3583945004984182388' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3583945004984182388'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3583945004984182388'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/02/kita-harus-berubah.html' title='Kita harus berubah'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4412895583901066558</id><published>2010-02-11T09:34:00.001+07:00</published><updated>2010-02-11T09:36:01.766+07:00</updated><title type='text'>Indahnya Memberi (kisah nyata seorang teman Tuna Netra yang sangat Luar Biasa)</title><content type='html'>INDAHNYA MEMBERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan siapa-siapa, hanya seorang buta yang ingin bahagia dan memberi apa yang aku punya kepada sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;400 Penonton begitu hikmat saat alunan piano Marusya Nainggolan berdialog dengan rangkaian kata-kata yang terjalin dalam sebuah baid puisi "angin pun berbisik". Saat itu aku bagai di altar sebuah Istana langit. Entahlah apa yang ku rasakan saat itu, keharuan, bahagia, keteduhan dan kegembiraan yang luar biasa saat tepuk tangan ratusan orang terdengar bergemuruh ditelingaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Malam ini aku akan melakukan satu hal yang telah 13 tahun dilakukan istriku ini setiap hari", kataku sambil memegang jemari tangan istriku dan dengan lembut kucium lentiknya itu. Gedung Kesenian Jakarta seakan-akan memberi penghormatan kepada kami, dan berucap, "Selamat atas pesta pernikahanmu" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, Januari 2008, tak mungkin aku lupakan. Malam yang penuh cinta, malam yang membawa kami dalam sebuah pelangi kehidupan. Tak kurang dari Penyair, Budayawan, Musikus, Artis dan semua orang yang hadir dimalam itu, memandang kami dengan penuh cinta. Lampu- lampu, ornamen-ornamen serta aura gedung seperti berdansa mengelilingi kami. Rieke Dyah Pitaloka, Joko Pinurbo, M.Fajrur Rahman, juga turut bergabung dengan membacakan beberapa puisi yang terhimpun dalam antologi "angin pun berbisik". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu bagai sebuah perayaan pesta pernikahan yang dihadiahkan bagi aku dan istri. Memang 13 tahun lalu kami menikah dengan acara yang sangat sederhana disebuah desa bernama Bandung, Tulung Agung, Jawa Timur. Dan Peluncuran buku antologi "anginpun berbisik" bagai pesta yang dipersembahkan bagi ikatan cinta kami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak cukup sampai disitu, "angin pun berbisik" lewat sentuhan para musikus, Endah 'n Rhesa, Jodhi Yudono &amp; Irul, Dody &amp; Riko (tunanetra), bermetamorpasa menjadi alunan tembang yang asyik disimak. Sungguh sebuah perayaan cinta yang agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Irwan Dwi Kustanto, bila mendengar nama ini tak urung kita bertanya, siapa? Tak ada yang mengenal nama itu sebagai penyair, apalagi dapat sebuah penghormatan dengan pesta peluncuran antologi puisi yang begitu terhormat, di sebuah Gedung bersejarah yang biasa digunakan seniman-seniaman besar sekelas Putu Wijaya. Apa yang melatar belakangi semua itu terjadi? Ijinkanlah aku bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hampir 10 tahun aku berusaha untuk mempercepat pengadaan buku-buku Braille di Indonesia, tahun 2004 aku tiba pada titik nadir. Aku merenungkan apa yang bisa ku perbuat untuk mewujudkan cita-cita itu. Aku ingin semua buku yang ada ditoko buku dapat dibeli dan dibaca oleh seorang buta sekalipun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu malam sampailah aku pada sebuah pemikiran: "Mitranetra, yayasan dimana aku beraktivitas, tak mungkin sendirian melakukannya. Harus ada gerakan massal. Mesti ada sebuah upaya untuk mengajak masyarakat yang berkepantingan dengan buku untuk secara bersama-sama membantu Mitranetra mengetik ulang buku kedalam soft file computer. Para pengarang dan penerbit dengan meminjamkan soft file kepada Mitranetra tentu akan memotong secara signifikan waktu dan biaya pembuatan buku Braille. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menggagas sebuah gerakan bertajuk "Seribu Buku Untuk Sahabat Tunanetra". Semalaman ditemani laptopku yang dapat bicara itu, aku menyusun sebuah konsep yang sekarang dikenal dengan "Seribu Buku Untuk Tunanetra" kedalam sebuah proposal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku dan beberapa teman-teman di Mitranetra menyertakan proposal ini dalam sebuah ajang lomba bergengsi tingkat Asia Pasifik yang digelar oleh Perusahaan Elektronik Internasional. Konsep kami mengalahkan hampir 50 peserta lainnya dari Indonesia. Kami dihadiahi US$65,000 untuk menjalankan sebuah proyek Inovasi dan Pemanfaatan Technology Information (IT) bagi Peningkatan Kualitas Hidup Tunanetra Bidang Pendidikan dan Ketenagakerjaan dan Pembangunan Kesadaran Masyarakat Terhadap Hak Penyandang Cacat di Indonesia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Januari 2006, program "Seribu Buku untuk Tunanetra" diluncurkan. Kami sungguh optimis, Tantowi Yahya sebagai duta baca buku hadir saat itu memberikan dukungan penuh pada kami. IKAPI dengan Ketuanya Bapak Prof. Mahfudin memberi semangat kami dengan memberi sambutan dan meluncurkan gerakan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan kemudian FX Rudy Gunawan seorang novelis sekaligus Direktur Penerbit Gagas Media menggalang 7 novelis lainnya (Ayu Utami, Miranda Harlan, Fira Basuki, Icha Rahmanti, Ninit Yunita, Dewi Lestari dan Adhitya Mulya menyerahkan karya mereka untuk di salin kedalam huruf Braille. Dalam acara inilah yang diberi nama "dengan jari kami melihat dunia, dengan jari kita bergandeng tangan"bekerja sama dengan Forum Indonesia Membaca, "angin pun berbisik" memulai ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada acara di perpustakaan di Senayan yang dihadiri lebih dari 60 wartawan cetak dan elektronik itu, aku mendemontrasikan bagaimana proses buku Braille terbentuk. Dimulai dari pengetikan naskah kedalam Ms-Word, kemudian diconversi menjadi huruf Braille oleh piranti lunak MBC (Mitranetra Braille Converter), dan selanjutnya dicetak dengan menggunakan embosser (Braille printer). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kesempatan itu naskah yang aku ubah menjadi huruf Braille adalah sebuah puisi karyaku sendiri berjudul "kuharap". Walau agak canggung karena dihadapan artis dan novelis terkenal namun proses pencetakan itupun berjalan dengan baik juga. Untuk memberi kesan kepada seluruh hadirin, sepontan aku mendaulat Fira Basuki untuk membacakan hasil cetakan itu. Tentu Fira tak membaca bentuk Braillenya melainkan tulisan latinnya yang aku tayangkan ke layer LCD. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"wah aku bergetar membacanya" kata Fira selesai membaca puisi itu. Entah karena didaulat secara spontan atau karena memang puisi itu yang membuatnya gemetar? Aku jadi gede rasa (gr) saat itu dibuatnya, terlebih seusai acara FX Rudi Gunawan bilang, "boleh juga puisimu, mana yang lain, kumpulkan ya, nanti kita terbitkan". Begitulah awal kelahiran antologi angin pun berbisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun lebih kami (aku, Siti Atmamiah istriku dan Zeffa Yurihana putriku yang berusia 12 tahun) menulis segala yang kami rasakan dalam menjalin hubungan berkeluarga yang terpisah jarak. Memang sejak 2004 aku dan istri serta 3 putriku hidup terpisah. Aku di Jakarta mengelola Mitranetra sedang mereka di Tulung Agung Jawa Timur untuk menjaga nenek dan kakek anak-anakku, yang telah lanjut usia. Kesepian, kerinduan, dan semua yang melekat dihati kami justru menjadi inspirasi mencipta kata dan bersajak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnyalah "angin pun berbisik" adalah segala rasa yang tumpah dari rasa kesepian, kerinduan, cinta yang tumbuh karena jarak antara kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki 2007, setelah gerakan Seribu Buku untuk Tunanetra berjalan setahun, gerakan itu baru dapat menyalin 300 judul buku. Harus ada bahan bakar tambahan untuk akselerasi pikirku. Disinilah peran "angin pun berbisik". Aku usulkan kepada Istri dan Putriku, "bagaimana bila sajak-sajak ini kita dedikasikan untuk gerakan Seribu Buku Untuk Tunanetra?". Syukur kepada Tuhan, mereka dengan senang hati mendukung niatku itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaikan bola salju yang tergelincir dari atas bukit, dukungan dari berbagai pihak deras membentuk bongkahan yang kian lama kian besar. Voice of Human Right, Perkumpulan Seni Indonesia dan Yayasan Mitranetra bahu membahu menyusun karya satu keluarga itu menjadi sebuah antologi cinta bertajuk "angin pun Berbisik". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niat kami untuk berbagi itu telah di tangkap semesta dan di balasnya kami dengan berlipat-lipat. Bagaimana tidak; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. &lt;br /&gt;b.. &lt;br /&gt;c.. - "Angin pun berbisik" sepertinya antologi pertama di Indonesia yang ditulis oleh Ayah, Ibu dan Anak dalam sebuah kumpulan sajak cinta. &lt;br /&gt;d.. &lt;br /&gt;e.. - Budayawan Ahmad Sobari berkenan menulis kata pengantar untuk buku ini. Sedang design Cover terkenal Buldanul Khuri dan Ivan Sagita dengan sukarela menuangkan ide lukisan wajah terbalik menjadi cover bernuansa artistic untuk angin pun berbisik. &lt;br /&gt;f.. &lt;br /&gt;g.. - Gedung Kesenian Jakarta yang indah dan megah menjadi saksi lahirnya angin pun berbisik. Melani Budianta, penyair terkenal Joko Pinurbo dan M. Fajrul Rahman dengan penuh antusias menjadi panelis membahas dan mengupas aspek sastra "angin pun berbisik". &lt;br /&gt;h.. &lt;br /&gt;i.. - 26 Januari 2008, Media Indonesia memuat resensi buku "angin pun berbisik" berjudul "Gelora Cinta di Atas Jembatan" oleh Jamal D Rachman seorang penyair sekaligus Pimred majalah sastra Horison &lt;br /&gt;j.. &lt;br /&gt;k.. - Sebuah perusahaan pertambangan besar bersedia mensponsori pencetakan 3.500 eksemplar yang selanjutnya didistibusikan ke toko buku Gramedia. Dan saat tulisan ini dibuat, sedang dilakukan pencetakan kedua. &lt;br /&gt;l.. &lt;br /&gt;m.. - 14 Februari 2008 "angin pun berbisik" diundang dalam talk show yang dibawakan oleh Andy Noya di Metro TV. Kick andy menjadi puncak dari perayaan pesta kami di GKJ Januari 2008 yang sebelumnya surat kabar nasional seperti Kompas, Media Indonesia, Suara Pembaharuan, Jakarta Pos, Jawa Pos dan lain-lain menuliskan pesta itu dalam terbitannya. &lt;br /&gt;n.. &lt;br /&gt;o.. - Setelah itu saya juga diundang O'Channel TV, radio-radio seperti D FM, Utan kayu FM, RRI Pro2, Hard Rock FM, Arca Buntung Yogyakarta, Delta FM untuk mengapresiasi "angin pun berbisik" &lt;br /&gt;p.. &lt;br /&gt;q.. - Kami juga tak menyangka, Bapak Bupati Tulung Agung setelah membaca berita kami di "Radar Tulung Agung" mengutus Kepala Dinas Pendidikan Kota Tulung Agung datang berkunjung ke sekolah anak kami Zeffa Yurihana untuk memberikan penghargaan. Perayaan khusus digelar di sekolah Al-Azar Desa Bandung Tulung Agung untuk memberikan apresiasi kepada siswa 12 tahun itu yang telah berprestasi turut menyusun "angin pun berbisik". &lt;br /&gt;r.. &lt;br /&gt;s.. - Endah 'n Resha duo musisi indi yang top bersedia memproduseri Album musikalisasi "angin pun berbisik". Dengan ajakan merekalah, Andre Harihandoyo, Christian (Tiket) DREW, Nino (RAN), Dody - Riqo, Maudy Koesnaedi, Cornelia Agatha, Jodhi Yudono berhasil menyatu dalam sebuah album yang apik dan layak untuk disimak. &lt;br /&gt;t.. &lt;br /&gt;u.. - Pesta belum berakhir, 27 Agustus 2008 di Gedung Sositeit Yogyakarta diluncurkan Album Musikalisasi pusi "angin pun berbisik" dan terjemahan antologi tersebut dalam versi bahasa Inggris bertajuk "Whispering Breeze". Tokoh-tokoh ternama dalam bidang sastra Bakdi Sumanto, Landung Simatupang dan Dorothea Rosa Herliany berkenan membacakan sajak-sajak "angin pun berbisik". Tak kalah menariknya Wali kota Yogyakarta dan band papan atas Letto juga unjuk kebolehan membacakan puisi kami sebagai penghormatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sadar kini, "memberi itu memiliki energi yang dahsyat, semesta sebagai Hukum Tuhan tak akan diam, Dia mengembalikan berlipat-lipat setiap apa yang kita berikan walau itu hanya sebuah huruf". Hidup begitu indah, dan keindahannya sungguh nyata, begitu mempesona, tentu, tat kala kita mau berbagi, mau memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di copy paste dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4412895583901066558?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4412895583901066558/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4412895583901066558' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4412895583901066558'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4412895583901066558'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/02/indahnya-memberi-kisah-nyata-seorang.html' title='Indahnya Memberi (kisah nyata seorang teman Tuna Netra yang sangat Luar Biasa)'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-8844970398951564939</id><published>2010-01-16T06:05:00.000+07:00</published><updated>2010-01-16T06:06:09.637+07:00</updated><title type='text'>3 Hari Dalam Hidup Ini</title><content type='html'>Hari pertama : Hari kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lepaskan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua : hari esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga mentari esok hari terbit,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak tahu apa yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok hari belum tiba; toh belum tentu esok hari kita merengkuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biarkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang tersisa kini hanyalah hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu masa lalu telah tertutup,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu masa depan pun belum tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusatkan saja diri kita untuk hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila kita mampu memaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah hari ini karena masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiduplah apa adanya. Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berlaku buruk pada kita. Ingatlah bahwa kita menunjukkan penghargaan pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bingung, lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-8844970398951564939?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/8844970398951564939/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=8844970398951564939' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8844970398951564939'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8844970398951564939'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/01/3-hari-dalam-hidup-ini.html' title='3 Hari Dalam Hidup Ini'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7529152356133245738</id><published>2010-01-08T14:40:00.000+07:00</published><updated>2010-01-08T14:41:17.514+07:00</updated><title type='text'>PRINSIP  90/10</title><content type='html'>Oleh : STEPHEN COVEY&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana prinsip 90/10 itu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - 10% dari hidup anda terjadi karena apa yang langsung anda alami.&lt;br /&gt; - 90% dari hidup anda ditentukan dari cara anda bereaksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apa maksudnya   ?&lt;br /&gt; Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi  pada diri  anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contohnya :&lt;br /&gt; Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan&lt;br /&gt; hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah &lt;br /&gt; menghambat  seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol &lt;br /&gt; kondisi 10% ini.&lt;br /&gt; Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.&lt;br /&gt; Bagaimana caranya ?  Dari  cara reaksi anda !!&lt;br /&gt; Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, &lt;br /&gt; tetapi anda dapat mengontrol reaksi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Marilah kita lihat contoh dibawah ini :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kondisi  1&lt;br /&gt; Anda makan pagi dengan keluarga anda. Anak anda secara tidak &lt;br /&gt; sengaja  menyenggol cangkir kopi minuman anda sehingga pakaian &lt;br /&gt; kerja anda tersiram kotor. Anda tidak dapat mengendalikan apa &lt;br /&gt; yang baru saja terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Reaksi anda :&lt;br /&gt; Anda bentak anak anda karena telah menjatuhkan kopi ke pakaian anda. Anak&lt;br /&gt; anda akhirnya menangis. Setelah membentak, anda menoleh ke istri anda &lt;br /&gt; dan mengkritik karena telah menaruh cangkir pada posisi &lt;br /&gt; terlalu pinggir diujung meja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akhirnya terjadi pertengkaran mulut. Anda lari ke kamar dan cepat-cepat&lt;br /&gt; ganti baju. Kembali ke ruang makan, anak anda masih menangis sambil&lt;br /&gt; menghabiskan makan paginya. Akhirnya anak anda ketinggalan bis.&lt;br /&gt; Istri anda harus secepatnya pergi kerja. Anda buru-buru ke mobil dan&lt;br /&gt; mengantar anak anda ke sekolah. Karena anda telat, anda laju mobil dengan&lt;br /&gt; kecepatan 70 km/jam padahal batas kecepatan hanya boleh 60 km/jam.&lt;br /&gt; Setelah terlambat 15 menit dan terpaksa mengeluarkan kocek Rp 600.000,-&lt;br /&gt; karena melanggar lalu lintas, akhirnya anda sampai di sekolah. &lt;br /&gt; Anak anda secepatnya keluar dari mobil tanpa pamit..&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Setelah tiba di kantor dimana anda telat 20 menit, anda baru ingat &lt;br /&gt; kalau tas anda tertinggal di rumah.&lt;br /&gt; Hari kerja anda dimulai dengan situasi buruk. Jika diteruskan maka akan&lt;br /&gt; semakin buruk. Pikiran anda terganggu karena kondisi di rumah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Pada saat tiba di rumah, anda menjumpai beberapa gangguan hubungan &lt;br /&gt; dengan  istri dan anak anda.&lt;br /&gt; Mengapa ? Karena cara anda bereaksi pada pagi hari.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mengapa anda mengalami hari yang &lt;br /&gt; buruk ?&lt;br /&gt; 1. Apakah penyebabnya karena kejatuhan kopi  ?&lt;br /&gt; 2. Apakah penyebabnya karena anak anda ?&lt;br /&gt; 3. Apakah penyebabnya karena polisi lalu lintas ?&lt;br /&gt; 4. Apakah anda penyebabnya ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Jawabannya adalah No. 4 yaitu penyebabnya adalah &lt;br /&gt; anda sendiri !!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Anda tidak dapat mengendalikan diri setelah &lt;br /&gt; apa yang terjadi pada cangkir&lt;br /&gt; kopi. Cara anda bereaksi dalam 5 detik tersebut ternyata adalah penyebab hari buruk &lt;br /&gt; anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berikut adalah contoh yang sebaiknya atau seharusnya &lt;br /&gt; anda sikapi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kondisi 2&lt;br /&gt; Cairan kopi menyiram baju anda. Begitu anak anda akan menangis, anda&lt;br /&gt; berkata lembut : &lt;br /&gt; "Tidak apa-apa sayang, lain kali hati-hati ya." Anda ambil &lt;br /&gt; handuk kecil dan lari ke kamar. Setelah mengganti pakaian dan&lt;br /&gt;  mengambil tas, secepatnya anda menuju jendela ruang depan dan &lt;br /&gt; melihat anak anda sedang naik bis sambil melambaikan tangan ke &lt;br /&gt; anda. Anda kemudian mengecup lembut pipi istri anda dan &lt;br /&gt; mengatakan : "Sampai jumpa makan malam nanti."&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Anda datang ke kantor 5 menit lebih cepat dan dengan muka cerah &lt;br /&gt; menegur staff anda. Bos anda mengomentari semangat dan &lt;br /&gt; kecerahan hari anda di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Apakah anda melihat perbedaan kedua kondisi tersebut ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 2 (dua) skenario &lt;br /&gt; berbeda, dimulai dengan kondisi yang sama, diakhiri  &lt;br /&gt; dengan kondisi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Mengapa ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Ternyata &lt;br /&gt; penyebabnya adalah dari cara anda bereaksi  !&lt;br /&gt; Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari yang sudah terjadi. Tetapi &lt;br /&gt; yang  90% tergantung dari reaksi anda sendiri.&lt;br /&gt; Ini adalah cara untuk menerapkan prinsip 90/10. Jika ada orang &lt;br /&gt; yang mengatakan hal buruk tentang anda, &lt;br /&gt; jangan cepat terpancing. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Biarkan  serangan tersebut mengalir seperti air di gelas. Anda jangan membiarkan&lt;br /&gt; komentar buruk tersebut mempengaruhi anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jika beraksi seadanya atau salah reaksi maka akan menyebabkan anda:&lt;br /&gt; kehilangan teman, dipecat, stress dan lain-lain yang merugikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bagaimana reaksi anda jika mobil anda mengalami kemacetan dan terlambat&lt;br /&gt; masuk kantor ? &lt;br /&gt; Apakah anda akan marah ? &lt;br /&gt; Memukul stir mobil ? &lt;br /&gt; Memaki-maki  ? &lt;br /&gt; Apakah tekanan darah anda akan naik cepat ?&lt;br /&gt; Siapa yang peduli jika anda datang telat 10 detik ? &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Kenapa anda biarkan kondisi tersebut merusak hari anda  ?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Cobalah ingat prinsip 90/10 dan jangan khawatir, masalah &lt;br /&gt; anda akan cepat terselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Contoh lain  :&lt;br /&gt; - Anda dipecat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Mengapa anda sampai tidak bisa tidur dan khawatir ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu waktu akan ada jalan keluar. &lt;br /&gt; Gunakan energi dan waktu yang hilang&lt;br /&gt; karena kekhawatiran tersebut untuk mencari pekerjaan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - Pesawat  terlambat.&lt;br /&gt; Kondisi ini merusak seluruh schedule anda. Kenapa anda marah-marah kepada&lt;br /&gt; petugas tiket di bandara ? &lt;br /&gt; Mereka tidak dapat mengendalikan terhadap apa yang terjadi. &lt;br /&gt; Kenapa harus stress ? &lt;br /&gt; Kondisi ini justru akan memperburuk  kondisi  anda. Gunakan waktu anda untuk      mempelajari situasi, membaca buku  yang anda bawa, atau mengenali penumpang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sekarang anda sudah tahu prinsip 90/10. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gunakanlah dalam aktivitas harian&lt;br /&gt; anda dan anda akan kagum atas hasilnya. &lt;br /&gt; Tidak ada yang hilang dan hasilnya sangat &lt;br /&gt; menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Sudah berjuta-juta orang menderita akibat &lt;br /&gt; stress, masalah berat, cobaan&lt;br /&gt; hidup dan sakit hati yang &lt;br /&gt; sebenarnya hal ini dapat diatasi jika kita&lt;br /&gt; mengerti cara &lt;br /&gt; menggunakan prinsip 90/10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; NIKMATILAH HIDUP INI !!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7529152356133245738?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7529152356133245738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7529152356133245738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7529152356133245738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7529152356133245738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/01/prinsip-9010.html' title='PRINSIP  90/10'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6136343800565292345</id><published>2010-01-05T10:00:00.000+07:00</published><updated>2010-01-05T10:01:07.918+07:00</updated><title type='text'>Wanita</title><content type='html'>Jika seorang wanita menangis di hadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu, selamanya!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu. Dia akan menurunkan rasa egonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hay lelaki, jika seorang wanita pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian. Karena dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hay lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya. Mungkin, karena keputusanmu, kau akan merusak kehidupannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat dia menangis di depanmu, saat dia menangis karenamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah jauh ke dalam matanya.&lt;br /&gt;Dapatkah kau lihat dan kau rasakan sakit yg dirasakannya karenamu??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari penciptaan PEREMPUAN..&lt;br /&gt;MALAIKAT bertanya kepada TUHAN "apakah keistimewaan dari ciptaanMU ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu TUHAN menjawab&lt;br /&gt;"ada banyak KEISTIMEWAAN yang dimiliki oleh ciptaanKU ini".. :&lt;br /&gt;Di balik KELEMBUTANYA dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUTUR katanya merupakan KEBENARAN..&lt;br /&gt;SENYUMAN'nya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELUKAN &amp; CIUMANnya bisa memberi keHANGATAN bagi anak2nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia TERHARU bila melihat anaknya menjadi JuARa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN'nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia sangat GEMBIRA melihat keLAHIRan..&lt;br /&gt;Dia begitu sedih melihat KEMATIan..&lt;br /&gt;TETESAN air matanya bisa membawa perDAMAIan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia sering lupa 1hal"...&lt;br /&gt;Apa itu Yaa TUHAN?? Bahwa "Betapa berHARGA dia"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebarkan ini ke SELURUH PEREMPUAN dan pria yang kamu kenal agar mereka tidak lupa bahwa perempuan begitu berHARGA... Dan sangat berHARGA.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6136343800565292345?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6136343800565292345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6136343800565292345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6136343800565292345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6136343800565292345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2010/01/wanita.html' title='Wanita'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4863445933187959176</id><published>2009-12-30T13:17:00.002+07:00</published><updated>2009-12-30T13:20:37.302+07:00</updated><title type='text'>Belajar Dari Manusia-Manusia Gerobak</title><content type='html'>Malam itu jam di handphone sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB, sementara aku dan istriku masih on the way home. Butiran gerimis kecil mulai nampak menghiasi kaca depan mobil kami. Sekitar dua ratus meter dari tikungan jalan menuju rumah, iring-iringan itupun tampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kelompok Manusia Gerobak. Seorang lelaki berada didepan, menarik gerobak, sementara seorang perempuan -yang nampaknya istrinya- berjalan dibelakang mengikutinya. Di dalam gerobak, tampaklah dua orang anak kecil tertidur lelap berselimutkan botol-botol plastik bekas. Sedangkan kelompok kedua, kelompok yang lain, agak berbeda. Seorang lelaki tetap berada didepan, sementara seorang anak kecil perempuan duduk diujung gerobak sambil bernyanyi-nyanyi kecil, didalam gerobak, seorang perempuan hamil tua nampak berbaring, bersama koran-koran bekas. Pemandangan yang sangat unik. Sangat menyentuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah melewati mereka mobil kami sengaja menepi. Terdorong oleh naluri dan hobby photography, akupun meraih kamera yang memang hampir selalu menemaniku kemanapun aku pergi dan bergegas mengabadikan pemandangan tersebut. Dengan angle dan penerangan seadanya, gambar keduanya berhasil kudapatkan. Tapi sesuatu dihati ini berbisik, bahwa apa yang kulakukan masih belum cukup. Aku melewati mereka kembali untuk kedua kalinya, kini setelah berada dalam posisi sejajar, istriku menurunkan kaca dan memberikan mereka sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Aku tentunya tidak mau menjadi seorang pemenang Pulitzer, namun kemudian stress dan mati bunuh diri karena objek fotonya yang notabene adalah seorang bocah hitam ceking kelaparan, mati digerogoti Burung Bangkai, hanya karena ia lebih mengutamakan memotret ketimbang menolong bocah malang tersebut !!!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih Eneng cantik !, teriak ibu dirombongan pertama hampir berbarengan dengan suaminya.&lt;br /&gt;Terimakasih tante, teriiak anak kecil dirombongan kedua dengan sumringah.&lt;br /&gt;Semoga banyak rejeki ya.., sapa ibunya yang tengah hamil tua, dari dalam gerobak, sambil tertawa riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar dan melihat kecerian mereka membuat aku merasa malu seketika itu juga. Baru saja kami menghadiri sebuah pentas luar biasa gemerlap, yang dihadiri oleh Agnes Monica. Dan kami nyaris BT karena tidak kebagian kursi. Kemudian setelah itu, kami menyempatkan diri untuk makan malam di sebuah Mall yang menyediakan konsep Makan di Bawah Langit Terbuka di roof top mereka, inipun dengan gerutuan karena lamanya pesanan kami muncul didepan hidung ini, akibat pengunjung yang luar biasa ramai.&lt;br /&gt;Betapa mudah, kegembiraan dan keceriaan hidup kita direnggut oleh sesuatu yang sebenarnya remeh dan bukan persoalan hidup mati seperti itu. Kita seperti terbiasa, menggolongkan bahwa hal-hal tambahan itu begitu mutlak perlu dalam hidup kita, seakan tanpa itu semua hidup kita akan berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bisa tidur karena harga saham melorot.&lt;br /&gt;Marah karena mobil kita masuk bengkel.&lt;br /&gt;Stress karena gak kebagian ticket premier 2012.&lt;br /&gt;BT karena hari Senin.&lt;br /&gt;Uring-uringan karena dimarahin boss.&lt;br /&gt;Ngedumel karena pesawat delay.&lt;br /&gt;Bunuh diri di Mall karena putus cinta.&lt;br /&gt;Dendam karena ide kita diserobot teman kantor.&lt;br /&gt;Memaki-maki keadaan karena gak jadi luburan ke Hongkong.&lt;br /&gt;Bertengkar dengan rekan bisnis karena sebuah kesalahpahaman biasa.&lt;br /&gt;Membatalkan umroh hanya karena Dude Herlino batal umroh&lt;br /&gt;(kallo yang ini mah..adegan film..Emak Ingin Naik Haji he..he..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lain sebagainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal kalau dipikir-pikir, semua itu â€œtidak sampai membuat kita demi anak istri menarik gerobak kesana-kemari. Atau tidak sampai menyeret kita untuk tidur dalam gerobak berselimutkan sampah-sampah yang akan dijual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau bahkan lebih gila dari itu semua : melahirkan dalam gerobak !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya kita perlu mengubah pola pikir kita yang sudah sedemikian teracuni oleh gemerlap kesuksesan, persaingan dan keduniawian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyisihkan waktu untuk sekedar menepi, agar lebih bersyukur dengan rejeki, pekerjaan dan hidup yang Sang Khaliq berikan kepada kita. Sehingga hal-hal tambahan itu dapat didudukkan dalam porsi yang lebih rendah atau bahkan jika terlalu membebani kenikmatan hidup, dapat dibuang saja kedalam gerobak sampah ! ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- &lt;br /&gt;what a wonderfull world !&lt;br /&gt;what an abundance life !!&lt;br /&gt;what an exciting journey !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Made Teddy Artiana, S. Kom&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4863445933187959176?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4863445933187959176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4863445933187959176' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4863445933187959176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4863445933187959176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/12/belajar-dari-manusia-manusia-gerobak.html' title='Belajar Dari Manusia-Manusia Gerobak'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6811700736333140497</id><published>2009-12-23T14:31:00.000+07:00</published><updated>2009-12-23T14:32:48.193+07:00</updated><title type='text'>Wawancara Dengan Tuhan</title><content type='html'>Wartawan Muda (WM)datang mewawancarai Tuhan (G). WM: Slmt Pagi Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G: Ooo...waktuKU adlh KEKEKALAN, tdk ada masalah ttg Waktu. Apa pertanyaanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WM: Tks.. Apa yg paling mengherankan bagiMU tentang kami manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G: Hahaha.. kalian itu makhluk yg aneh. Pertama, suka mencemaskan masa Depan, sampai lupa hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke2, kalian hidup seolah olah tidak bakal mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke3, kalian cepat bosan sebagai anak-anak dan terburu-buru ingin dewasa. Namun stlh dewasa rindu lagi jadi anak2 : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal2 sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Ke4, kalian rela kehilangan kesehatan demi mengejar uang, ttp membayarnya kembali utk mengembalikan kesehatan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal2 begitulah yang membuat hidup kalian susah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WM: Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G: sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan. Inilah satu lagi keanehan kalian : Suka Melupakan nasihatKU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah KUulangi lagi ya beberapa yg terpenting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. kalian harus sadar bahwa mengejar rejeki adalah sebuah kesalahan. Yang seharusnya kalian lakukan ialah menata diri agar kalian layak dikucuri rejeki.. jadi jangan mengejar rejeki, tetapi biarlah rejeki yang mengejar kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ingat : "siapa" yang kalian miliki itu lbh berharga dari pada "apa" yang kalian punyai. Perbanyaklah teman, kurangi musuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jgn bodoh dgn cemburu dan membandingkan yg dimiliki org lain. Melainkan Bersyukurlah dgn apa yg sdh kalian terima. Khususnya, kenalilah talenta dan potensi yg kalian miliki lalu kembangkanlah itu sebaik-baiknya, maka kalian akan menjadi manusia Unggul. Otomatis Rejeki yg akan mengejar kalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ingat orang yg disebut Kaya bukanlah dia yg berhasil mengumpulkan yg paling banyak, tetapi adalah dia yg paling "sedikit" memerlukan, sehingga masih sanggup memberi kpd sesamanya. Ok ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg terpenting buat kamu pribadi yg sdg membaca ini, bisa mengerti dan bertindaklah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat janji ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AKU Tidak Akan Meninggalkanmu. .!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi "Momo" Muliyono, C.Ht. - QHI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6811700736333140497?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6811700736333140497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6811700736333140497' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6811700736333140497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6811700736333140497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/12/wawancara-dengan-tuhan.html' title='Wawancara Dengan Tuhan'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4673150921479230263</id><published>2009-12-14T12:43:00.000+07:00</published><updated>2009-12-14T12:44:19.105+07:00</updated><title type='text'>KEHIDUPAN SANG ELANG</title><content type='html'>Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai&lt;br /&gt;umur paling panjang didunia. Umurnya dapat&lt;br /&gt;mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur&lt;br /&gt;sepanjang itu seekor elang harus membuat&lt;br /&gt;suatu keputusan yang sangat berat pada&lt;br /&gt;umurnya yang ke 40.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai&lt;br /&gt;menua, paruhnya menjadi panjang dan&lt;br /&gt;membengkok hingga hampir menyentuh dadanya.&lt;br /&gt;Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya&lt;br /&gt;telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat&lt;br /&gt;menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu,&lt;br /&gt;elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu&lt;br /&gt;kematian, atau Mengalami suatu proses&lt;br /&gt;transformasi yang sangat menyakitkan - suatu&lt;br /&gt;proses transformasi yang panjang selama 150&lt;br /&gt;hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk melakukan transformasi itu, elang harus&lt;br /&gt;berusaha keras terbang keatas puncak gunung&lt;br /&gt;untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang ,&lt;br /&gt;berhenti dan tinggal disana selama proses&lt;br /&gt;transformasi berlangsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya&lt;br /&gt;pada batu karang sampai paruh tersebut&lt;br /&gt;terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam&lt;br /&gt;beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru.&lt;br /&gt;Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus&lt;br /&gt;mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan&lt;br /&gt;ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan&lt;br /&gt;mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu&lt;br /&gt;proses yang panjang dan menyakitkan. Lima&lt;br /&gt;bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru&lt;br /&gt;sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang&lt;br /&gt;kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang&lt;br /&gt;tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan&lt;br /&gt;barunya dengan penuh energi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga&lt;br /&gt;harus melakukan suatu keputusan yang sangat&lt;br /&gt;berat untuk memulai sesuatu proses&lt;br /&gt;pembaharuan. Kita harus berani dan mau&lt;br /&gt;membuang semua kebiasaan lama yang mengikat,&lt;br /&gt;meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu&lt;br /&gt;yang menyenangkan dan melenakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku&lt;br /&gt;lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi&lt;br /&gt;menggapai tujuan yang lebih baik di masa&lt;br /&gt;depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan&lt;br /&gt;beban lama, membuka diri untuk belajar hal-&lt;br /&gt;hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan&lt;br /&gt;untuk mengembangkan kemampuan kita yang&lt;br /&gt;terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap&lt;br /&gt;masa depan dengan penuh keyakinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Halangan terbesar untuk berubah terletak di&lt;br /&gt;dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa&lt;br /&gt;atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu&lt;br /&gt;menumpulkan asa dan melayukan semangat kita.&lt;br /&gt;Anda adalah elang-elang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus&lt;br /&gt;berubah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source: NO NAME&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4673150921479230263?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4673150921479230263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4673150921479230263' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4673150921479230263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4673150921479230263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/12/kehidupan-sang-elang.html' title='KEHIDUPAN SANG ELANG'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5451715309000617078</id><published>2009-12-08T17:20:00.000+07:00</published><updated>2009-12-08T17:21:13.116+07:00</updated><title type='text'>Di sini operator</title><content type='html'>Waktu saya masih amat kecil, ayah sudah memiliki telepon di rumah kami.&lt;br /&gt;Inilah telepon masa awal, warnanya hitam, di tempelkan di dinding, dan kalau&lt;br /&gt;mau menghubungi operator, kita harus memutar sebuah putaran dan minta&lt;br /&gt;disambungkan dengan nomor telepon lain. Sang operator akan menghubungkan&lt;br /&gt;secara manual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat, saya menemukan bahwa, kalau putaran di putar, sebuah&lt;br /&gt;suara yang ramah, manis, akan berkata : "Operator". Dan si operator ini maha&lt;br /&gt;tahu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu semua nomor telepon orang lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu nomor telepon restoran, rumah sakit, bahkan nomor telepon toko kue&lt;br /&gt;di ujung kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman pertama dengan sang operator terjadi waktu tidak ada seorangpun&lt;br /&gt;dirumah, dan jempol kiri saya terjepit pintu. Saya berputar putar kesakitan&lt;br /&gt;dan memasukkan jempol ini kedalam mulut tatakala saya ingat .... Operator!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera saya putar bidai pemutar dan menanti suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Disini operator..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Jempol saya kejepit pintu..." kata saya sambil menangis. Kini emosi bisa&lt;br /&gt;meluap, karena ada yang mendengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apakah ibumu ada di rumah ? " tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tidak ada orang "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Apakah jempolmu berdarah ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Tidak, cuma warnanya merah, dan sakiiit sekali "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bisakah kamu membuka lemari es? " tanyanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bisa, naik di bangku. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ambillah sepotong es dan tempelkan pada jempolmu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat itu saya selalu menelpon operator kalau perlu sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu tidak bisa menjawab pertanyaan ilmu bumi, apa nama ibu kota sebuah&lt;br /&gt;Negara, tanya tentang matematik. Ia juga menjelaskan bahwa tupai yang saya&lt;br /&gt;tangkap untuk dijadikan binatang peliharaan , makannya kacang atau buah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, burung peliharaan saya mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya telpon sang operator dan melaporkan berita duka cita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendengarkan semua keluhan, kemudian mengutarakan kata kata hiburan yang&lt;br /&gt;biasa diutarakan orang dewasa untuk anak kecil yang sedang sedih. Tapi rasa&lt;br /&gt;belasungkawa saya terlalu besar. Saya tanya : " Kenapa burung yang pintar&lt;br /&gt;menyanyi dan menimbulkan sukacita sekarang tergeletak tidak bergerak di&lt;br /&gt;kandangnya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia berkata pelan : " Karena ia sekarang menyanyi di dunia lain..." Kata -&lt;br /&gt;kata ini tidak tau bagaimana bisa menenangkan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain kali saya telpon dia lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Disini operator "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bagaimana mengeja kata kukuruyuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian ini berlangsung sampai saya berusia 9 tahun. Kami sekeluarga&lt;br /&gt;kemudian pindah kota lain. Saya sangat kehilangan " Disini operator "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tumbuh jadi remaja, kemudian anak muda, dan kenangan masa kecil selalu&lt;br /&gt;saya nikmati. Betapa sabarnya wanita ini. Betapa penuh pengertian dan mau&lt;br /&gt;meladeni anak kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian, saat jadi mahasiswa, saya studi trip ke kota asal.&lt;br /&gt;Segera sesudah saya tiba, saya menelpon kantor telepon, dan minta bagian "&lt;br /&gt;operator "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Disini operator "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara yang sama. Ramah tamah yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tanya : " Bisa ngga eja kata kukuruyuk "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening sebentar. Kemudian ada pertanyaan : "Jempolmu yang kejepit pintu&lt;br /&gt;sudah sembuh kan ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tertawa. " Itu Anda.... Wah waktu berlalu begitu cepat ya "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terangkan juga betapa saya berterima kasih untuk semua pembicaraan&lt;br /&gt;waktu masih kecil. Saya selalu menikmatinya. Ia berkata serius : " Saya yang&lt;br /&gt;menikmati pembicaraan denganmu. Saya selalu menunggu nunggu kau menelpon"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ceritakan bahwa , ia menempati tempat khusus di hati saya. Saya&lt;br /&gt;bertanya apa lain kali boleh menelponnya lagi. " Tentu, nama saya Saly "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan kemudian saya balik ke kota asal. Telpon operator. Suara yang&lt;br /&gt;sangat beda dan asing. Saya minta bicara dengan operator yang namanya Saly.&lt;br /&gt;Suara itu bertanya " Apa Anda temannya ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Ya teman sangat lama "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Maaf untuk kabarkan hal ini, Saly beberapa tahun terakhir bekerja paruh&lt;br /&gt;waktu karena sakit sakitan. Ia meninggal lima minggu yang lalu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya meletakkan telepon, tiba tiba suara itu bertanya : "Maaf,&lt;br /&gt;apakah Anda bernama Johnny ?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya "&lt;br /&gt;" Saly meninggalkan sebuah pesan buat Anda. Dia menulisnya di atas sepotong&lt;br /&gt;kertas, sebentar ya....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia kemudian membacakan pesan Saly :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bilang pada Johnny, bahwa IA SEKARANG MENYANYI DI DUNIA LAIN... Johnny&lt;br /&gt;akan mengerti kata kata ini...."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya meletakkan gagang telepon. Saya tahu apa yang Saly maksudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan sekali sekali mengabaikan, bagaimana Anda menyentuh hidup orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5451715309000617078?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5451715309000617078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5451715309000617078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5451715309000617078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5451715309000617078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/12/di-sini-operator.html' title='Di sini operator'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-8756082799443055680</id><published>2009-12-08T17:16:00.000+07:00</published><updated>2009-12-08T17:17:26.915+07:00</updated><title type='text'>Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali</title><content type='html'>Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ...Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini." Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga di universitas. Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menjawab,tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu,ia berusia 20. Aku 23.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku."Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan membalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diterjemahkan dari "I Cried for My Brother Six Times")&lt;br /&gt;Milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-8756082799443055680?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/8756082799443055680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=8756082799443055680' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8756082799443055680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8756082799443055680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/12/aku-menangis-untuk-adikku-6-kali.html' title='Aku Menangis untuk Adikku 6 Kali'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6140582409869676021</id><published>2009-12-03T18:18:00.000+07:00</published><updated>2009-12-03T18:19:31.008+07:00</updated><title type='text'>8 X 3 = 23</title><content type='html'>Yan Hui adalah murid kesayangan Confusius yang suka belajar, sifatnya baik.&lt;br /&gt;Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko&lt;br /&gt;kain sedang dikerumunin banyak orang.&lt;br /&gt;Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat.&lt;br /&gt;Pembeli berteriak: "3x8 = 23, kenapa kamu bilang 24?&lt;br /&gt;"Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: "Sobat, 3x8 = 24, tidak&lt;br /&gt;usah diperdebatkan lagi".&lt;br /&gt;Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata:&lt;br /&gt;"Siapa minta pendapatmu?&lt;br /&gt;Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah&lt;br /&gt;Confusius yang berhak mengatakan".&lt;br /&gt;Yan Hui: "Baik, jika Confusius bilang kamu salah, bagaimana?"&lt;br /&gt;Pembeli kain: "Kalau Confusius bilang saya salah, kepalaku aku potong&lt;br /&gt;untukmu. Kalau kamu yang salah, bagaimana?"&lt;br /&gt;Yan Hui: "Kalau saya yang salah, jabatanku untukmu". Keduanya sepakat&lt;br /&gt;untuk bertaruh, lalu pergi mencari Confusius.&lt;br /&gt;Setelah Confusius tahu duduk persoalannya, Confusius berkata kepada Yan&lt;br /&gt;Hui sambil tertawa: "3x8 = 23.&lt;br /&gt;Yan Hui, kamu kalah. Kasihkan jabatanmu kepada dia." Selamanya Yan Hui&lt;br /&gt;tidak akan berdebat dengan gurunya.&lt;br /&gt;Ketika mendengar Confusius bilang dia salah, diturunkannya topinya lalu&lt;br /&gt;dia berikan kepada pembeli kain.&lt;br /&gt;Orang itu mengambil topi Yan Hui dan berlalu dengan puas.Walaupun Yan&lt;br /&gt;Hui menerima penilaian Confusius&lt;br /&gt;tapi hatinya tidak sependapat. Dia merasa Confusius sudah tua dan pikun&lt;br /&gt;sehingga dia tidak mau lagi belajar darinya.&lt;br /&gt;Yan Hui minta cuti dengan alasan urusan keluarga. Confusius tahu isi&lt;br /&gt;hati Yan Hui dan memberi cuti padanya.&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, Yan Hui pamitan dan Confusius memintanya cepat&lt;br /&gt;kembali setelah urusannya selesai,&lt;br /&gt;dan memberi Yan Hui dua nasehat : "Bila hujan lebat, janganlah berteduh&lt;br /&gt;di bawah pohon. Dan jangan membunuh."&lt;br /&gt;Yan Hui bilang baiklah lalu berangkat pulang. Di dalam perjalanan tiba2&lt;br /&gt;angin kencang disertai petir,&lt;br /&gt;kelihatannya sudah mau turun hujan lebat. Yan Hui ingin berlindung di&lt;br /&gt;bawah pohon tapi tiba2 ingat nasehat Confusius&lt;br /&gt;dan dalam hati berpikir untuk menuruti kata gurunya sekali lagi. Dia&lt;br /&gt;meninggalkan pohon itu.&lt;br /&gt;Belum lama dia pergi, petir menyambar dan pohon itu hancur. Yan Hui&lt;br /&gt;terkejut, nasehat gurunya yang pertama sudah terbukti.&lt;br /&gt;Apakah saya akan membunuh orang? Yan Hui tiba dirumahnya sudah larut&lt;br /&gt;malam dan tidak ingin mengganggu tidur istrinya.&lt;br /&gt;Dia menggunakan pedangnya untuk membuka kamarnya. Sesampai didepan&lt;br /&gt;ranjang, dia meraba dan mendapati&lt;br /&gt;ada seorang di sisi kiri ranjang dan seorang lagi di sisi kanan. Dia&lt;br /&gt;sangat marah, dan mau menghunus pedangnya.&lt;br /&gt;Pada saat mau menghujamkan pedangnya, dia ingat lagi nasehat Confusius,&lt;br /&gt;jangan membunuh.&lt;br /&gt;Dia lalu menyalakan lilin dan ternyata yang tidur disamping istrinya&lt;br /&gt;adalah adik istrinya.&lt;br /&gt;Pada keesokan harinya, Yan Hui kembali ke Confusius, berlutut dan&lt;br /&gt;berkata: "Guru, bagaimana guru tahu apa yang akan terjadi?"&lt;br /&gt;Confusius berkata: "Kemarin hari sangatlah panas, diperkirakan akan&lt;br /&gt;turun hujan petir,&lt;br /&gt;makanya guru mengingatkanmu untuk tidak berlindung dibawah pohon.&lt;br /&gt;Kamu kemarin pergi dengan amarah dan membawa pedang, maka guru&lt;br /&gt;mengingatkanmu agar jangan membunuh".&lt;br /&gt;Yan Hui berkata: "Guru, perkiraanmu hebat sekali, murid sangatlah kagum."&lt;br /&gt;Confusius bilang: "Aku tahu kamu minta cuti bukanlah karena urusan&lt;br /&gt;keluarga. Kamu tidak ingin belajar lagi dariku.&lt;br /&gt;Cobalah kamu pikir. Kemarin guru bilang 3x8=23 adalah benar, kamu kalah&lt;br /&gt;dan kehilangan jabatanmu.&lt;br /&gt;Tapi jikalau guru bilang 3x8=24 adalah benar, si pembeli kainlah yang&lt;br /&gt;kalah dan itu berarti akan hilang 1 nyawa.&lt;br /&gt;Menurutmu, jabatanmu lebih penting atau kehilangan 1 nyawa yang lebih&lt;br /&gt;penting?"&lt;br /&gt;Yan Hui sadar akan kesalahannya dan berkata : "Guru mementingkan yang&lt;br /&gt;lebih utama, murid malah berpikir guru sudah tua dan pikun.&lt;br /&gt;Murid benar2 malu." Sejak itu, kemanapun Confusius pergi Yan Hui selalu&lt;br /&gt;mengikutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini mengingatkan kita: Jikapun aku bertaruh dan memenangkan&lt;br /&gt;seluruh dunia, tapi aku kehilangan kamu, apalah artinya.&lt;br /&gt;Dengan kata lain, kamu bertaruh memenangkan apa yang kamu anggap adalah&lt;br /&gt;kebenaran, tapi malah kehilangan sesuatu yang lebih penting.&lt;br /&gt;Banyak hal ada kadar kepentingannya.&lt;br /&gt;Janganlah gara2 bertaruh mati2an untuk prinsip kebenaran itu, tapi&lt;br /&gt;akhirnya malah menyesal, sudahlah terlambat.&lt;br /&gt;Banyak hal sebenarnya tidak perlu dipertaruhkan. Mundur selangkah, malah&lt;br /&gt;yang didapat adalah kebaikan bagi semua orang.&lt;br /&gt;Bersikeras melawan pelanggan. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.&lt;br /&gt;(Saat kita kasih sample barang lagi, kita akan mengerti)&lt;br /&gt;Bersikeras melawan boss. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga. (Saat&lt;br /&gt;penilaian bonus akhir tahun, kita akan mengerti)&lt;br /&gt;Bersikeras melawan istri. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.&lt;br /&gt;(Istri tidak mau menghiraukan kamu, semua harus "do it yourself")&lt;br /&gt;Bersikeras melawan teman. Kita menang, tapi sebenarnya kalah juga.&lt;br /&gt;(Bisa-bisa kita kehilangan seorang teman).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6140582409869676021?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6140582409869676021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6140582409869676021' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6140582409869676021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6140582409869676021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/12/8-x-3-23.html' title='8 X 3 = 23'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5038244901777950467</id><published>2009-12-01T10:19:00.000+07:00</published><updated>2009-12-01T10:20:34.847+07:00</updated><title type='text'>Papa</title><content type='html'>Bagi seorang yang sudah dewasa, yang sedang jauh dari orangtua, akan sering merasa kangen dengan mamanya.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan papa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaan setiap hari.&lt;br /&gt;Tapi tahukah kamu, jika ternyata papalah yang mengingatkan mama untuk meneleponmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kecil, mamalah yang lebih sering mendongeng.&lt;br /&gt;Tapi tahukah kamu bhw sepulang papa bekerja dg wajah lelah beliau selalu menanyakan apa yg kamu lakukan seharian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu sakit batuk/pilek, papa kadang membentak "sudah dibilang jangan minum es!".&lt;br /&gt;Tapi tahukah kamu bahwa papa sebetulnya mengkhawatirkanmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu remaja, kamu menuntut utk dpt izin keluar malam. Papa dgn tegas berkata "tidak boleh!"&lt;br /&gt;Sadarkah kamu bhw sebenarnya papa hanya ingin menjagamu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena bagi papa, kamu adalah sesuatu yg sangat berharga.&lt;br /&gt;Saat kamu bisa lebih dipercaya, papapun melonggarkan aturannya&lt;br /&gt;Kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.&lt;br /&gt;Maka yang dilakukan papa adalah menunggu di ruang tamu dengan sangat khawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kamu dewasa, dan harus kuliah di kota lain. Papa harus melepasmu.&lt;br /&gt;Tahukah kamu bhw badan papa terasa kaku utk memelukmu?&lt;br /&gt;Dan papa sangat ingin menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat kamu memerlukan ini-itu, utk keperluan kuliahmu, papa hanya mengernyitkan dahi.&lt;br /&gt;Tapi tanpa menolak, beliau memenuhinya.&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa papamulah yang dg susah payah mencarikan pinjaman/kredit utk segala keperluanmu ?&lt;br /&gt;Sp motor, bea2 sekolah n semua bea2 hidupmu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kamu diwisuda, Papamulah orang pertama yg berdiri dan bertepuk tangan untukmu.&lt;br /&gt;Papa akan tersenyum dan bangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai ketika teman priamu datang utk meminta izin mengambilmu dari papa.&lt;br /&gt;Papa akan sangat berhati-hati dalam memberi izin.&lt;br /&gt;Karena papa tahu, bahwa pria itulah yg akan menggantikan posisinya kelak dikemudian hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya, saat papa melihatmu duduk di pelaminan bersama pria yg dianggapnya pantas menggantikannya, papapun tersenyum bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa kamu tahu, bhw papa sempat pergi ke belakang dan menangis?&lt;br /&gt;Papa menangis karena papa sangat bahagia. Dan iapun berdoa "Ya Alloh Syukur Alhamdulillaaaah, tugasku telah selesai dg baik. Bahagiakan putri kecilku yg manis bersama suaminya, amin3X".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yg sesekali datang utk menjenguknya, dg rambut yg memutih dan badan yg tak lagi kuat utk menjagamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Tenang Santoso (Milis Money Magnet)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5038244901777950467?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5038244901777950467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5038244901777950467' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5038244901777950467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5038244901777950467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/12/papa.html' title='Papa'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5510150643292011966</id><published>2009-11-30T11:58:00.001+07:00</published><updated>2009-11-30T12:02:19.601+07:00</updated><title type='text'>Syukur</title><content type='html'>DENGAN APA KEKAYAAN DIUKUR?&lt;br /&gt;Sekarang saya sangat yakin. Kekayaan bukanlah uang.Kekayaan bukanlah mobil-mobil yang Anda kendarai atau rumah-rumah yang Anda miliki.Kekayaan bukanlah perhiasan Anda, saham, atau simpanan Anda di bank.Sekarang saya percaya kalau kekayaan adalah suatu emosi.Kekayaan adalah suatu perasaan di dalam hati.Lebih tepatnya, kekayaan adalah suatu pandangan, suatu sikap, suatu kepercayaan. Dan ukuran kekayaan yang paling nyata adalah rasa syukur.Teman saya di atas, meskipun seorang multi-jutawan, tapi sangat miskinkarena ia memiliki rasa syukur yang sangat sedikit. Tiadanya rasasyukur berfokus pada apa yang ia tidak miliki; Rasa syukur berfokuspada apa yang Anda miliki.Ingatlah kebenaran yang menguatkan ini: Kekayaan Anda sama dengan RasaSyukur Anda. Dan Rasa Syukur Anda sama dengan Kekayaan Anda.Tapi rasa syukur macam apa yang Anda miliki? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita cari tahu…3 MACAM RASA SYUKUR&lt;br /&gt;Ada tiga tingkatan rasa syukur:- Rasa syukur yang dangkal- Rasa syukur yang sederhana- Rasa syukur yang kudus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa Syukur Yang DangkalIni terjadi ketika Anda bersyukur untuk hal-hal yang besar saja.Anda menang lotere.Anda mendapat sebuah mobil baru.Anda berhasil lulus ujian setelah 9 kali mengulang.Puteri Anda akhirnya menikah pada usia 45.Visa Anda disetujui setelah menunggu selama 16 tahun.Suami Anda yang tidak setia, pengangguran, peminum akhirnya berubah.Bagaimana mungkin Anda tidak mengucap syukur?Setiap orang mulai dengan Rasa Syukur yang Dangkal. Saya menyebutnya dangkal karena perasaan syukur ini akan lebih cepat berlalu.Rasa Syukur yang Dangkal baik. Namun jika Anda ingin sungguh-sungguh bahagia, Anda perlu naik tingkat ke bentuk rasa syukur yang lebih dalam…2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa Syukur Yang SederhanaDalam Rasa Syukur yang Sederhana, Anda bersyukur bahkan untuk hal-hal kecil dalam hidup. Untuk atap yang melindungi kepala Anda, untuk makanan yang bersisa di meja Anda, untuk keluarga yang agakmemusingkan di sekeliling Anda. Hal-hal biasa yang Anda terima.Ingat kalimat terkenal ini?Saya pernah merasa sedih karena tidak punya sepatu, hingga sayabertemu dengan seorang pria yang tidak mempunyai kaki. - NN.Suatu hari, seorang teman mengeluh tentang kerontokan rambut yangdialaminya. Saya mengatakan padanya untuk berpikir positif: rambutnyabukan rontok, tapi dahinya yang bertambah lebar. Ia tidak percaya padasaya dan menjadi semakin depresi.Karena itu saya mengirimkan sms padanya kalimat di atas dengan versiyang sedikit berbeda:Saya pernah merasa sedih karena tidak punya rambut hingga saya bertemuseorang pria yang tidak mempunyai kepala.Saya rasa itu menyadarkannya. Jika Anda harus memilih antara kebotakandan dipenggal, mana yang akan Anda pilih? Sekarang, ia membuat kepalanya mengkilap dan memanggil dirinya sendiriBruce Willis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tahukah Anda bahwa ada sesuatu yang lebih luar biasa daripada Rasa Syukur yang Sederhana? Rasa Syukur Yang Kudus. Dalam Rasa Syukur yang Kudus, Anda bersyukur untuk hidup itu sendiri.Anda bersyukur bahwa Anda hidup.Anda bersyukur bahwa Anda ada.Anda bersyukur bahwa Anda bernafas!Anda bersyukur untuk setiap petualangan dalam hidup sehari-hari, dengan semua naik-turunnya, tinggi-rendahnya, dan lika-likunya. .Rasa syukur macam ini tidak lagi tergantung pada situasi.Dan ada sebuah perbedaan besar antara tahu Anda perlu bersyukur, dankenyataan memiliki setiap sel dalam tubuh Anda yang berseru, Terimakasih! Ini Rasa Syukur yang Kudus.Hal ini merupakan salah satu hal termanis di dunia.Tak satupun dapat menyentuh Anda. Anda merasa damai.Ketika Anda memiliki Rasa Syukur yang Sederhana dan khususnya Rasa Syukur yang Kudus Anda menerima begitu banyak berkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;APAKAH ANDA SEORANG AHLI BERKAT ATAU SEORANG AHLI MASALAH?Mengapa orang-orang yang bersyukur adalah ahli berkat?Alasan pertama: Rasa syukur adalah salah satu bentuk cinta yang palingkuat. Karena itu rasa syukur mengusir ketakutan dalam hidup Anda..Alasan kedua: Karena orang-orang yang bersyukur berfokus padaberkat-berkat dalam hidup mereka, mereka menjadi Ahli-ahli Berkat. Apa maksudnya? Mereka tahu bagaimana bentuk, suara, bau, danrasa sebuah berkat. Karena itu, ketika mereka membuka mata mereka danmelihat sekeliling hidup mereka, mereka akan mencium sebuah berkatyang satu mil jauhnya! Mereka akan menghampiri dan meraihnya.Orang- orang yang tidak bersyukur adalah Ahli-ahli Masalah.Ketika mereka melihat sekeliling hidup mereka, mereka tidak dapatmelihat berkat di depan mata mereka karena mereka tidak tahu bagaimana rupanya.Saya harap Anda menjadi seorang Ahli Berkat.Percayalah, ini sangat mengasikkan!&lt;br /&gt;Semoga impian Anda menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ricardo Bhirawa - Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5510150643292011966?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5510150643292011966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5510150643292011966' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5510150643292011966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5510150643292011966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/11/syukur.html' title='Syukur'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-9059364786947499333</id><published>2009-11-26T10:19:00.001+07:00</published><updated>2009-11-26T10:22:33.462+07:00</updated><title type='text'>Enggan.....</title><content type='html'>Banyak yg ingin SEKUAT baja, tp enggan DITEMPA,&lt;br /&gt;Banyak yg ingin SEHARUM dupa, tp enggan DIBAKAR,&lt;br /&gt;Banyak yg ingin SECEMERLANG emas, tp enggan DILEBUR,&lt;br /&gt;Banyak yg ingin raih KEMENANGAN, tp enggan terima TANTANGAN,&lt;br /&gt;Banyak yg ingin BERGUNA bg dunia, tp enggan BERBAGI,&lt;br /&gt;Banyak yg ingin MENGASIHI, tp enggan MEMAAFKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kapankah Anda memutuskan untuk MAU? Dan tidak lagi enggan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rudi "Momo" Muliyono, C.Ht. - QHI&lt;br /&gt;Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-9059364786947499333?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/9059364786947499333/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=9059364786947499333' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/9059364786947499333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/9059364786947499333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/11/enggan.html' title='Enggan.....'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5057463104242275396</id><published>2009-10-14T10:11:00.000+07:00</published><updated>2009-10-14T10:12:04.797+07:00</updated><title type='text'>KEMBANG BAKUNG</title><content type='html'>Seorang anak sambil menangis kembali ke rumah.&lt;br /&gt;Ia menangis semakin keras ketika bertemu ibunya.&lt;br /&gt;Ia merasa segala usahanya tidak dihiraukan baik oleh&lt;br /&gt;guru maupun teman-teman kelasnya. Ia telah berusaha,&lt;br /&gt;namun seakan-akan usahanya tidak layak dihargai.&lt;br /&gt;Ia menjadi benci akan teman-temannya.&lt;br /&gt;Ia menjadi jengkel pada gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendengar keluhan anaknya, sang ibu bertanya:&lt;br /&gt;"Pernahkah engkau memperhatikan kembang bakung&lt;br /&gt;milik tetangga di lorong jalan ke rumah kita?"&lt;br /&gt;Anak itu menggelengkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bakung itu berkembang setiap pagi dan di akhir&lt;br /&gt;hari kembang bakung tersebut akan layu dan mati.&lt;br /&gt;Namun sebelum mati, ia telah memberikan yang terbaik,&lt;br /&gt;ia telah memancarkan keindahannya. "&lt;br /&gt;Anak itu berhenti menangis dan mendengarkan&lt;br /&gt;dengan penuh hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap hari ia memberikan keindahan yang sama.&lt;br /&gt;Setiap hari ia memberikan keharuman yang sama&lt;br /&gt;walau kadang tak dihiraukan orang.&lt;br /&gt;Keindahannya tak pernah berkurang karena engkau&lt;br /&gt;tak pernah memperhatikannya. Ia tidak pernah bersedih&lt;br /&gt;bila tak diperhatikan orang, karena ia tahu bahwa&lt;br /&gt;dalam hidupnya ia cuman punya satu misi yakni&lt;br /&gt;memberikan keindahan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan...Anak itu pun memahami maksud ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;____________ _________ _________ _________ _________ ______&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembang bakung ibarat seorang guru yang mengajarkan kita hal berikut:&lt;br /&gt;'Hidupmu ada di telapakmu sendiri,&lt;br /&gt;bukannya dalam genggaman tangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5057463104242275396?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5057463104242275396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5057463104242275396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5057463104242275396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5057463104242275396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/10/kembang-bakung.html' title='KEMBANG BAKUNG'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-830431380808685532</id><published>2009-10-07T10:44:00.000+07:00</published><updated>2009-10-07T10:45:14.887+07:00</updated><title type='text'>SEPATU</title><content type='html'>Suatu hari seorang Bapak tua hendak menumpang bis di Orchard Road. Pada saat&lt;br /&gt;ia menginjakkan kaki kirinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas dari&lt;br /&gt;kakinya dan jatuh ke jalan. Lalu pintu segera menutup secara otomatis dan&lt;br /&gt;bis mulai bergerak, sehingga ia tidak sempat memungut sepatu yang terjatuh&lt;br /&gt;tadi. Lalu si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yang sebelah dan&lt;br /&gt;melemparkannya ke luar jendela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda yang duduk di dalam bis itu melihat kejadian itu merasa&lt;br /&gt;heran. Ia lalu memberanikan diri dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku tadi&lt;br /&gt;melihat apa yang anda lakukan, Pak. Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda&lt;br /&gt;yang sebelahnya juga?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bapak tua menjawab, “Supaya siapapun menemukan sepatuku bisa&lt;br /&gt;memanfaatkannya.” Anak muda itu terperanjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Bapak melanjutkan, “Jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin&lt;br /&gt;memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya. Satu sepatu&lt;br /&gt;hilang dan sepatu yang tinggal sebelah tidak akan banyak bernilai bagiku.&lt;br /&gt;Tapi dengan melemparkannya ke luar jendela, sepatu itu akan menjadi hadiah&lt;br /&gt;yang berharga bagi gelandangan yang membutuhkannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkeras mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;Kamu bisa melihat bagaimana paradigma Bapak itu merupakan sesuatu yang&lt;br /&gt;berbeda dan melawan arus dunia. Jim Elliot, seorang misionaris pernah&lt;br /&gt;berkata, “He is no fool who gives what he can’t keep to gain what he can’t&lt;br /&gt;lose.” (Bukahlah suatu kebodohan untuk menyerahkan apa yang tidak bisa&lt;br /&gt;dipertahankan demi mendapatkan apa yang tidak bisa hilang).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by Agustinus Cahyana&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-830431380808685532?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/830431380808685532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=830431380808685532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/830431380808685532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/830431380808685532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/10/sepatu.html' title='SEPATU'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-2902815471623881491</id><published>2009-09-16T12:09:00.001+07:00</published><updated>2009-09-16T12:14:04.381+07:00</updated><title type='text'>Menilai Usaha, Bukan Hasil</title><content type='html'>Sebagai manusia, kita selalu terpaku pada kondisi untuk menilai seseorang berdasarkan hasil. Sedari kecil, kita dinilai untuk hasil ulangan, sekarang ini mungkin kita dinilai berdasarkan hasil prestasi yang kita buat untuk kelangsungan hidup. Ukuran rupiah seakan menjadi patokan penilaian kesuksesan orang, keberhasilan orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal di atas sejujurnya yang membuat kita terindikasi rasa frustasi dan depresi. Kita menjadi merasa tidak berharga tatkala usaha yang kita lakukan hanya menghasilkan jatuh bangun, menghasilkan kepahitan, bahkan sebagian masih tak membawa hasil apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun seringkali akhirnya melakukan hal yang monoton hanya untuk mendapatkan hasil yang dinilai orang patut. Kita akhirnya tidak lagi mengejar apa yang menjadi impian, minat, serta usaha pembaharuan budi yang lebih baik daripada sekadar hasil yang dinilai manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin saya yang seharian hanya nonton film mendapatkan kata-kata yang menarik dari film Pay It Forward (film lama, genre drama yang bagus untuk ditonton, silakan cari resensinya), di mana seorang guru berkata kepada muridnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku menilaimu bukan karena dari hasil saja, aku menilaimu dari usahamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru yang dapat mengatakan hal itu menurut saya luar biasa, karena memang biasanya kita selalu dinilai dari hasil, entah mau usaha dari mana, bahkan usaha yang negatif dan tidak halal bila membuahkan keberhasilan pun menjadi idola.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi menyadari bahwa ada Oknum yang lebih luar biasa yang tidak memandang dan menilai kita berdasarkan hasil. Saya akhirnya bersyukur karena memiliki dan percaya pada Tuhan yang menilai kita berdasarkan usaha. Tatkala orang lain meremehkan peristiwa jatuh bangun, Ia yang senantiasa menopang untuk bangkit. Tatkala dunia hanya berpihak kepada mereka yang kuat, yang kaya, yang pandai, Ia adalah Sahabat yang lemah, miskin, bodoh tetapi senantiasa berusaha dan berserah pada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga diingatkan bila Tuhan tidak menghargai usaha, mungkin tidak akan ada tokoh-tokoh penemu semacam Thomas Alfa Edison yang pada akhirnya akan membuahkan hasil. Mungkin mereka sudah merasa kecil akibat usaha yang tak menghasilkan apa-apa, tetapi nyatanya tidak, Ia yang menghargai usaha dan memberi kekuatan magis agar kita terus berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila saat ini kita merasa kecil karena usaha-usaha yang masih belum membuahkan hasil, jangan menyerah... Ia yang melihat kerja keras bukan hanya karya... Ya... hasil, itu hanya masalah waktu, hasil baik itu hadiah-Nya, hasil buruk itu penghargaan dari-Nya, namun tak akan terjadi bila kita berhenti berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Femi Khirana&lt;br /&gt;Kisah-kisah Inspiratif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-2902815471623881491?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/2902815471623881491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=2902815471623881491' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2902815471623881491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2902815471623881491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/09/menilai-usaha-bukan-hasil.html' title='Menilai Usaha, Bukan Hasil'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-1197250745061110251</id><published>2009-09-06T06:16:00.000+07:00</published><updated>2009-09-06T06:17:12.665+07:00</updated><title type='text'>Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRizal%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.yshortcuts 	{mso-style-name:yshortcuts;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk membopongnya begitu keluar dari mobil.Jadi kubopong ia memasuki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah kami. Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat bahagia.Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kusangka-sangka. Dewi hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cerah.Aku berdiri di balkon dengan Dewi yang sedang merangkulku. Hatiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kubelikan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;menikah,istriku pernah berkata, "Pria sepertimu,begitu sukses,akan menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sangat menarik bagi para gadis."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melepaskan tangan Dewi dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun, aku merasa sangat sulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1252191515_8"&gt;Makan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama.Atau aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan menghidupkan komputer,membayangk an tubuh Dewi.Ini adalah hiburan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan kau lakukan? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika istriku mengunjungi kantorku,Dewi baru saja keluar dari ruanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. . Tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku membaca ada kelukaan di matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, Dewi berkata padaku," He Nang, ceraikan ia, O.K.? Lalu kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, ku pegang tangannya," &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesuatu yang harus kukatakan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimatanya.. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-laki!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; perceraian dimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian. Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi seorang yang asing dalam hidupku.. Akhirnya ia menangis dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak menginginkan apapun dariku,tapi aku harus memberikan waktu sebulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama seperti biasanya. Alasannya sangat sederhana: &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1252191515_9"&gt;Anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; kami akan segera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya sebulan lagi dan ia tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ingin anak kami melihat kehancuran &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1252191515_10"&gt;rumah tangga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; kami.Ia menyerahkan persyaratan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut dan bertanya," He Nang, apakah kamu masih ingat bagaimana aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;katanya, "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan Ini, setiap pagi kamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harus membopongku keluar dari &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1252191515_11"&gt;kamar tidur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; ke pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memberitahukan Dewi soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perceraian itu. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kelihatan salah tingkah. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berjalan 10 meter dengan ia dalam lenganku.Ia memejamkan mata dan berkata dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lembut," Mari kita mulai hari ini,jangan memberitahukan pada anak kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang.Aku melepaskan ia di pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku,kami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati-hati kalau kamu lewat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;sana&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari keempat,ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangan Dewi menjadi samar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati-hati saat memasak,dll. Aku mengangguk. Perasaan kedekatan terasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semakin erat. Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menemukan yang cocok. Lalu ia melihat,"Semua pakaianku kebesaran". Aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersenyum.Tapi tiba-tiba aku menyadarinya sebab ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi , aku merasakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perasaan sakit &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span style="cursor: pointer;" id="lw_1252191515_12"&gt;Tanpa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; sadar ku sentuh kepalanya. Anak kami masuk pada saat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pa,sudah waktunya membopong mama keluar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginya,melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggah ia dilenganku,berjalan dari &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1252191515_13"&gt;kamar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts"&gt;tidur&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, melewati ruang duduk ke teras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami. Tapi ia kelihatan agak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pucat dan kurus, membuatku sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari terakhir,ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berharap kamu akan membopongku sampai kita tua". Aku memeluknya dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begitu mesra".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga. Dewi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuka pintu. Aku berkata padanya," Maaf Dewi, Aku tidak ingin bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maaf, Dewi, Aku cuma bisa bilang maaf padamu,Aku tidak ingin bercerai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasakan nilai-nilai dari kehidupan,bukan disebabkan kami tidak saling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencintai lagi.Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku minta maaf padamu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewi tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam &lt;span class="yshortcuts"&gt;&lt;span id="lw_1252191515_14"&gt;kartu ucapan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tua..."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dari milis Money magney&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-1197250745061110251?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/1197250745061110251/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=1197250745061110251' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1197250745061110251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1197250745061110251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/09/sebelum-kamu-menceraikanku-gendonglah_06.html' title='Sebelum Kamu Menceraikanku, Gendonglah Aku'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-3136359593762417880</id><published>2009-09-02T12:17:00.000+07:00</published><updated>2009-09-02T12:18:26.226+07:00</updated><title type='text'>Ketika Tuhan berkata Tidak</title><content type='html'>Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkan nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku kesabaran.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri ."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.&lt;br /&gt;Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.&lt;br /&gt; Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala kita berpikir bahwa Tuhan tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi-siang-malam, tapi tak ada hasilnya. Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan dan bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaanmengharapk an jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya tanpa susah payah.&lt;br /&gt;Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakkan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.&lt;br /&gt;Kita menginginkan harta yang berkecukupan , namun kebutuhan terus meningkat. Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada Tuhan) dan merengek agar dibelikan es. Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es. Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula dengan Tuhan, segala yang kita minta Tuhan tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini Tuhan mengabulkan nya. Karena Tuhan tahu yang terbaik yang kita tidak tahu. Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"There's a time and place for everything, for everyone. God works in a mysterious way. We wont know what is God plan, but one thing we have to believe God always give us the best way eventhough it will hurt us.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;Wassalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U L I L&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-3136359593762417880?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/3136359593762417880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=3136359593762417880' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3136359593762417880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3136359593762417880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/09/ketika-tuhan-berkata-tidak.html' title='Ketika Tuhan berkata Tidak'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-184552573615453699</id><published>2009-09-02T11:41:00.000+07:00</published><updated>2009-09-02T11:42:40.895+07:00</updated><title type='text'>Kopi asin rasa cinta</title><content type='html'>Seorang pria bertemu dengan seorang gadis di sebuah pesta, si gadis tampil&lt;br /&gt;luar biasa cantiknya, banyak lelaki yang mencoba mengejar si gadis.&lt;br /&gt;Sedangkan si pria sebetulnya tampil biasa saja dan tak ada yang  begitu&lt;br /&gt;memperhatikan dia, tapi pada saat pesta selesai dia memberanikan diri&lt;br /&gt;mengajak si gadis untuk sekedar mencari minuman hangat. si gadis agak&lt;br /&gt;terkejut, tapi karena kesopanan si pria itu, si gadis mengiyakan ajakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan mereka berdua akhirnya duduk di sebuah coffee shop, tapi si pria sangat&lt;br /&gt;gugup untuk berkata apa-apa suasana hening ini  berlangsung cukup lama, dan&lt;br /&gt;akhirnya si gadis mulai merasa tidak nyaman dan berkata, "Kita pulang aja&lt;br /&gt;yuk...?!?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tiba-tiba si pria meminta sesuatu pada sang pramusaji, "Bisa minta&lt;br /&gt;garam buat kopi saya?" Semua orang yang mendengar memandang dengan heran  ke&lt;br /&gt;arah si pria, aneh sekali!!. Wajahnya berubah merah, tapi tetap saja dia&lt;br /&gt;memasukkan garam tersebut ke dalam kopinya dan meminumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si gadis dengan penasaran bertanya, "Kenapa kamu bisa  punya hobi seperti&lt;br /&gt;ini?", si pria menjawab, "Ketika saya kecil, saya tinggal di daerah pantai&lt;br /&gt;dekat laut, saya suka bermain di laut, saya dapat merasakan rasanya laut,&lt;br /&gt;asin dan sedikit menggigit, sama seperti kopi asin ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap saya minum kopi asin, saya selalu ingat masa kanak-kanak saya,&lt;br /&gt;ingat kampung halaman, saya sangat rindu kampung halaman saya, saya kangen&lt;br /&gt;kepada orang tua saya yang masih tinggal di sana."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu berkata kalimat terakhir, mata si pria mulai berkaca-kaca, dan si&lt;br /&gt;gadis sangat tersentuh akan perasaan tulus dari ucapan pria di hadapannya&lt;br /&gt;itu... Si gadis berpikir bila seorang pria dapat bercerita bahwa ia rindu&lt;br /&gt;kampung halamannya, pasti pria itu mencintai rumahnya, perduli akan rumahnya&lt;br /&gt;dan mempunyai tanggung jawab terhadap rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian si gadis juga mulai berbicara, bercerita juga tentang kampung&lt;br /&gt;halamannya nun jauh di sana, masa kecilnya, dan keluarganya. Suasana kaku&lt;br /&gt;langsung berubah menjadi sebuah perbincangan yang hangat juga akhirnya&lt;br /&gt;menjadi sebuah awal yang indah dalam cerita mereka berdua. Mereka akhirnya&lt;br /&gt;berpacaran. Si gadis akhirnya menemukan bahwa si pria itu adalah seorang&lt;br /&gt;lelaki yang dapat memenuhi segala permintaannya, dia sangat perhatian,&lt;br /&gt;berhati baik, hangat, sangat perduli. Betul-betul seseorang yang sangat&lt;br /&gt;baik. Si gadis hampir saja kehilangan seorang lelaki seperti itu! Untung ada&lt;br /&gt;kopi asin!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian cerita berlanjut seperti layaknya setiap cerita yang indah, si&lt;br /&gt;gadis menikah dengan si pria dan mereka hidup bahagia selamanya, dan setiap&lt;br /&gt;saat si gadis membuat kopi untuk si pria, ia membubuhkan garam di dalamnya,&lt;br /&gt;karena ia tahu bahwa itulah yang disukai oleh pangerannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 40 tahun, si pria meninggal dunia, dan meninggalkan sebuah surat&lt;br /&gt;yang berkata, "Sayangku yang tercinta, mohon maafkan saya, maafkan kalau&lt;br /&gt;seumur hidupku adalah dusta belaka. Hanya sebuah kebohongan yang aku&lt;br /&gt;katakan padamu ..... tentang kopi asin. Ingat sewaktu kita pertama kali&lt;br /&gt;jalan bersama? Saya sangat gugup waktu itu, sebenarnya saya ingin minta gula&lt;br /&gt;tapi malah berkata garam. Sulit sekali bagi saya untuk merubahnya karena&lt;br /&gt;kamu pasti akan tambah merasa tidak nyaman, jadi saya maju terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak pernah terpikir bahwa hal itu ternyata menjadi awal komunikasi&lt;br /&gt;kita! Saya mencoba untuk berkata sejujurnya selama ini, tapi saya terlalu&lt;br /&gt;takut melakukannya, karena saya telah berjanji untuk tidak membohongimu&lt;br /&gt;untuk suatu apa pun. Sekarang saya sekarat, saya tidak takut apa-apa lagi&lt;br /&gt;jadi saya katakan padamu yang sejujurnya, saya tidak suka kopi asin,&lt;br /&gt;betul-betul aneh dan rasanya tidak enak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya selalu dapat kopi asin seumur hidupku sejak bertemu denganmu, dan&lt;br /&gt;saya tidak pernah sekalipun menyesal untuk segala sesuatu yang saya lakukan&lt;br /&gt;untukmu. Memilikimu adalah kebahagiaan terbesar dalam seluruh hidupku. Bila&lt;br /&gt;saya dapat hidup untuk kedua kalinya, saya tetap ingin bertemu kamu lagi dan&lt;br /&gt;memilikimu seumur hidupku, meskipun saya harus&lt;br /&gt; meminum kopi asin itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata si gadis betul-betul membuat surat itu menjadi basah. Kemudian hari&lt;br /&gt;bila ada seseorang yang bertanya padanya, apa rasanya minum kopi pakai&lt;br /&gt;garam? Si gadis pasti menjawab dengan yakin, "Rasanya manis !! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ ===&lt;br /&gt;Kadang anda merasa anda mengenal seseorang lebih baik dari orang lain, tapi&lt;br /&gt;hanya untuk menyadari bahwa pendapat anda tentang seseorang itu bukan&lt;br /&gt;seperti yang anda gambarkan. Sama seperti kejadian kopi asin tadi. Tambahkan&lt;br /&gt;Cinta dan Kurangi Benci karena terkadang garam terasa lebih manis daripada&lt;br /&gt;gula. Hidup adalah sebuah seni hidup yang teramat indah, Nikmatilah dengan&lt;br /&gt;tanggung jawab dan rasa syukur,  apapun kelebihan dan kekurangan orang orang&lt;br /&gt;di sekitar anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis money magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-184552573615453699?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/184552573615453699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=184552573615453699' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/184552573615453699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/184552573615453699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/09/kopi-asin-rasa-cinta.html' title='Kopi asin rasa cinta'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-253283430967455121</id><published>2009-09-01T16:22:00.001+07:00</published><updated>2009-09-01T16:22:57.262+07:00</updated><title type='text'>"Alergi Hidup"</title><content type='html'>Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan&lt;br /&gt;hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau.&lt;br /&gt;Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit..".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu&lt;br /&gt;sebabnya saya ingin mati".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu&lt;br /&gt;sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". Ya, kamu alergi terhadap&lt;br /&gt;kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan&lt;br /&gt;norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir&lt;br /&gt;terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat,&lt;br /&gt;kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang&lt;br /&gt;penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit.&lt;br /&gt;Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil&lt;br /&gt;itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi&lt;br /&gt;dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin&lt;br /&gt;mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin&lt;br /&gt;sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin&lt;br /&gt;hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini...&lt;br /&gt;Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau&lt;br /&gt;minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan&lt;br /&gt;tenang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia&lt;br /&gt;datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang&lt;br /&gt;satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun.&lt;br /&gt;Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan&lt;br /&gt;senang hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang&lt;br /&gt;disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak&lt;br /&gt;pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu&lt;br /&gt;malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam&lt;br /&gt;masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran&lt;br /&gt;Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir.&lt;br /&gt;Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil&lt;br /&gt;makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia&lt;br /&gt;mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu" . Sekali lagi,&lt;br /&gt;karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan&lt;br /&gt;manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.&lt;br /&gt;Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan&lt;br /&gt;pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih&lt;br /&gt;tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir&lt;br /&gt;kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah&lt;br /&gt;pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa&lt;br /&gt;aneh sekali dan berkata : "Sayang..., apa yang terjadi hari ini ? Selama&lt;br /&gt;ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya&lt;br /&gt;pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap mereka pun&lt;br /&gt;langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang&lt;br /&gt;terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di&lt;br /&gt;sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai&lt;br /&gt;terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia&lt;br /&gt;mulai menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di&lt;br /&gt;beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya&lt;br /&gt;sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku&lt;br /&gt;selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah,&lt;br /&gt;maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi&lt;br /&gt;sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana&lt;br /&gt;dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru&lt;br /&gt;langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja botol&lt;br /&gt;itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian,&lt;br /&gt;apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja,&lt;br /&gt;maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu,&lt;br /&gt;keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah&lt;br /&gt;bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan&lt;br /&gt;merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah&lt;br /&gt;jalan menuju ketenangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke&lt;br /&gt;rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih&lt;br /&gt;mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebabnya, ia selalu bahagia..., selalu tenang..., selalu Hidup........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-253283430967455121?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/253283430967455121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=253283430967455121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/253283430967455121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/253283430967455121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/09/alergi-hidup.html' title='&quot;Alergi Hidup&quot;'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4474350460586321133</id><published>2009-08-30T00:40:00.001+07:00</published><updated>2009-08-30T00:48:32.755+07:00</updated><title type='text'>LUKA TIDAK PERNAH BISA TERHAPUSKAN</title><content type='html'>Ada seorang anak lelaki, memiliki hati yang baik, namun memiliki suatu kelemahan, yaitu sifat amat pemarah, dan setiap kali dia marah, selalu mengucapkan kata-kata kasar. Melihat hal itu, amat sedihlah orang tuanya. Lalu berusaha dengan sejuta nasehat, namun terasa sia-sia, karena anak itu tetap saja sia-sia, pada setiap kali anak itu marah, tetap anak itu mengucapkan kata-kata kasar yang melukai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, sang ayah menghampiri sang anak saat di belakang rumah, membawa selembar papan polos bersih, beberapa buah paku, dan sebuah palu, lalu sang ayah berkata, "Nak, setiap kali kamu marah, kamu ambillah paku ini, lalu kamu pukulkan paku ini ke papan polos ini,lampiaskanlah kemarahanmu pada papan ini, sampai marahmu reda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu anak itu melakukan seperti apa yang ayahnya katakan, setiap marah anak itu marah, dia berlari ke belakang rumah, kemudian memukul paku itu sekuat-kuatnya ke papan itu sampai kemarahannya reda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah seminggu sang ayah memanggil sang anak ke belakang rumah dan berkata kepada sang anak, "Anakku, sekarang kamu cabutkan paku-paku yang telah kamu tancapkan itu."&lt;br /&gt;Lalu sang anak mencabut paku itu dan berkata kepada sang ayah, "Ayah, susah sekali paku ini dicabut."&lt;br /&gt;Lalu sang ayah berkata, "Kamu merasa susah, itulah kesusahan kita untuk bisa menahan marah dan berdamai dengan orang yang telah kita marahi."&lt;br /&gt;Lanjut sang ayah lagi, "Nach sekarang kamu lihat bekas yang ada khan, itulah luka-luka yang kamu timbulkan saat kamu memarahi orang itu. Setiap kemarahan, pasti akan menimbulkan luka bagi orang lain. Semakin besar kemarahan kamu, semakin dalam paku kamu tancapkan, semakin susah kamu mencabutnya, itu artinya semakin susah kamu berdamai dan semakin besar luka yang kamu tinggalkan. Nach anakku, belajarlah menahan amarah dan emosi. Diamlah pada saat marah, sehingga kemarahan tidak menimbulkan luka pada orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fr : Franklin Filbert Irwan&lt;br /&gt;Dari milis kisah2 inspiratif&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4474350460586321133?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4474350460586321133/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4474350460586321133' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4474350460586321133'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4474350460586321133'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/luka-tidak-pernah-bisa-terhapuskan.html' title='LUKA TIDAK PERNAH BISA TERHAPUSKAN'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4995231650056403544</id><published>2009-08-28T09:33:00.000+07:00</published><updated>2009-08-28T09:34:20.545+07:00</updated><title type='text'>Forgiveness Is The True Healer</title><content type='html'>Salam semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit mo sharing ttg acara tv 'Masihkah kau mencintaiku' .&lt;br /&gt;Pada episod kali ini sungguh memberikan sebuah pencerahan dan pemahaman&lt;br /&gt;makna memaafkan,&lt;br /&gt;terutama bagi kita2 yg masih memiliki orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas 'masalah' di acara tsb :&lt;br /&gt;Masalah muncul dimana org tua (ibu) dari si suami dikirim ke Panti Wedha&lt;br /&gt;(jompo) atas usulan sang&lt;br /&gt;istri karena merasa tidak mampu menjaga/merawat sang ibu mertua (lumpuh)&lt;br /&gt;lagi karena keterbatasan&lt;br /&gt;waktunya, kerja dari pagi hingga sore, pulang mengurus anak dan suami.&lt;br /&gt;Sang suami merasa kasihan&lt;br /&gt;ke ibunya namun tidak kuasa juga mencegah. Ternyata disini si suami&lt;br /&gt;berpenghasilan lebih rendah&lt;br /&gt;dari si istri. Terjadi konflik di diri sang suami, 1 sisi merasa tak&lt;br /&gt;kuasa 'melawan' sang istri namun 1 sisi&lt;br /&gt;lagi merasa kasihan memikirkan ibunya di panti tsb. Sementara sang istri&lt;br /&gt;tidak mau dipersalahkan&lt;br /&gt;dalam hal ini. Dan karena tidak adanya komunikasi yg baik, akhirnya&lt;br /&gt;timbul masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai disini saya mengambil hikmah bahwa betapa pentingnya komunikasi&lt;br /&gt;antara suami istri, yang&lt;br /&gt;dilandasi dengan keterbukaan, menanggalkan semua ego masing2, dan mau&lt;br /&gt;saling menghargai.&lt;br /&gt;Apalagi jika ada kaitannya dengan orangtua kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya di acara tsb pada sesi akhir dihadirkan sang ibu mertua yang&lt;br /&gt;ternyata sangat bijaksana.&lt;br /&gt;Dia mengatakan bahwa walaupun dia sebenarnya lebih memilih tinggal&lt;br /&gt;bersama anak cucunya,&lt;br /&gt;tapi dengan melihat sikon di keluarga anaknya, dia rela berada di panti&lt;br /&gt;jompo. Dia tidak menyalahkan&lt;br /&gt;menantunya, dia memaklumi sgala kesibukannya, dan dia meminta anaknya&lt;br /&gt;agar akur kembali dgn sang istri.&lt;br /&gt;Seorang ibu yg sangat mandiri dan tidak mau merepotkan anak2nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah sang ibu mengeluarkan seluruh isi hatinya dan&lt;br /&gt;pengharapannya, akhirnya seluruh&lt;br /&gt;keluarga 'tersadarkan' akan keegoan masing2 dan mau saling memaafkan&lt;br /&gt;satu sama lain dgn penuh&lt;br /&gt;linangan airmata tak terkecuali para penonton, pembawa acara, dan para&lt;br /&gt;advisor juga hanyut&lt;br /&gt;dalam perasaan haru...termasuk saya...hehe&lt;br /&gt;Begitu ampuhnya 'memaafkan' tsb dan merupakan hal yang sangat mudah&lt;br /&gt;dilakukan sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pemelajaran berharga bagi kita2 semua, khususnya bagi mereka2 yg&lt;br /&gt;memiliki hubungan&lt;br /&gt;  yg kurang harmonis dg mertua. Bagaimanapun orangtua WAJIB dihargai dan&lt;br /&gt;dihormati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note :&lt;br /&gt;Hanya tidak tahu apakah "uap" mereka berhasil dikeluarkan semua dan&lt;br /&gt;tekanan sudah hilang seperti&lt;br /&gt;yang dijelaskan Pak Adi WG dalam artikelnya "Forgiveness Is The True&lt;br /&gt;Healer" ... hehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi S&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4995231650056403544?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4995231650056403544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4995231650056403544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4995231650056403544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4995231650056403544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/forgiveness-is-true-healer.html' title='Forgiveness Is The True Healer'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-3470515218304625631</id><published>2009-08-26T09:22:00.000+07:00</published><updated>2009-08-26T09:23:45.644+07:00</updated><title type='text'>Kesetiaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:sans-serif;font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pagi itu klinik sangat sibuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-an datang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1251253107_0"&gt;Saya&lt;/span&gt; menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik ke jam tangannya.Saya merasa kasihan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jadi ketika sedang luang saya sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pekerjaan yang tidak terlalu sulit, sehingga atas persetujuan dokter, saya putuskan untuk melakukannya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sambil menangani lukanya, saya bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lelaki tua itu menjawab Tidak, dia hendak ke rumah jompo untuk makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Lalu saya bertanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya sangat terkejut dan berkata, Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia tersenyum sambil tangannya menepuk tangan saya dan berkata: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Dia memang tidak mengenali saya, tetapi saya masih mengenali dia, kan?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saya terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tangan saya masih tetap merinding. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cinta kasih seperti itulah yang saya mau dalam hidupku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1251253107_1"&gt;Cinta sejati&lt;/span&gt; adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;melainkan mereka dapat berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;- Anonymous -&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiriman dari seorang teman&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-3470515218304625631?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/3470515218304625631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=3470515218304625631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3470515218304625631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3470515218304625631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/kesetiaan.html' title='Kesetiaan'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-3054858841915642589</id><published>2009-08-07T09:49:00.000+07:00</published><updated>2009-08-07T09:50:18.311+07:00</updated><title type='text'>APA YANG KITA SOMBONGKAN?</title><content type='html'>Seorang pria yang bertamu ke rumah Sang Guru tertegun keheranan. Dia melihat&lt;br /&gt;Sang Guru sedang sibuk bekerja; ia mengangkuti air dengan ember dan menyikat&lt;br /&gt;lantai rumahnya keras-keras. Keringatnya bercucuran deras. Menyaksikan&lt;br /&gt;keganjilan ini orang itu bertanya, "Apa yang sedang Anda lakukan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Guru menjawab, "Tadi saya kedatangan serombongan tamu yang meminta&lt;br /&gt;nasihat. Saya memberikan banyak nasihat yang bermanfaat bagi mereka. Mereka&lt;br /&gt;pun tampak puas sekali. Namun, setelah mereka pulang tiba-tiba saya merasa&lt;br /&gt;menjadi orang yang hebat. Kesombongan saya mulai bermunculan. Karena itu,&lt;br /&gt;saya melakukan ini untuk membunuh perasaan sombong saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sombong adalah penyakit yang sering menghinggapi kita semua, yang&lt;br /&gt;benih-benihnya terlalu kerap muncul tanpa kita sadari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat terbawah, sombong disebabkan oleh faktor MATERI. Kita merasa&lt;br /&gt;lebih kaya, lebih rupawan, dan lebih terhormat daripada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat kedua, sombong disebabkan oleh faktor KECERDASAN. Kita merasa&lt;br /&gt;lebih pintar, lebih kompeten, dan lebih berwawasan dibandingkan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tingkat ketiga, sombong disebabkan oleh faktor KEBAIKAN. Kita sering&lt;br /&gt;menganggap diri kita lebih bermoral, lebih pemurah, dan lebih tulus&lt;br /&gt;dibandingkan dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik, semakin tinggi tingkat kesombongan, semakin sulit pula kita&lt;br /&gt;mendeteksinya. Sombong karena materi sangat mudah terlihat, namun sombong&lt;br /&gt;karena pengetahuan, apalagi sombong karena kebaikan, sulit terdeteksi karena&lt;br /&gt;seringkali hanya berbentuk benih-benih halus di dalam batin kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akar dari kesombongan ini adalah ego yang berlebihan. Pada tataran yang&lt;br /&gt;lumrah, ego menampilkan dirinya dalam bentuk harga diri (self-esteem) dan&lt;br /&gt;kepercayaan diri (self-confidence) . Akan tetapi, begitu kedua hal ini&lt;br /&gt;berubah menjadi kebanggaan (pride), Anda sudah berada sangat dekat dengan&lt;br /&gt;kesombongan. Batas antara bangga dan sombong tidaklah terlalu jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sebenarnya terdiri dari dua kutub, yaitu EGO di satu kutub dan&lt;br /&gt;KESADARAN sejati di lain kutub. Pada saat terlahir ke dunia, kita dalam&lt;br /&gt;keadaan telanjang dan tak punya apa-apa. Akan tetapi, seiring dengan waktu,&lt;br /&gt;kita mulai memupuk berbagai keinginan, lebih dari sekadar yang kita butuhkan&lt;br /&gt;dalam hidup. Keenam indra kita selalu mengatakan bahwa kita memerlukan lebih&lt;br /&gt;banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan hidup cenderung menggiring kita menuju kutub ego. Ilusi ego&lt;br /&gt;inilah yang memperkenalkan kita kepada dualisme ketamakan (ekstrem suka) dan&lt;br /&gt;kebencian (ekstrem tidak suka). Inilah akar dari segala permasalahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan melawan kesombongan merupakan perjuangan menuju KESADARAN sejati.&lt;br /&gt;Untuk bisa melawan kesombongan dengan segala bentuknya, ada dua perubahan&lt;br /&gt;paradigma yang perlu kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita perlu menyadari bahwa pada hakikatnya kita bukanlah MAKHLUK&lt;br /&gt;FISIK, tetapi MAKHLUK SPIRITUAL. Kesejatian kita adalah spiritualitas,&lt;br /&gt;sementara tubuh fisik hanyalah sarana untuk hidup di dunia. Kita lahir&lt;br /&gt;dengan tangan kosong, dan (ingat!) kita pun akan mati dengan tangan kosong.&lt;br /&gt;Pandangan seperti ini akan membuat kita melihat semua makhluk dalam&lt;br /&gt;kesetaraan universal. Kita tidak akan lagi terkelabui oleh penampilan,&lt;br /&gt;label, dan segala "tampak luar" lainnya. Yang kini kita lihat adalah "tampak&lt;br /&gt;dalam". Pandangan seperti ini akan membantu menjauhkan kita dari berbagai&lt;br /&gt;kesombongan atau ilusi ego.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita perlu menyadari bahwa apa pun perbuatan baik yang kita lakukan,&lt;br /&gt;semuanya itu semata-mata adalah juga demi diri kita sendiri. Kita memberikan&lt;br /&gt;sesuatu kepada orang lain adalah juga demi kita sendiri. Dalam hidup ini&lt;br /&gt;berlaku hukum kekekalan energi. Energi yang kita berikan kepada dunia tak&lt;br /&gt;akan pernah musnah. Energi itu akan kembali kepada kita dalam bentuk yang&lt;br /&gt;lain. Kebaikan yang kita lakukan pasti akan kembali kepada kita dalam bentuk&lt;br /&gt;persahabatan, cinta kasih, makna hidup, maupun kepuasan batin yang mendalam.&lt;br /&gt;Jadi, setiap berbuat baik kepada pihak lain, kita sebenarnya sedang berbuat&lt;br /&gt;baik kepada diri kita sendiri. Kalau begitu, apa yang kita sombongkan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-3054858841915642589?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/3054858841915642589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=3054858841915642589' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3054858841915642589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3054858841915642589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/apa-yang-kita-sombongkan.html' title='APA YANG KITA SOMBONGKAN?'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-857816401052936477</id><published>2009-08-01T08:51:00.001+07:00</published><updated>2009-08-01T08:51:43.871+07:00</updated><title type='text'>Senyum Dua Jari</title><content type='html'>Pujian dapat menghemat uang kita, mempererat hubungan dan menciptakan kebahagiaan. Kita perlu lebih sering menaburnya ke sekitar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang paling sulit untuk kita puji adalah diri kita sendiri. Saya dibesarkan utk percaya bahwa memuji diri sendiri akan membuat kita menjadi besar kepala. Bukan begitu. Yang benar adalah menjadi besar hati. Memuji kualitas baik dari diri kita sendiri berarti membesarkan hati dengan cara yang positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat saya masih seorang mahasiswa, guru meditasi pertama saya memberikan sebuah nasihat untuk dipraktekkan.Awalnya beliau menanyakan apa yang pertama-tama saya lakukan begitu bangun pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pergi ke kamar mandi," kata saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apa ada sebuah cermin di kamar mandimu?" tanya beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagus," katanya. "Nah setiap pagi, bahkan sebelum kamu menggosok gigi, saya ingin kamu menatap cermin dan tersenyum pada dirimu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak !" Saya mulai protes. "Saya ini mahasiswa. Kadang-kadang saya tidur sangat larut dan bangun pagi-pagi dengan perasaan kurang enak. Pada pagi-pagi tertentu bahkan saya ngeri melihat wajah saya sendiri, boro-boro tersenyum."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau terkekeh, menatap mata saya dan berkata, " Jika kamu tidak bisa tersenyum secara alami, kamu dapat memakai dua jarimu, taruh di kedua sudut mulut, dan tekanlah ke atas. Seperti ini," Beliau menunjukkan caranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau jadi terlihat menggelikan. Saya terkekeh-kekeh melihatnya. Beliau menyuruh saya untuk mencobanya, dan saya menurutinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pagi berikutnya, saya mnarik turun diri saya dari tempat tidur, melangkah terhuyung-huyung ke kamar mandi. Saya menatap diri saya di cermin. "Urrrgh!" Itu bukan pemandangan yang manis. Sebuah senyum alami tidak bisa muncul. Jadi saya meletakkan dua jari telunjuk di sudut mulut dan menekannya ke atas. Lantas saya melihat seorang mahasiswa muda bodoh menampilkan wajah tololnya di cermin, dan saya tak tahan untuk tidak tersenyum. Begitu muncul sebuah senyum alami, saya melihat mahasiswa di cermin tersenyum kepada saya. Saya pun tersenyum lebih lebar lagi, dan orang yang di cermin pun membalas dengan senyuman yang lebih lebar juga. Dalam beberapa detik, kami mengakhirinya dengan tertawa bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus mempraktekkan nasihat itu setiap pagi selama 2 tahun. Setiap pagi, tak peduli bagaimana perasaan saya saat bangun, saya segera tertawa begitu melihat diri saya di cermin, biasanya sih dengan bantuan dua jari. Sekarang orang bilang saya banyak senyum. Barangkali itu karena otot-otot di sekitar mulut saya menetap dalam posisi seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mencoba trik dua jari kapan saja, terutama bermanfaat ketika kita merasa sakit, bosan atau tertekan. Tertawa telah terbukti bisa melepaskan hormon endorphin ke dalam aliran darah kita, yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh kita dan membuat kita merasa bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu akan membantu kita melihat 998 bata bagus di tembok kita, bukan hanya dua bata jelek. Dan tertawa membuat kita terlihat rupawan. Itulah sebabnya kadang saya menyebut vihara kami di Perth sebagai "salon kecantikan Ajahn Brahm"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disalin dari buku Membuka Pintu Hati oleh Ajahn Brahm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-857816401052936477?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/857816401052936477/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=857816401052936477' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/857816401052936477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/857816401052936477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/senyum-dua-jari.html' title='Senyum Dua Jari'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-1679682186756454348</id><published>2009-08-01T08:44:00.000+07:00</published><updated>2009-08-01T08:46:03.772+07:00</updated><title type='text'>Kenikmatan dan Keindahan dalam Kesederhanaan</title><content type='html'>Ada keindahan dalam hal2 yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi ada seekor cicak yang sedang kasmaran dan mengejar betinanya, ada daun kuning jatuh dari pohon besar, ada pula segelas air putih yang nikmat sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya puas pada kesuksesan besar, keberhasilan yang hingar bingar, keuntungan yang berlimpah. Tapi pernahkah kita menikmati keindahan pada hal2 yang sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enaknya bakso tempat SMA kita dulu, murah, gurih, nikmat, dan penuh keceriaan. Makanan ter enak adalah makanan dekat sekolah kita dulu, terutama bakso, dan juga, ada nostalgia disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya matahari pagi, sedapnya bau tanah yang terguyur hujan, indahnya tawa para pedagang asongan. Lucunya anak2 kecil di kebon binatang, walaupun bau tahi gajah menyenggrang hidung. Gembiranya pembantu yang mau pulang lebaran ketika kita beri baju bekas kita. Adakah hal2 kecil ini membuat anda bahagia? Apakah "inner joy" anda bersorak sorai, ataukah sudah tidak ada lagi "keceriaan nurani" ini dalam kehidupan anda?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan bukanlah hanya berisi sederetan rekor kesuksesan dan tonggak tonggak sejarah yang kita taklukkan, tetapi juga berisi rentetan kesederhanaan yang indah dan penuh arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu saya ke Selecta, sebuah tempat wisata yang sudah 28 tahun tidak pernah saya kunjungi di kota Batu, Malang, Jawa Timur, dan kembali banyak kenangan indah ketika SMA dulu... Ada kenangan, ada kegembiraan rakyat, ada kesederhanaan yang menawan, masih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenikmatan itu murah, dan mudah, kalau kita tahu bagaimana cara menikmati hidup ini. Kita tidak perlu tersandera oleh dogma kehidupan yang harus mendewakan sukses, jabatan, dan materi. Tapi merasakan rasa indah dalam kesederhanaan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin telah terjadi tujuh puluh dua hal kecil yang indah yang anda lalui hari ini, tetapi mata anda tertutup pada satu proyek yang tidak juga goal itu... Mengapa tidak mencoba mebuka mata kita? Kita bagaikan orang yang berada didalam bus yang melewati jalan2 yang luar biasa indah pemandangannya, tetapi kita tutup gorden penutup jendela bus, sehingga apapun tidak terlihat dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesedihan dan kegagalan pun merupakan sebagian dari perjalanan kehidupan yang dapat kita imani, dan amini. Biarkan kesedihan itu hinggap sebentar dihati, tapi janga biarkan ia berlama lama disana. Kembalilah melihat keindahan dan kenikmatan kecil yang dapat anda syukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasakan apapun yang anda lalui, karena hidup ini cuma perjalanan saja. Dan bagaimana kita memilih cara kita memandang hidup ini, adalah hak kita sendiri. Cobalah menikmati kesederhanaan keindahan itu dan menjalani dengan penuh rasa. Nikmati kehidupan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Tanadi Santoso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-1679682186756454348?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/1679682186756454348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=1679682186756454348' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1679682186756454348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1679682186756454348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/kenikmatan-dan-keindahan-dalam.html' title='Kenikmatan dan Keindahan dalam Kesederhanaan'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-926359830928131774</id><published>2009-08-01T08:37:00.000+07:00</published><updated>2009-08-01T08:38:14.321+07:00</updated><title type='text'>Ayahku tukang batu</title><content type='html'>Action &amp;amp; Wisdom Motivation Training&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wo ba ba shi jian zhu gong ren"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, sebuah keluarga sederhana memiliki seorang&lt;br /&gt;putri yang menginjak remaja. Sang ayah bekerja sebagai&lt;br /&gt;tukang batu di sebuah perusahaan kontraktor besar di&lt;br /&gt;kota itu. Sayang, sang putri merasa malu dengan ayahnya.&lt;br /&gt;Jika ada yang bertanya tentang pekerjaan ayahnya,&lt;br /&gt;dia selalu menghindar dengan memberi jawaban yang&lt;br /&gt;tidak jujur. "Oh, ayahku bekerja sebagai petinggi di&lt;br /&gt;perusahaan kontraktor," katanya, tanpa pernah menjawab&lt;br /&gt;bekerja sebagai apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si putri lebih senang menyembunyikan keadaan&lt;br /&gt;yang sebenarnya. Ia sering berpura-pura menjadi anak&lt;br /&gt;dari seorang ayah yang bukan bekerja sebagai&lt;br /&gt;tukang batu. Melihat dan mendengar ulah anak&lt;br /&gt;semata wayangnya, sang ayah bersedih. Perkataan dan&lt;br /&gt;perbuatan anaknya yang tidak jujur dan mengingkari&lt;br /&gt;keadaan yang sebenarnya telah melukai hatinya.&lt;br /&gt;Hubungan di antara mereka jadi tidak harmonis.&lt;br /&gt;Si putri lebih banyak menghindar jika bertemu&lt;br /&gt;dengan ayahnya. Ia lebih memilih mengurung diri di&lt;br /&gt;kamarnya yang kecil dan sibuk menyesali keadaan.&lt;br /&gt;"Sungguh Tuhan tidak adil kepadaku, memberiku ayah&lt;br /&gt;seorang tukang batu," keluhnya dalam hati.&lt;br /&gt;Melihat kelakuan putrinya, sang ayah memutuskan untuk&lt;br /&gt;melakukan sesuatu. Maka, suatu hari, si ayah mengajak&lt;br /&gt;putrinya berjalan berdua ke sebuah taman, tak jauh&lt;br /&gt;dari rumah mereka. Dengan setengah terpaksa, si putri&lt;br /&gt;mengikuti kehendak ayahnya.&lt;br /&gt;Setelah sampai di taman, dengan raut penuh senyuman,&lt;br /&gt;si ayah berkata,&lt;br /&gt;"Anakku, ayah selama ini menghidupi dan membiayai&lt;br /&gt;sekolahmu dengan bekerja sebagai tukang batu.&lt;br /&gt;Walaupun hanya sebagai tukang batu, tetapi ayah adalah&lt;br /&gt;tukang batu yang baik, jujur, disiplin, dan jarang&lt;br /&gt;melakukan kesalahan. Ayah ingin menunjukkan&lt;br /&gt;sesuatu kepadamu, lihatlah gedung bersejarah yang ada&lt;br /&gt;di sana. Gedung itu bisa berdiri dengan megah dan indah&lt;br /&gt;karena ayah salah satu orang yang ikut membangun.&lt;br /&gt;Memang, nama ayah tidak tercatat di sana,&lt;br /&gt;tetapi keringat ayah ada di sana.&lt;br /&gt;Juga, berbagai bangunan indah lain di kota ini di mana&lt;br /&gt;ayah menjadi bagian tak terpisahkan dari&lt;br /&gt;gedung-gedung tersebut. Ayah bangga dan bersyukur bisa&lt;br /&gt;bekerja dengan baik hingga hari ini."&lt;br /&gt;Mendengar penuturan sang ayah, si putri terpana.&lt;br /&gt;Ia terdiam tak bisa berkata apa-apa. Sang ayah pun&lt;br /&gt;melanjutkan penuturannya,&lt;br /&gt;"Anakku, ayah juga ingin engkau merasakan kebanggaan&lt;br /&gt;yang sama dengan ayahmu. Sebab, tak peduli apa pun&lt;br /&gt;pekerjaan yang kita kerjakan, bila disertai&lt;br /&gt;dengan kejujuran, perasaan cinta dan tahu untuk apa&lt;br /&gt;itu semua, maka sepantasnya kita mensyukuri nikmat itu."&lt;br /&gt;Setelah mendengar semua penuturan sang ayah, si putri&lt;br /&gt;segera memeluk ayahnya. Sambil terisak, ia berkata,&lt;br /&gt;"Maafkan putri, Yah. Putri salah selama ini.&lt;br /&gt;Walaupun tukang batu, tetapi ternyata Ayah adalah&lt;br /&gt;seorang pekerja yang hebat. Putri bangga pada Ayah."&lt;br /&gt;Mereka pun berpelukan dalam suasana penuh keharuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang budiman,&lt;br /&gt;Begitu banyak orang yang tidak bisa menerima keadaan&lt;br /&gt;dirinya sendiri apa adanya. Entah itu&lt;br /&gt;masalah pekerjaaan, gelar, materi, kedudukan,&lt;br /&gt;dan lain sebagainya. Mereka merasa malu dan rendah diri&lt;br /&gt;atas apa yang ada, sehingga selalu berusaha menutupi&lt;br /&gt;dengan identitas dan keadaan yang dipalsukan.&lt;br /&gt;Tetapi, justru karena itulah, bukan kebahagiaan&lt;br /&gt;yang dinikmati. Namun, setiap hari mereka hidup dalam&lt;br /&gt;keadaan was was, demi menutupi semua kepalsuan.&lt;br /&gt;Tentu, pola hidup seperti itu sangat melelahkan.&lt;br /&gt;Maka, daripada hidup dalam kebahagiaaan yang semu,&lt;br /&gt;jauh lebih baik seperti tukang batu dalam kisah di atas.&lt;br /&gt;Walaupun hidup pas-pasan, ia memiliki kehormatan dan&lt;br /&gt;integritas sebagai manusia.&lt;br /&gt;Sungguh, bisa menerima apa adanya kita hari ini&lt;br /&gt;adalah kebijaksanaan. Dan, mau berusaha memulai dari&lt;br /&gt;apa adanya kita hari ini dengan kejujuran dan kerja&lt;br /&gt;keras adalah keberanian!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Luar Biasa!!!!&lt;br /&gt;Andrie Wongso&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-926359830928131774?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/926359830928131774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=926359830928131774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/926359830928131774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/926359830928131774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/ayahku-tukang-batu.html' title='Ayahku tukang batu'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4180487247186611565</id><published>2009-08-01T08:34:00.001+07:00</published><updated>2009-08-01T08:34:34.088+07:00</updated><title type='text'>INI PUN AKAN BERLALU</title><content type='html'>Seorang petani kaya mati meninggalkan kedua putranya. Sepeninggal ayahnya, kedua putra ini hidup bersama dalam satu rumah. Sampai suatu hari mereka bertengkar dan memutuskan untuk berpisah dan membagi dua harta warisan ayahnya. Setelah harta terbagi, masih tertingal satu kotak yang selama ini disembunyikan oleh ayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membuka kotak itu dan menemukan dua buah cincin di dalamnya, yang satu terbuat dari emas bertahtakan berlian dan yang satu terbuat dari perunggu murah. Melihat cincin berlian itu, timbullah keserakahan sang kakak, dia menjelaskan, “Kurasa cincin ini bukan milik ayah, namun warisan turun-temurun dari nenek moyang kita. Oleh karena itu, kita harus menjaganya untuk anak-cucu kita. Sebagai saudara tua, aku akan menyimpan yang emas dan kamu simpan yang perunggu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang adik tersenyum dan berkata, “Baiklah, ambil saja yang emas, aku ambil yang perunggu.” Keduanya mengenakan cincin tersebut di jari masing-masing dan berpisah. Sang adik merenung, “Tidak aneh kalau ayah menyimpan cincin berlian yang mahal itu, tetapi kenapa ayah menyimpan cincin perunggu murahan ini?” Dia mencermati cincinnya dan menemukan sebuah kalimat terukir di cincin itu: INI PUN AKAN BERLALU. “Oh, rupanya ini mantra ayah…,” gumamnya sembari kembali mengenakan cincin tersebut.&lt;br /&gt;Kakak-beradik tersebut mengalami jatuh-bangunnya kehidupan. Ketika panen berhasil, sang kakak berpesta-pora, bermabuk-mabukan, lupa daratan. Ketika panen gagal, dia menderita tekanan batin, tekanan darah tinggi, hutang sana-sini. Demikian terjadi dari waktu ke waktu, sampai akhirnya dia kehilangan keseimbangan batinnya, sulit tidur, dan mulai memakai obat-obatan penenang. Akhirnya dia terpaksa menjual cincin berliannya untuk membeli obat-obatan yang membuatnya ketagihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ketika panen berhasil sang adik mensyukurinya, tetapi dia teringatkan oleh cincinnya: INI PUN AKAN BERLALU. Jadi dia pun tidak menjadi sombong dan lupa daratan. Ketika panen gagal, dia juga ingat bahwa: INI PUN AKAN BERLALU, jadi ia pun tidak larut dalam kesedihan. Hidupnya tetap saja naik-turun, kadang berhasil, kadang gagal dalam segala hal, namun dia tahu bahwa tiada yang kekal adanya. Semua yang datang, hanya akan berlalu. Dia tidak pernah kehilangan keseimbangan batinnya, dia hidup tenteram, hidup seimbang, hidup bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;inilah hidup sebagai manusia seperti rumput di padang yang mati dan berganti setiap waktu. Relasi bisa datang dan pergi tanpa pernah bisa berhenti. Kemanusiaan yang terbatasi oleh banyak hal. semuanya pasti akan berlalu. ada waktu untuk mencintai. ada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;diambil dari notes Rm Yulius Hirnawan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4180487247186611565?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4180487247186611565/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4180487247186611565' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4180487247186611565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4180487247186611565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/08/ini-pun-akan-berlalu.html' title='INI PUN AKAN BERLALU'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7310017068083251375</id><published>2009-07-29T17:00:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T17:01:19.878+07:00</updated><title type='text'>Hari ini</title><content type='html'>-- Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik, Pikirkan tentang&lt;br /&gt;seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekaliÂ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu, Pikirkan tentang&lt;br /&gt;seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa... Pikirkan tentang&lt;br /&gt;seseorang yang meminta-minta dijalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk... Pikirkan tentang seseorang&lt;br /&gt;yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istrimu... Pikirkan tentang&lt;br /&gt;seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu... Pikirkan tentang seseorang&lt;br /&gt;yang meninggal terlalu cepat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu... Pikirkan tentang&lt;br /&gt;seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya tidak bisa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu&lt;br /&gt;tidak mengerjakan tugasnya, Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan&lt;br /&gt;dan tidak punya rumah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah berkendara..&lt;br /&gt;Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan&lt;br /&gt;kakiÂ ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu. ..Pikirkan tentang&lt;br /&gt;pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti&lt;br /&gt;anda...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Hari ini Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain, Ingatlah&lt;br /&gt;bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa.. Kita semua menjawab kepada&lt;br /&gt;Tuhan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-- Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan, Tersenyum dan&lt;br /&gt;mengucap syukurlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis sebelah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7310017068083251375?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7310017068083251375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7310017068083251375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7310017068083251375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7310017068083251375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/07/hari-ini.html' title='Hari ini'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4262937766652826799</id><published>2009-07-29T16:59:00.001+07:00</published><updated>2009-07-29T16:59:58.367+07:00</updated><title type='text'>3 HARI DALAM HIDUP INI</title><content type='html'>Hari Pertama : Hari Kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan. Kita tak mungkin lagi&lt;br /&gt;menghapus kesalahan dan mengulangi kegembiraan yang Kita rasakan kemarin.&lt;br /&gt;Biarkan hari kemarin lewat dan beristirahat dengan tenang,lepaskan sajaâ€¦&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kedua : Hari Esok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga mentari esok hari terbit, Kita tak tahu apa yang akan terjadi. Kita tak&lt;br /&gt;bisa melakukan apa-apa esok hari. Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok&lt;br /&gt;hari.Esok hari belum tiba, toh belum tentu esok hari Kita merengkuhnya biarkan&lt;br /&gt;sajaâ€¦Yang tersisa kini hanyalah hari ini. Pintu masa lalu telah tertutup,&lt;br /&gt;Pintu masa depan pun belum tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke 3 : Pusatkan saja diri Kita untuk HARI INI..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila Kita mampumemaafkan hari&lt;br /&gt;kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari. Hiduplah hari ini. Karena, masa&lt;br /&gt;lalu dan masa depan hanyalah permainanpikiran yang rumit. Hiduplah apa adanya.&lt;br /&gt;Karena yang ada hanyalah hari ini, hari ini yang abadi. Perlakukan setiap orang&lt;br /&gt;dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada Kita.&lt;br /&gt;Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini, karena mungkin besok cerita sudah&lt;br /&gt;berganti. Ingatlah bahwa Kita menunjukkan penghargaan pada orang lain&lt;br /&gt;bukankarena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri Kita sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau masa depan membuatmu bingung,&lt;br /&gt;lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan sekarang juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis sebelah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4262937766652826799?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4262937766652826799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4262937766652826799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4262937766652826799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4262937766652826799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/07/3-hari-dalam-hidup-ini.html' title='3 HARI DALAM HIDUP INI'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7781576829727786151</id><published>2009-07-29T16:49:00.003+07:00</published><updated>2009-07-29T16:53:17.632+07:00</updated><title type='text'>Aku lahir dari perut ibu..</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Century Gothic;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-family:'Century Gothic';"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic;font-size:100%;color:black;"   &gt;&lt;span style="font-family:'Century Gothic';"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila dahaga, yang susukan aku.....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila lapar, yang menyuapi aku....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila sendirian, yang selalu di sampingku.. ..ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kata ibu, perkataan pertama yang aku sebut....Ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila bangun tidur, aku cari....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila nangis, orang pertama yang datang ....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila ingin bermanja, aku dekati....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila ingin bersandar, aku duduk sebelah....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila sedih, yang dapat menghiburku hanya....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila nakal, yang memarahi aku....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila merajuk, yang membujukku cuma....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila melakukan kesalahan, yang paling cepat marah....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila takut, yang menenangkan aku....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila ingin peluk, yang aku suka peluk....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Aku selalu teringatkan ....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila sedih, aku mesti telepon....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila senang, orang pertama aku ingin beritahu.... .ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila marah.. aku suka meluahkannya pada..ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila takut, aku selalu panggil... "ibuuuuu! "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila sakit, orang paling risau adalah....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila aku ingin bepergian, orang paling sibuk juga....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila buat masalah, yang lebih dulu memarahi aku....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila aku ada masalah, yang paling risau..... ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Yang masih peluk dan cium aku sampai hari ni.. ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Yang selalu masak makanan kegemaranku. ...ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Kalau pulang ke kampung, yang selalu member bekal.....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Yang selalu menyimpan dan merapihkan barang-barang aku....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Yang selalu berkirim surat dengan aku...ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Yang selalu memuji aku....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Yang selalu menasihati aku....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Bila ingin menikah..Orang pertama aku datangi dan minta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;persetujuan. ....ibu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Berlin Sans FB;font-size:100%;color:red;"   &gt;&lt;span style="font-family:'Berlin Sans FB';"&gt;Aku ada pasangan hidup sendiri....&lt;br /&gt;Bila senang, aku cari....pasanganku&lt;br /&gt;Bila sedih, aku cari....ibu&lt;br /&gt;Bila mendapat keberhasilan, aku ceritakan pada....pasanganku&lt;br /&gt;Bila gagal, aku ceritakan pada....ibu&lt;br /&gt;Bila bahagia, aku peluk erat.....pasanganku&lt;br /&gt;Bila berduka, aku peluk erat.....ibuku&lt;br /&gt;Bila ingin berlibur, aku bawa....pasanganku&lt;br /&gt;Bila sibuk, aku antar anak ke rumah....ibu&lt;br /&gt;Bila sambut valentine.. Aku beri hadiah pada pasanganku&lt;br /&gt;Bila sambut hari ibu...aku cuma dapat ucapkan "Selamat Hari Ibu"&lt;br /&gt;Selalu.. aku ingat pasanganku&lt;br /&gt;Selalu.. ibu ingat aku&lt;br /&gt;Setiap saat... aku akan telepon pasanganku&lt;br /&gt;Entah kapan... aku ingin telepon ibu&lt;br /&gt;Selalu...aku belikan hadiah untuk pasanganku&lt;br /&gt;Entah kapan... aku ingin belikan hadiah untuk ibu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Century Gothic;font-size:85%;color:black;"   &gt;&lt;span style=";font-family:'Century Gothic';font-size:10;color:black;"   &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Renungkan:&lt;br /&gt;"Kalau kau sudah selesai belajar dan berkerja.... masih ingatkah kau pada ibu?&lt;br /&gt;tidak banyak yang ibu inginkan... hanya dengan menyapa ibupun cukuplah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berderai air mata jika kita mendengarnya. ........&lt;br /&gt;Tapi kalau ibu sudah tiada....... ...&lt;br /&gt;IBUUUU...RINDU IBU.... RINDU SEKALI....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup menyuapi ibunya....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup mencuci muntah ibunya.....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup menggantikan alas tidur ibunya.....&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup membersihkan najis ibunya....... .&lt;br /&gt;Berapa banyak yang sanggup berhenti kerja untuk menjaga ibunya.....&lt;br /&gt;dan akhir sekali berapa banyak yang men-SHOLAT-kan JENAZAH ibunya......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari milis sebelah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7781576829727786151?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7781576829727786151/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7781576829727786151' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7781576829727786151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7781576829727786151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/07/aku-lahir-dari-perut-ibu.html' title='Aku lahir dari perut ibu..'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-632290909944338845</id><published>2009-07-29T16:46:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T16:47:08.913+07:00</updated><title type='text'>PERSAHABATAN PETER DAN TINA</title><content type='html'>&lt;span lang="IT"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Dari : milis sebelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter  dan Tina sedang duduk bersama di taman kampus tanpa  melakukan apapun,&lt;br /&gt;hanya memandang langit sementara  sahabat-sahabat mereka sedang asik&lt;br /&gt;bercanda ria dengan  kekasih mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Duh  bosen banget. Aku harap aku juga punya pacar yang bisa  berbagi&lt;br /&gt;waktu denganku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter:  "Kayaknya cuma tinggal kita berdua deh yang jomblo. cuma  kita berdua&lt;br /&gt;saja yang tidak punya pasangan  sekarang."&lt;br /&gt;(keduanya mengeluh dan berdiam beberapa  saat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Kayaknya aku ada ide bagus  deh. kita adakan permainan yuk?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter:  "Eh? permainan apaan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Eng...  gampang sih permainannya. . Kamu jadi pacarku dan aku  jadi&lt;br /&gt;pacarmu tapi hanya untuk 100 hari saja. gimana  menurutmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Baiklah... lagian aku  juga gada rencana apa-apa untuk beberapa bulan&lt;br /&gt;ke  depan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "Kok kayaknya kamu gak  terlalu niat ya... semangat dong! hari ini akan&lt;br /&gt;jadi  hari pertama kita kencan. Mau jalan-jalan kemana  nih?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter: "Gimana kalo kita nonton saja?  &lt;/span&gt;Kalo gak salah film The Troy lagi maen&lt;br /&gt;deh. katanya  film itu bagus"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tina: "OK dech.... Yuk kita  pergi sekarang. tar pulang nonton kita ke&lt;br /&gt;karaoke  ya...&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;ajak aja adik kamu sama pacarnya biar  seru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peter : "Boleh juga..."&lt;br /&gt;(mereka  pun pergi nonton, berkaraoke dan Peter mengantarkan Tina  pulang&lt;br /&gt;malam harinya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke  2:&lt;br /&gt;Peter dan Tina menghabiskan waktu untuk ngobrol dan  bercanda di kafe,&lt;br /&gt;suasana kafe yang remang-remang dan  alunan musik yang syahdu membawa hati&lt;br /&gt;mereka pada  situasi yang romantis.. &lt;/span&gt;Sebelum pulang Peter membeli  sebuah&lt;br /&gt;kalung perak berliontin bintang untuk  Tina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 3:&lt;br /&gt;Mereka pergi ke pusat  perbelanjaan untuk mencari kado untuk seorang  sahabat&lt;br /&gt;Peter.&lt;br /&gt;Setelah lelah berkeliling pusat  perbelanjaan, mereka memutuskan membeli&lt;br /&gt;sebuah miniatur  mobil mini. Setelah itu mereka beristirahat duduk  di&lt;br /&gt;foodcourt, makan satu potong kue dan satu gelas jus  berdua dan mulai&lt;br /&gt;berpegangan tangan untuk pertama  kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 7:&lt;br /&gt;Bermain bowling  dengan teman-teman Peter. Tangan tina terasa sakit  karena&lt;br /&gt;tidak pernah bermain bowling sebelumnya. Peter  memijit-mijit tangan Tina&lt;br /&gt;dengan  lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke 25:&lt;br /&gt;Peter mengajak Tina  makan malam di Ancol Bay . Bulan sudah menampakan  diri,&lt;br /&gt;langit yang cerah menghamparkan ribuan bintang  dalam pelukannya. &lt;span lang="IT"&gt;Mereka&lt;br /&gt;duduk menunggu makanan, sambil  menikmati suara desir angin berpadu dengan&lt;br /&gt;suara  gelombang bergulung di pantai. Sekali lagi Tina memandang  langit, dan&lt;br /&gt;melihat bintang jatuh. Dia mengucapkan  suatu permintaan dalam hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Hari ke  41:&lt;br /&gt;Peter berulang tahun. Tina membuatkan kue ulang  tahun untuk Peter. Bukan&lt;br /&gt;kue buatannya yang pertama,  tapi kasih sayang yang mulai timbul dalam&lt;br /&gt;hatinya  membuat kue buatannya itu menjadi yang terbaik. Peter  terharu&lt;br /&gt;menerima kue itu, dan dia mengucapkan suatu  harapan saat meniup lilin  ulang&lt;br /&gt;tahunnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke  67:&lt;br /&gt;Menghabiskan waktu di Dufan. Naik halilintar, makan  es krim bersama,dan&lt;br /&gt;mengunjungi stand permainan. Peter  menghadiahkan sebuah boneka teddy bear&lt;br /&gt;untuk Tina, dan  Tina membelikan sebuah pulpen untuk  Peter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Hari ke 72:&lt;br /&gt;Pergi Ke PRJ. Melihat  meriahnya pameran lampion dari negeri China.  Tina&lt;br /&gt;penasaran untuk mengunjungi salah satu tenda  peramal. Sang peramal hanya&lt;br /&gt;mengatakan "Hargai waktumu  bersamanya mulai sekarang", kemudian peramal  itu&lt;br /&gt;meneteskan air mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ke  84:&lt;br /&gt;Peter mengusulkan agar mereka refreshing ke pantai.  Pantai Anyer sangat sepi&lt;br /&gt;karena bukan waktunya liburan  bagi orang lain. &lt;/span&gt;Mereka melepaskan sandal dan&lt;br /&gt;berjalan  sepanjang pantai sambil berpegangan tangan, merasakan  lembutnya&lt;br /&gt;pasir dan dinginnya air laut menghempas kaki  mereka. Matahari terbenam, dan&lt;br /&gt;mereka berpelukan seakan  tidak ingin berpisah lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Hari ke  99:&lt;br /&gt;Peter memutuskan agar mereka menjalani hari ini  dengan santai dan sederhana.&lt;br /&gt;Mereka berkeliling kota  dan akhirnya duduk di sebuah taman  kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:20 pm&lt;br /&gt;Tina: "Aku haus..  Istirahat dulu yuk sebentar."&lt;br /&gt;Peter: "Tunggu disini,  aku beli minuman dulu. Aku mau teh botol saja. Kamu&lt;br /&gt;mau  minum apa?"&lt;br /&gt;Tina: "Aku saja yang beli. kamu kan capek  sudah menyetir keliling kota hari&lt;br /&gt;ini. Sebentar  ya"&lt;br /&gt;Peter mengangguk. kakinya memang pegal sekali  karena dimana-mana Jakarta&lt;br /&gt;selalu  macet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15:30 pm&lt;br /&gt;Peter sudah menunggu  selama 10 menit and Tina belum kembali juga.&lt;br /&gt;Tiba-tiba  seseorang yang tak dikenal berlari menghampirinya dengan  wajah&lt;br /&gt;panik.&lt;br /&gt;Peter : "Ada apa pak?"&lt;br /&gt;Orang asing:  "Ada seorang perempuan ditabrak mobil. Kayaknya perempuan  itu&lt;br /&gt;adalah temanmu"&lt;br /&gt;Peter segera berlari bersama  dengan orang asing itu.&lt;br /&gt;Disana, di atas aspal yang  panas terjemur terik matahari siang,tergeletak&lt;br /&gt;tubuh  Tina bersimbah darah, masih memegang botol  minumannya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Peter segera melarikan mobilnya membawa  Tina ke rumah sakit terdekat.&lt;br /&gt;Peter duduk diluar ruang  gawat darurat selama 8 jam 10 menit.&lt;br /&gt;Seorang dokter  keluar dengan wajah penuh penyesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:53  pm&lt;br /&gt;Dokter: "Maaf, tapi kami sudah mencoba melakukan  yang terbaik. Dia masih&lt;br /&gt;bernafas sekarang tapi Yang  kuasa akan segera menjemput. Kami menemukan&lt;br /&gt;surat ini  dalam kantung bajunya."&lt;br /&gt;Dokter memberikan surat yang  terkena percikan darah kepada Peter dan dia&lt;br /&gt;segera  masuk ke dalam kamar rawat untuk melihat Tina. Wajahnya  pucat tetapi&lt;br /&gt;terlihat damai..&lt;br /&gt;Peter duduk disamping  pembaringan tina dan menggenggam tangan Tina  dengan&lt;br /&gt;erat.&lt;br /&gt;Untuk pertama kali dalam hidupnya Peter  merasakan torehan luka yang sangat&lt;br /&gt;dalam di  hatinya.&lt;br /&gt;Butiran air mata mengalir dari kedua belah  matanya.&lt;br /&gt;Kemudian dia mulai membaca surat yang telah  ditulis Tina untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Peter...&lt;br /&gt;ke  100 hari kita sudah hampir berakhir.&lt;br /&gt;Aku menikmati  hari-hari yang kulalui bersamamu.&lt;br /&gt;Walaupun  kadang-kadang kamu jutek dan tidak bisa ditebak,&lt;br /&gt;tapi  semua hal ini telah membawa kebahagiaan dalam  hidupku.&lt;br /&gt;Aku sudah menyadari bahwa kau adalah pria yang  berharga dalam hidupku.&lt;br /&gt;Aku menyesal tidak pernah  berusaha untuk mengenalmu lebih dalam  lagi&lt;br /&gt;sebelumnya.&lt;br /&gt;Sekarang aku tidak meminta apa-apa,  hanya berharap kita bisa memperpanjang&lt;br /&gt;hari-hari  kebersamaan kita. Sama seperti yang kuucapkan pada bintang  jatuh&lt;br /&gt;malam itu di pantai,&lt;br /&gt;Aku ingin kau menjadi  cinta sejati dalam hidupku. Aku ingin menjadi&lt;br /&gt;kekasihmu  selamanya dan berharap kau juga bisa berada disisiku  seumur&lt;br /&gt;hidupku. Peter, aku sangat sayang  padamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23:58&lt;br /&gt;Peter: "Tina, apakah kau  tahu harapan apa yang kuucapkan dalam hati saat&lt;br /&gt;meniup  lilin ulang tahunku?&lt;br /&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Aku pun berdoa agar Tuhan  mengijinkan kita bersama-sama selamanya.&lt;br /&gt;Tina, kau  tidak bisa meninggalkanku! hari yang kita lalui baru  berjumlah 99&lt;br /&gt;hari!&lt;br /&gt;Kamu harus bangun dan kita akan  melewati puluhan ribu hari bersama-sama!&lt;br /&gt;Aku juga  sayang padamu, Tina. &lt;/span&gt;Jangan tinggalkan aku, jangan biarkan  aku&lt;br /&gt;kesepian!&lt;br /&gt;Tina, Aku sayang  kamu...!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dinding berdentang 12  kali..... jantung Tina berhenti berdetak.&lt;br /&gt;Hari itu  adalah hari ke 100...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katakan perasaanmu  pada orang yang kau sayangi sebelum terlambat.&lt;br /&gt;Kau  tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi besok.&lt;br /&gt;Kau  tidak akan pernah tahu siapa yang akan meninggalkanmu dan  tidak akan&lt;br /&gt;pernah kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;*Dear Friends* ,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah anda*  kalau orang  yang kelihatan begitu tegar&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                hatinya, adalah  orang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                yang sangat lemah dan butuh  pertolongan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah anda*  kalau orang  yang menghabiskan waktunya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                untuk melindungi&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                orang  lain adalah justru orang yang sangat butuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 seseorang untuk&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 melindunginya?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah  anda*  kalau tiga hal yang paling sulit  untuk&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                diungkapkan adalah :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Aku cinta  kamu, maaf dan tolong aku&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah anda*   kalau orang yang suka berpakaian *warna&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                merah* lebih  yakin&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                kepada dirinya sendiri?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 Tahukah anda*  kalau orang yang  suka berpakaian *kuning&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 * adalah orang yang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 menikmati kecantikannya  sendiri?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah anda * kalau orang yang  suka berpakaian *hitam&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *adalah orang  yang&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                ingin tidak diperhatikan dan butuh  bantuan dan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                pengertian anda?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah  anda  * kalau anda menolong seseorang,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 pertolongan tersebut&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                dikembalikan  dua kali lipat?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah anda*  bahwa  lebih mudah mengatakan perasaan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                anda dalam  tulisan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                dibandingkan mengatakan kepada seseorang  secara&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                langsung? Tapi tahukah&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                anda bahwa  hal tsb akan lebih bernil ai saat anda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 mengatakannya dihadapan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                orang  tsb?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tahukah anda*  kalau anda  memohon sesuatu dengan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                keyakinan, keinginan  anda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                tsb pasti dikabulkan?&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 Tahukah anda*  bahwa anda bisa  mewujudkan impian anda,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                spt jatuh cinta,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                 menjadi kaya, selalu sehat, jika anda  memintanya dengan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                keyakinan, dan&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                jika anda  benar2 tahu, anda akan terkejut dengan apa&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                yang  bisa anda&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                lakukan.&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                *&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                Tapi jangan percaya  semua yang saya katakan*   ,  sebelum&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                anda mencobanya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                sendiri, jika anda  tahu seseorang yang benar2 butuh&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                sesuatu yg  saya&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                sebutkan diatas, dan anda tahu anda bisa  menolongnya,&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                anda akan melihat&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;                bahwa  pertolongan tsb akan dikembalikan dua kali  lipat.&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-632290909944338845?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/632290909944338845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=632290909944338845' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/632290909944338845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/632290909944338845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/07/persahabatan-peter-dan-tina.html' title='PERSAHABATAN PETER DAN TINA'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-3515913014807258190</id><published>2009-06-26T09:30:00.000+07:00</published><updated>2009-06-26T09:31:21.178+07:00</updated><title type='text'>Sebuah pinsil</title><content type='html'>Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata&lt;br /&gt;kepada cucunya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih&lt;br /&gt;penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti" ujar&lt;br /&gt;si nenek lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya&lt;br /&gt;kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari&lt;br /&gt;pensil yang nenek pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya."&lt;br /&gt;Ujar si cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjawab, "Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat&lt;br /&gt;pensil ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam&lt;br /&gt;menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam&lt;br /&gt;hidup ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal&lt;br /&gt;yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu&lt;br /&gt;jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu&lt;br /&gt;dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu&lt;br /&gt;membimbing kita menurut kehendakNya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus&lt;br /&gt;berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek.&lt;br /&gt;Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses&lt;br /&gt;meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu&lt;br /&gt;juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan&lt;br /&gt;dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang&lt;br /&gt;lebih baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk&lt;br /&gt;mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh&lt;br /&gt;karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang&lt;br /&gt;jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil&lt;br /&gt;bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah&lt;br /&gt;pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di&lt;br /&gt;dalam dirimu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan&lt;br /&gt;tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang&lt;br /&gt;kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu&lt;br /&gt;selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Anonymous&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-3515913014807258190?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/3515913014807258190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=3515913014807258190' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3515913014807258190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3515913014807258190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/06/sebuah-pinsil.html' title='Sebuah pinsil'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6124963085222982821</id><published>2009-06-05T12:49:00.000+07:00</published><updated>2009-06-05T12:51:08.651+07:00</updated><title type='text'>Kisah Orang Tua Bijak</title><content type='html'>Pernah ada seorang tua yang hidup di desa kecil.&lt;br /&gt;Meskipun ia miskin, semua orang cemburu kepadanya&lt;br /&gt;karena ia memiliki kuda putih cantik. Bahkan raja&lt;br /&gt;menginginkan hartanya itu. Kuda seperti itu belum&lt;br /&gt;pernah dilihat orang, begitu gagah, anggun dan kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang menawarkan harga amat tinggi untuk kuda&lt;br /&gt;jantan itu, tetapi orang tua itu selalu menolak :&lt;br /&gt;"Kuda ini bukan kuda bagi saya", katanya : "Ia adalah&lt;br /&gt;seperti seseorang. Bagaimana kita dapat menjual&lt;br /&gt;seseorang. Ia adalah sahabat bukan milik. Bagaimana&lt;br /&gt;kita dapat menjual seorang sahabat ?" Orang itu miskin&lt;br /&gt;dan godaan besar. Tetapi ia tidak menjual kuda itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu pagi ia menemukan bahwa kuda itu tidak ada di&lt;br /&gt;kandangnya. Seluruh desa datang menemuinya. "Orang tua&lt;br /&gt;bodoh", mereka mengejek dia : "Sudah kami katakan&lt;br /&gt;bahwa seseorang akan mencuri kudamu. Kami peringatkan&lt;br /&gt;bahwa kamu akan di rampok. Anda begitu miskin... Mana&lt;br /&gt;mungkin anda dapat melindungi binatang yang begitu&lt;br /&gt;berharga ? Sebaiknya anda menjualnya. Anda boleh&lt;br /&gt;minta harga apa saja. Harga setinggi apapun akan&lt;br /&gt;dibayar juga. Sekarang kuda itu hilang dan anda&lt;br /&gt;dikutuk oleh kemalangan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu menjawab : "Jangan bicara terlalu cepat.&lt;br /&gt;Katakan saja bahwa kuda itu tidak berada di&lt;br /&gt;kandangnya. Itu saja yang kita tahu; selebihnya adalah&lt;br /&gt;penilaian. Apakah saya di kutuk atau tidak, bagaimana&lt;br /&gt;Anda dapat ketahui itu ? Bagaimana Anda dapat&lt;br /&gt;menghakimi ?". Orang-orang desa itu protes : "Jangan&lt;br /&gt;menggambarkan kami sebagai orang bodoh! Mungkin kami&lt;br /&gt;bukan ahli filsafat, tetapi filsafat hebat tidak di&lt;br /&gt;perlukan. Fakta sederhana bahwa kudamu hilang adalah&lt;br /&gt;kutukan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu berbicara lagi : "Yang saya tahu&lt;br /&gt;hanyalah bahwa kandang itu kosong dan kuda itu pergi.&lt;br /&gt;Selebihnya saya tidak tahu. Apakah itu kutukan atau&lt;br /&gt;berkat, saya tidak dapat katakan.Yang dapat kita lihat&lt;br /&gt;hanyalah sepotong saja. Siapa tahu apa yang akan&lt;br /&gt;terjadi nanti ?"&lt;br /&gt;Orang-orang desa tertawa. Menurut mereka orang itu&lt;br /&gt;gila. Mereka memang selalu menganggap dia orang tolol;&lt;br /&gt;kalau tidak, ia akan menjual kuda itu dan hidup dari&lt;br /&gt;uang yang diterimanya. Sebaliknya, ia seorang tukang&lt;br /&gt;potong kayu miskin, orang tua yang memotong kayu bakar&lt;br /&gt;dan menariknya keluar hutan lalu menjualnya. Uang yang&lt;br /&gt;ia terima hanya cukup untuk membeli makanan, tidak&lt;br /&gt;lebih. Hidupnya sengsara sekali. Sekarang ia sudah&lt;br /&gt;membuktikan bahwa ia betul-betul tolol.&lt;br /&gt;Sesudah lima belas hari, kuda itu kembali. Ia tidak di&lt;br /&gt;curi, ia lari ke dalam hutan. Ia tidak hanya kembali,&lt;br /&gt;ia juga membawa sekitar selusin kuda liar bersamanya.&lt;br /&gt;Sekali lagi penduduk desa berkumpul sekeliling tukang&lt;br /&gt;potong kayu itu dan mengatakan : "Orang tua, kamu&lt;br /&gt;benar dan kami salah. Yang kami anggap kutukan&lt;br /&gt;sebenarnya berkat. Maafkan kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab orang itu : "Sekali lagi kalian bertindak&lt;br /&gt;gegabah. Katakan saja bahwa kuda itu sudah balik.&lt;br /&gt;Katakan saja bahwa selusin kuda balik bersama dia,&lt;br /&gt;tetapi jangan menilai. Bagaimana kalian tahu bahwa ini&lt;br /&gt;adalah berkat ? Anda hanya melihat sepotong saja.&lt;br /&gt;Kecuali kalau kalian sudah mengetahui seluruh cerita,&lt;br /&gt;bagaimana anda dapat menilai ? Kalian hanya membaca&lt;br /&gt;satu halaman dari sebuah buku. Dapatkah kalian menilai&lt;br /&gt;seluruh buku ? Kalian hanya membaca satu kata dari&lt;br /&gt;sebuah ungkapan. Apakah kalian dapat mengerti seluruh&lt;br /&gt;ungkapan ? Hidup ini begitu luas, namun Anda menilai&lt;br /&gt;seluruh hidup berdasar! kan satu halaman atau satu&lt;br /&gt;kata.Yang anda tahu hanyalah sepotong! Jangan katakan&lt;br /&gt;itu adalah berkat. Tidak ada yang tahu. Saya sudah&lt;br /&gt;puas dengan apa yang saya tahu. Saya tidak terganggu&lt;br /&gt;karena apa yang saya tidak tahu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangkali orang tua itu benar," mereka berkata satu&lt;br /&gt;kepada yang lain. Jadi mereka tidak banyak&lt;br /&gt;berkata-kata. Tetapi di dalam hati mereka tahu ia&lt;br /&gt;salah. Mereka tahu itu adalah berkat. Dua belas kuda&lt;br /&gt;liar pulang bersama satu kuda. Dengan kerja sedikit,&lt;br /&gt;binatang itu dapat dijinakkan dan dilatih, kemudian&lt;br /&gt;dijual untuk banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu mempunyai seorang anak laki-laki. Anak&lt;br /&gt;muda itu mulai menjinakkan kuda-kuda liar itu. Setelah&lt;br /&gt;beberapa hari, ia terjatuh dari salah satu kuda dan&lt;br /&gt;kedua kakinya patah. Sekali lagi orang desa berkumpul&lt;br /&gt;sekitar orang tua itu dan menilai. "Kamu benar", kata&lt;br /&gt;mereka : "Kamu sudah buktikan bahwa kamu benar.&lt;br /&gt;Selusin kuda itu bukan berkat. Mereka adalah kutukan.&lt;br /&gt;Satu-satunya puteramu patah kedua kakinya dan sekarang&lt;br /&gt;dalam usia tuamu kamu tidak ada siapa-siapa untuk&lt;br /&gt;membantumu.. . Sekarang kamu lebih miskin lagi. Orang&lt;br /&gt;tua itu berbicara lagi : "Ya, kalian kesetanan dengan&lt;br /&gt;pikiran untuk menilai, menghakimi. Jangan keterlaluan.&lt;br /&gt;Katakan saja bahwa anak saya patah kaki. Siapa tahu&lt;br /&gt;itu berkat atau kutukan ? Tidak ada yang tahu. Kita&lt;br /&gt;hanya mempunyai sepotong cerita. Hidup ini datang&lt;br /&gt;sepotong-sepotong" .Maka terjadilah dua minggu kemudian&lt;br /&gt;negeri itu berperang dengan negeri tetangga. Semua&lt;br /&gt;anak muda di desa diminta untuk menjadi tentara. Hanya&lt;br /&gt;anak si orang tua tidak diminta karena ia&lt;br /&gt;terluka. Sekali lagi orang berkumpul sekitar orang tua&lt;br /&gt;itu sambil menangis dan berteriak karena anak-anak&lt;br /&gt;mereka sudah dipanggil untuk bertempur. Sedikit sekali&lt;br /&gt;kemungkinan mereka akan kembali. Musuh sangat kuat dan&lt;br /&gt;perang itu akan dimenangkan musuh. Mereka tidak akan&lt;br /&gt;melihat anak-anak mereka kembali. "Kamu benar, orang&lt;br /&gt;tua", mereka menangis : "Tuhan tahu, kamu benar. Ini&lt;br /&gt;buktinya. Kecelakaan anakmu&lt;br /&gt;merupakan berkat. Kakinya patah, tetapi paling tidak&lt;br /&gt;ia ada bersamamu. Anak-anak kami pergi untuk&lt;br /&gt;selama-lamanya" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua itu berbicara lagi : "Tidak mungkin untuk&lt;br /&gt;berbicara dengan kalian. Kalian selalu menarik&lt;br /&gt;kesimpulan. Tidak ada yang tahu. Katakan hanya ini :&lt;br /&gt;anak-anak kalian harus pergi berperang, dan anak saya&lt;br /&gt;tidak. Tidak ada yang tahu apakah itu berkat atau&lt;br /&gt;kutukan. Tidak ada yang cukup bijaksana untuk&lt;br /&gt;mengetahui. Hanya Allah yang tahu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moral cerita :&lt;br /&gt;Orang tua itu benar. Kita hanya tahu sepotong dari&lt;br /&gt;seluruh kejadian. Kecelakaan-kecelaka an dan kengerian&lt;br /&gt;hidup ini hanya merupakan satu halaman dari buku&lt;br /&gt;besar. Kita jangan terlalu cepat menarik kesimpulan.&lt;br /&gt;Kita harus simpan dulu penilaian kita dari badai-badai&lt;br /&gt;kehidupan sampai kita ketahui seluruh cerita.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6124963085222982821?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6124963085222982821/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6124963085222982821' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6124963085222982821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6124963085222982821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/06/kisah-orang-tua-bijak.html' title='Kisah Orang Tua Bijak'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-2753148052221422200</id><published>2009-06-04T13:14:00.000+07:00</published><updated>2009-06-04T13:15:13.903+07:00</updated><title type='text'>KETIKA AIR KEHIDUPAN MENGALIR</title><content type='html'>Sumber: unknown&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria mendatangi Sang Guru, "Guru, saya sudah&lt;br /&gt;bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha&lt;br /&gt;saya kacau. Apa pun yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin&lt;br /&gt;mati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit." "Tidak&lt;br /&gt;Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah  tidak  mendengar  pembelaannya,  Sang Guru meneruskan,&lt;br /&gt;"Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan Alergi Hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak  sekali  di  antara  kita  yang alergi terhadap&lt;br /&gt;kehidupan. Kemudian, tanpa  disadari  kita  melakukan&lt;br /&gt;hal-hal yang  bertentangan dengan norma kehidupan.  Sungai  kehidupan  ini mengalir terus, tetapi&lt;br /&gt;kita menginginkan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang&lt;br /&gt;penyakit. Resistensi kita, penolakan kita untuk  ikut&lt;br /&gt;mengalir bersama kehidupan  membuat kita sakit. Yang namanya usaha,&lt;br /&gt;pasti ada pasang-surutnya.   Dalam   hal   berumah  tangga,&lt;br /&gt;bentrokan-bentrokan   kecil  itu  lumrah. Persahabatan  pun  tidak  selalu  langgeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa  sih  yang  langgeng, yang abadi dalam hidup ini?&lt;br /&gt;Kita tidak  menyadari   sifat  kehidupan.  Kita  ingin mempertahankan  suatu keadaan.&lt;br /&gt;Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyakitmu  itu  bisa  disembuhkan,  asal  kamu ingin sembuh dan&lt;br /&gt;bersedia mengikuti  petunjukku,"  kata  Sang Guru.&lt;br /&gt;"Tidak  Guru, tidak! Saya sudah betul-betul  bosan.  Saya tidak&lt;br /&gt;ingin hidup," pria itu menolak tawaran sang guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi  kamu  tidak  ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin&lt;br /&gt;mati?" "Ya, memang saya  sudah bosan hidup." "Baiklah, kalau&lt;br /&gt;begitu maumu. Ambillah&lt;br /&gt;botol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran  pria  itu  jadi  bingung.  Setiap  guru yang ia&lt;br /&gt;datangi selama ini selalu  berupaya untuk memberikannya semangat&lt;br /&gt;hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya dengan senang&lt;br /&gt;hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah  botol"obat"&lt;br /&gt;dari Sang Guru. Dan... ia merasakan ketenangan yang tidak  pernah&lt;br /&gt;ia rasakan sebelumnya... Begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari,&lt;br /&gt;dan ia  akan mati.  Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.&lt;br /&gt;Malam  itu,ia memutuskan  untuk makan malam bersama keluarga di&lt;br /&gt;restoran Jepang. Sesuatu  yang  sudah tidak pernah ia lakukan selama&lt;br /&gt;beberapa tahun terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikir-pikir  malam  terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis.&lt;br /&gt;Sambil makan,  ia  bersenda  gurau.  Suasananya santai&lt;br /&gt;banget! Sebelum tidur, ia mencium  istrinya  dan  berbisik,&lt;br /&gt;"Sayang, aku mencintaimu."&lt;br /&gt;Esoknya bangun tidur,  ia  membuka  jendela  kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan  tubuhnya dan ia tergerak&lt;br /&gt;untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah  setengah  jam&lt;br /&gt;kemudian, ia melihat istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya,ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan  kenangan manis!  Sang  istri  pun merasa aneh sekali.&lt;br /&gt;Selama ini, mungkin aku salah, "Maafkan aku, sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di  kantor,  ia  menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Boss kita  kok  aneh  ya?" Dan sikap mereka pun&lt;br /&gt;langsung berubah. Mereka menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah petang itu, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pa, maafkan kami semua. Selama ini Papa selalu stress&lt;br /&gt;karena perilaku kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba,  sungai  kehidupannya  mengalir kembali.Seketika hidup&lt;br /&gt;menjadi sangat  indah.  Ia  mengurungkan niatnya untuk&lt;br /&gt;bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan  setengah  botol  yang&lt;br /&gt;sudah ia minum? Ia mendatangi Sang Guru lagi. Melihat  wajah  pria&lt;br /&gt;itu, Sang  Guru langsung  mengetahui apa yang telah terjadi,&lt;br /&gt;"Buang saja  botol  itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan   egomu, keangkuhanmu.   Jadilah lembut,selembut  air,&lt;br /&gt;dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan&lt;br /&gt;menuju ketenangan. Itulah kunci kebahagiaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi&lt;br /&gt;pengalaman sehari terakhirnya. Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja.富tulah sebabnya, ia selalu tenang, selalu bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu.  Kita  semua  SUDAH  TAHU  bahwa  kita&lt;br /&gt;BISA MATI KAPAN SAJA.&lt;br /&gt;Tapi masalahnya: apakah kita SELALU SADAR bahwa&lt;br /&gt;kita BISA MATI KAPAN SAJA?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-2753148052221422200?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/2753148052221422200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=2753148052221422200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2753148052221422200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2753148052221422200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/06/ketika-air-kehidupan-mengalir.html' title='KETIKA AIR KEHIDUPAN MENGALIR'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7123586608517032444</id><published>2009-06-04T12:25:00.000+07:00</published><updated>2009-06-04T12:26:00.102+07:00</updated><title type='text'>MENSYUKURI NERAKA</title><content type='html'>&lt;span class="verdana14point"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="verdana12point"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="verdana12point"&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class="verdana8point"&gt;Entah kapan dimulai, dan siapa yang memulainya tidaklah terlalu jelas. Yang jelas, ada banyak sekali manusia yang amat rindu akan surga dan amat takut sama neraka. Dari anak kecil sampai orang tua, dari orang desa sampai orang kota, kebanyakan rindu surga dan takut neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur harus diakui, sayapun pernah lama dilanda kerinduan dan ketakutan semacam itu. Cuman, setelah menelusuri lorong-lorong kehidupan dengan kedalaman kontemplasi tertentu, rupanya kita manusia sudah terlalu lama manja dengan buaian surga, dan dibuat takut oleh ancaman neraka. Untuk kemudian kehilangan dua kesempatan emas dalam hidup. Kesempatan emas pertama, manusia kehilangan kekuatan amat besar yang bernama keikhlasan. Kesempatan emas kedua, justru melalui tempaan-tempaan neraka yang ditakuti (baca : masalah) kemudian manusia jadi kuat dan hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi surga-neraka, sebagaimana kita tahu, memang memiliki banyak sekali manfaat. Cuman, sebagaimana wajah dualitas manapun, konsepsi surga-neraka membuat tidak sedikit manusia kemudian "berdagang" dengan kehidupan. Sebagai akibatnya, manusia kehilangan keikhlasan sebagai kekuatan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita tentang sebuah desa yang tidak berhasil memotong pohon besar mengganggu. Karena berbagai peralatan tidak berhasil membuat pohon tumbang, dicurigai pohon ini ditunggui mahluk dengan kekuatan metafisik tertentu. Dicarilah orang "pintar" yang bisa membantu. Ternyata, ada orang berpenampilan sederhana yang bisa memotong pohon tadi dengan gergaji biasa. Orang terakhir hanya memotong pohon tadi dengan kalimat permulaan yang berbunyi : "dengan keikhlasan di depan Tuhan, tidak ada yang tidak bisa dilakukan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kinerja orang sederhana ini terdengar ke banyak tempat. Di samping karena kekaguman masyarakat, juga kerena hadiah besar yang telah diterimanya. Di desa seberang yang memiliki problema yang serupa kemudian memanggilnya. Dan setelah memotong pohon dengan teknik dan alat yang sama, ternyata berkali-kali hanya berujung kegagalan. Ada yang berubah, katanya setelah berulang kali gagal, hadiah rupanya melenyapkan keikhlasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini memang hanya sebuah cerita, namun layak direnungkan kalau keikhlasan bukanlah sumber kelemahan. Ia sejenis tenaga dalam yang bisa membuat manusia jadi demikian perkasa. Terinspirasi dari banyak cerita-cerita sufi, demikian juga dari puisi-puisi Gibran dan Rumi, serta kualitas pemimpin-pemimpin yang masih berkuasa ketika badannya sudah disebut meninggal oleh dokter, keikhlasan sudah menjadi tema kehidupan yang kuat sejak dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan emas kedua yang dibuat lenyap oleh konsepsi surga-neraka, adalah kekuatan-kekuatan yang bisa dihadirkan oleh keseharian yang penuh dengan "neraka". Masalah, godaan, tantangan, persoalan adalah rangkaian hal yang ditakuti banyak manusia sebagaimana mereka menakuti neraka. Semakin sedikit wajah neraka seperti ini yang hadir, semakin baik bagi para pengagum surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kehidupan bertutur dan bercerita lain. Sebagaimana pernah dituturkan secara apik oleh M. Scott Peck dalam The Road Less Travelled, mereka-mereka yang menakuti neraka ternyata tumbuh jadi manusia lemah dan lembek. Sebagian bahkan terkena penyakit kejiwaan yang menyedihkan. Di bagian awal buku inspiratif ini Scott Peck menulis : ?This tendency to avoid problems and emotional suffering inherent in them is the primary basis of all human mental illness?. Kecenderungan untuk lari dari masalah dan penderitaan adalah fundamen utama dari kondisi mental yang tidak terlalu sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bercermin dari sini, neraka tidaklah seburuk bayangan banyak orang. Dalam lapisan-lapisan kejernihan yang lebih dalam, neraka adalah tempat pemurnian. Sebuah tempat di mana sampah-sampah kehidupan diolah menjadi pupuk-pupuk berguna. Sebutlah masalah keseharian seperti dimarahin atasan. Sesaat memang membuat yang bersangkutan kesal, tetapi kemarahan atasan sedang membuatnya jadi kuat. Atau memiliki isteri yang cerewetnya minta ampun, ia memang sengaja hadir untuk membuat sang suami jadi sabar. Demikian juga dengan masalah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang jelas, lari dari persoalan memang enak sebentar, tetapi ia membawa dampak jangka panjang yang negatif. Meminjam argumen Scott Peck dalam karya di atas, kesukaan untuk lari dari masalah dan tanggung jawab adalah ciri utama dari manusia-manusia yang terkena penyakit character disorder. Lebih dari sekadar terkena penyakit kejiwaan tadi, tantangan dan masalah sebenarnya serupa dengan tangga-tangga kedewasaan dan kematangan. Semakin tinggi dan besar masalahnya, itu berarti kaki sang hidup sedang melangkah di tempat yang juga tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surga (baca : kebahagiaan) memang udara kehidupan yang indah dan segar, tetapi ia terasa jauh lebih indah dan segar jika seseorang pernah melalui tangga-tangga neraka. Serupa dengan lingkaran Yin-Yang yang di belah dua, awalnya memang ada beda jelas dan tegas antara surga dan neraka. Surga itu berisi senyuman, neraka berisi tangisan. Namun, di tingkatan-tingkatan kejernihan, sekat dan pemisah tadi sudah tidak ada. Suka-duka, tangisan-senyuman, sukses-gagal hanyalah aliran kehidupan yang datang dengan peran masing-masing. Persis seperti siang yang berganti malam dan juga sebaliknya, setiap pergantian berjalan tenang dan tenteram. Dan jangan lupa, kualitas hidup di dalam diri seperti ini hanya bisa dicapai oleh manusia yang mendalami hakekat syukur akan adanya neraka.*****&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7123586608517032444?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7123586608517032444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7123586608517032444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7123586608517032444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7123586608517032444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/06/mensyukuri-neraka.html' title='MENSYUKURI NERAKA'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6441929826488086394</id><published>2009-06-04T12:04:00.002+07:00</published><updated>2009-06-04T12:08:26.889+07:00</updated><title type='text'>Anda Itu Sangat Simpatik</title><content type='html'>&lt;div id="content"&gt; &lt;div class="post-70 post hentry category-gede-prama category-uncategorized"&gt;&lt;em class="info"&gt;&lt;a href="http://lenterahati.wordpress.com/2007/10/03/anda-itu-sangat-simpatik/trackback/" title="trackback url"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/em&gt;        &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Membaca tulisan saya dengan judul “menikah dengan diri sendiri”, seorang rekan seperti memperoleh cermin pemantul. Di umurnya yang sudah berkepala lima, betapa banyak waktu yang dialokasikan untuk berkelahi dengan orang yang ditemukannya di depan cermin. Dari umar sambel (untung masih ada rambut samping belakang), anggapan bahwa rezeki tetangga selalu lebih baik, isteri tidak mendukung sampai dengan prestasi anak-anak yang tidak membanggakan. Dalam totalitas, karena hidup penuh perkelahian dengan sang diri, rekan tadi menjalani kehidupan yang penuh dengan tikungan dan tanjakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kisah rekan di atas, berbeda sekali dengan penuturan Denise Austin di jurnal Personal Excellence edisi Mei 1999. Dengan judul tulisan You Are Beautiful, Austin bertutur tentang persahabatannya yang intens dengan sang diri. Salah satu kesimpulan paling menarik dari guru fitness ini berbunyi: &lt;em&gt;you are the most important event in your life&lt;/em&gt;. Demikian bersyukurnya Austin dengan diri dan kehidupannya, sampai-sampai menyebut manusia di depan cermin sebagai karunia paling besar selama hidupnya. Alhasil, disamping secara fisik Austin memang cantik, ia menerima banyak rezeki melalui profesinya sebagai guru fitness.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasa syukur yang mendalam akan sang diri ini, tentu saja tidak hanya monopoli manusia cantik seperti Austin. Max Cleland – seorang senator AS dari negara bagian Georgia yang harus duduk di kursi roda selama hidupnya sepulang dari perang Vietnam – malah jauh lebih bersyukur dari Austin yang cantik. Ia memiliki prinsip amat sederhana: strong at the broken places. (Perkasa di bagian-bagian kehidupan yang sudah berantakan). Dengan kehidupan di atas kursi roda Cleland memulai kahidupannya di depan publik. Menapaki tangga politisi sampai menjadi seorang senator. Dengan bangga ia bertutur ke banyak orang: I successfully turn my scars in to stars. Dengan kata lain, ia telah mentransformasikan ketakutan menjadi keberhasilan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span id="more-70"&gt;&lt;/span&gt;Mencermati semua ini, mungkin benar pendapat Denis Waitley – penulis buku Psychology of Winning – bahwa syarat pertama dan paling utama untuk menjadi pemenang kehidupan adalah kualitas penerimaan kita terhadap sang diri. Dengan menerima diri sendiri – lengkap bersama seluruh kelebihan dan kekurangannya – kita bisa bergerak dari posisi korban menjadi pemenang kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bayangkan, bagaimana bisa menjadi pemenang kalau setiap hari sibuk dengan keluhan, keluhan dan keluhan. Dengan keluhan, tidak hanya energi yang terkuras habis, tetapi secara sengaja kita sedang memproduksi kehidupan yang persis sama dengan yang dikeluhkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Henry Ford pernah mengatakan: believe in your best, think your best, study your best, have a goal for your best, never satisfied with less than the best, try your best, and in the long run, things will work out for the best. Selemah dan sejelek apapun Anda, tetap ada segi terbaik dalam diri Anda yang bisa dimanfaatkan. Temukan dan yakini aspek terbaik tadi, berfikirlah dalam bingkai terbaik tadi, pelajari sampai sekecil-kecilnya, lakukan dan berusahalah sebaik-baiknya. Dan, dalam jangka panjang, percayalah, kehidupan Anda akan bergerak menuju ke sudut-sudut kebaikan tadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bertolak dari ini semua, mungkin ada baiknya dari sekarang untuk mencari apa segi terbaik dari diri kita. Coba ingat lagi, apa-apa saja yang sering Anda lakukan secara berulang-ulang di awal-awal kehidupan. Apa saja yang mudah menimbulkan kebanggaan. Bagian mana dari diri Anda yang acap dipuji orang banyak. Bisa dalam bentuk rambut, senyum, tubuh yang langsing, mudah membuat orang tertawa, atau malah sering didaulat ke depan disuruh nyanyi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berbekal hal terbaik tadi, ucapkan dengan penuh keyakinan ke orang di depan cermin: “&lt;em&gt;Anda sebenarnya sangat simpatik&lt;/em&gt;“. Kalau kebetulan rambut Anda indah, katakan bahwa rambut Andalah yang tercantik di dunia. Bila mana perlu, tulislah kalimat tadi di atas cermin. Semakin sering kalimat ini diucapkan semakin baik. Sebab, ibarat echo atau pantulan, ucapan dan keyakinan terakhir tadi tidak saja memantul balik, tetapi juga memproduksi tubuh dan kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengingat tindakan adalah jembatan paling kokoh antara keinginan dan kenyataan, terjemahkanlah semua hal terbaik di atas ke dalam sebanyak mungkin tindakan nyata. Dari mempelajari seluruh aspeknya, jaringannya dan jangan lupa mulai melangkahkan kaki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lakukanlah semua hal tadi dengan sebanyak mungkin pengulangan. Saya memang sempat disebut bodoh dengan mengemukakan konsep “&lt;em&gt;pengulangan adalah ibunya kesempurnaan&lt;/em&gt;“. Seorang rekan pernah berucap, ada perbedaan antara orang tekun dengan orang bodoh. Orang bodoh – kata rekan tadi – melakukan sesuatu secara berulang-ulang karena telat mikir, dan terus mengulanginya kendati hidupnya mau bangkrut dan mau celaka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Boleh saja orang berargumen demikian, namun saya masih meyakini, kesempurnaan akan menjadi milik siapa saja yang rajin melakukan pengulangan dan percobaan. Saya sudah teramat sering bertemu orang pintar, dan karena kepintarannya kemudian tidak sabar mengulang. Hasilnya, sering saya temukan, jauh lebih buruk dari orang bodoh namun disertai kesabaran mengagumkan untuk melakukan pengulangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kembali ke cerita awal tentang kualitas penerimaan dengan sang diri, inipun memerlukan kuantitas dan kualitas pengulangan yang mengagumkan. Mudah-mudahan Anda menjadi pemenang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Gede Prama&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;16 Juli 2000&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6441929826488086394?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6441929826488086394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6441929826488086394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6441929826488086394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6441929826488086394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/06/anda-itu-sangat-simpatik.html' title='Anda Itu Sangat Simpatik'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6051467649721033337</id><published>2009-06-04T11:28:00.000+07:00</published><updated>2009-06-04T11:31:35.917+07:00</updated><title type='text'>KEMENANGAN SEJATI</title><content type='html'>" Kemenangan sejati bukan diukur dengan mengalahkan orang lain, melainkan&lt;br /&gt;dinilai dari kemampuan diri kita sendiri dalam memberdayakan potensi yang&lt;br /&gt;kita miliki, untuk melejit melampaui standar yang kita tetapkan sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya membuka tulisan dengan cerita tentang seekor belalang yang&lt;br /&gt;bertemu dengan seekor kucing. Dalam sebuah perjalanan, seekor belalang&lt;br /&gt;bertemu dengan seekor kucing. Kucing ini menyombongkan diri dan mengatakan&lt;br /&gt;kepada si belalang kecil bahwa tidak ada satupun binatang yang mampu&lt;br /&gt;mengalahkan lompatannya. Mendengar perkataan si kucing, panaslah hati si&lt;br /&gt;belalang. Kemudian belalang kecil ini berani menantang si kucing, bahwa dia&lt;br /&gt;bisa mengalahkan lompatan si kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Beranikah kamu melayani tantangan saya ?", demikian kata si belalang. "Kita&lt;br /&gt;berlomba melompat di tempat setinggi-tingginya dan pemenangnya diukur bukan&lt;br /&gt;dari seberapa tinggi dia melompat, melainkan diukur dari berapa kali tinggi&lt;br /&gt;lompatan yang dilakukan dibanding tinggi tubuhnya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kucing menerima tantangan belalang ini. Kemudian kucing mendapatkan&lt;br /&gt;kesempatan mencoba melompat yang pertama. Hasilnya, ia ternyata berhasil&lt;br /&gt;melompat setinggi sepuluh kali tinggi tubuhnya. Berikutnya giliran si&lt;br /&gt;belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan kucing,&lt;br /&gt;namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali&lt;br /&gt;tinggi tubuhnya. Siapakah pemenangnya ? Tentu saja dalam perlombaan ini&lt;br /&gt;belalang kecil adalah pemenangnya. Ia mampu melompat 40 kali lebih tinggi&lt;br /&gt;dari tubuhnya dibandingkan si kucing yang hanya 10 kali lebih tinggi dari&lt;br /&gt;tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat, pada dasarnya setiap orang bisa menjadi pemenang. Setiap orang bisa&lt;br /&gt;menjadi pemenang sepanjang standarnya bukan diukur berdasarkan standar&lt;br /&gt;potensi orang lain, tetapi berdasarkan standar potensi diri sendiri.&lt;br /&gt;Dibandingkan dengan standar kemampaun potensi diri sendiri. Demikian juga&lt;br /&gt;dalam karier, hidup dan Bisnis, Anda dan saya memiliki potensi dan standar&lt;br /&gt;yang berbeda tentang ukuran keberhasilan. Maka membandingkan kesuksesan diri&lt;br /&gt;kita dengan kesuksesan orang lain adalah tidak bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara yang tepat dan bijaksana untuk mengukur keberhasilan diri kita adalah&lt;br /&gt;dengan membandingkan pencapain diri kita sesuai dengan potensi yang kita&lt;br /&gt;miliki. Jangan membandingkan dengan pencapaian orang lain, jangan&lt;br /&gt;membandingkan dengan standar orang lain. Sebab kemenangan sejati adalah&lt;br /&gt;kemenangan melewati standar diri kita sendiri dalam berbagai bidang, seperti&lt;br /&gt;kesehatan, kekayaan hati, kekayaan kehidupan spiritual, kekayaan materi&lt;br /&gt;duniawi, keberhasilan prestasi karier dan prestasi bisnis, dalam hal&lt;br /&gt;kemajuan keluarga dan berbagai kehidupan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertanyalah kedalam diri kita sendiri:&lt;br /&gt;- Apakah hari ini sudah lebih baik dibandingkan hari kemarin ?&lt;br /&gt;- Apakah bulan ini sudah lebih baik dibandingkan bulan lalu ?&lt;br /&gt;- Apakah tahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun lalu ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja ukurannya jangan hanya pada materi duniawi semata, tetapi pada&lt;br /&gt;kekayaan nilai-nilai spiritual dalam diri kita. Ukurannya bisa, Apakah sudah&lt;br /&gt;lebih bijaksana, apakah sudah lebih meningkat dalam kehidupan spiritual,&lt;br /&gt;dalam kehidupan karier dan pekerjaan, dalam kehidupan bisnis, dalam&lt;br /&gt;pergaulan dan kemasyarakatan ? Apakah sudah meningkat dalam konstribusi&lt;br /&gt;memberikan manfat kepada orang lain, sikap empati kepada orang lain, sikap&lt;br /&gt;menolong dan memberi bantuan kepada orang lain ? Dan tentu saja masih banyak&lt;br /&gt;lagi standar ukuran sesuai dengan potensi yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawablah dengan jujur kedalam diri sendiri. Lakukanlah evaluasi kedalam diri&lt;br /&gt;dan mulailah melakukan perubahan-perubahan dari dalam diri kita&lt;br /&gt;sendiri.Susunlah kembali langkah-langkah pengembangan diri Anda kedepan.&lt;br /&gt;Bagaimana agar kedepan kita menjadi lebih bijaksana, menjadi lebih kaya&lt;br /&gt;hati, bisa lebih banyak menolong orang lain, lebih banyak memberi bantuan&lt;br /&gt;kepada orang lain, lebih empati kepada orang yang kesulitan, dll. Selamat&lt;br /&gt;berjuang meraih hidup yang lebih bermakna dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEMOGA BERMANFAAT.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6051467649721033337?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6051467649721033337/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6051467649721033337' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6051467649721033337'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6051467649721033337'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/06/kemenangan-sejati.html' title='KEMENANGAN SEJATI'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-2240196237637619889</id><published>2009-05-29T09:56:00.000+07:00</published><updated>2009-05-29T09:59:15.411+07:00</updated><title type='text'>Cara pandang beban hidup</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;Bukan berat Beban yang membuat kita Stress, tetapi lamanya   kita memikul&lt;br /&gt;  beban tersebut.&lt;br /&gt;  Pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress, Stephen Covey&lt;br /&gt;  mengangkat segelas&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;air dan bertanya kepada   para siswanya: "Seberapa berat &lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;menurut anda kira&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;   &lt;/span&gt;segelas air ini?"&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr."Ini bukanlah   masalah&lt;br /&gt;  berat absolutnya,tapi tergantung berapa lama anda memegangnya." kata   Covey.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;"Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada masalah. Jika   saya&lt;br /&gt;  memegangnya selama 1&lt;br /&gt;  jam, lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya selama 1&lt;br /&gt;  hari penuh, mungkin anda&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;harus   memanggilkan ambulans untuk saya.&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beratnya sebenarnya sama, tapi&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;   &lt;/span&gt;semakin lama saya&lt;br /&gt;  memegangnya, maka bebannya akan semakin berat."&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan&lt;br /&gt;  mampu membawanya&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;lagi. Beban itu akan   meningkat beratnya." lanjut Covey.   &lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; "Apa yang&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;harus   kita lakukan adalah&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;meletakkan gelas   tersebut, &lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;istirahat sejenak sebelum mengangkatnya   lagi".&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;Kita harus meninggalkan&lt;br /&gt;  beban kita secara periodik, agar kita dapat lebih segar dan mampu&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;membawanya lagi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1243565037_0"&gt;Jadi&lt;/span&gt; sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sore ini, tinggalkan beban&lt;br /&gt;  pekerjaan. Jangan bawa&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;pulang. Beban itu   dapat diambil lagi besok. &lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apapun beban yang ada&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;dipundak   anda &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1243565037_1"&gt;hari ini&lt;/span&gt;, coba&lt;br /&gt;  tinggalkan sejenak jika bisa. Setelah beristirahat nanti dapat diambil&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;lagi.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Hidup ini singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya...!! Hal&lt;br /&gt;  terindah dan terbaik&lt;span style="color: rgb(31, 73, 125);"&gt; &lt;/span&gt;di dunia ini tak   dapat dilihat, atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh&lt;br /&gt;  di relung hati kita.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Start the day with smile and have a good day........ &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-2240196237637619889?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/2240196237637619889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=2240196237637619889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2240196237637619889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2240196237637619889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/cara-pandang-beban-hidup.html' title='Cara pandang beban hidup'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-8129766940351541533</id><published>2009-05-27T10:16:00.001+07:00</published><updated>2009-05-27T10:18:15.882+07:00</updated><title type='text'>MENGUTUK ATAU MENDOAKAN KEBAIKAN</title><content type='html'>Kejengkelan memenuhi dada. Hambatan datang dari hati&lt;br /&gt; sendiri. Dengan&lt;br /&gt; mengutuk akan menderita kerugian. Dengan memberi restu&lt;br /&gt; segala sesuatu&lt;br /&gt; akan jadi lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saat mengemudikan mobil, kebanyakan orang Barat sangat taat&lt;br /&gt; pada&lt;br /&gt; peraturan, juga sangat sopan, karena itu bila mengetahui&lt;br /&gt; ada seorang&lt;br /&gt; pengemudi hendak berpindah jalur, acapkali pengemudi lain&lt;br /&gt; otomatis akan&lt;br /&gt; mengalah dan memberikan jalan. Oleh karenanya jika saat&lt;br /&gt; sedang&lt;br /&gt; mengemudikan mobil mereka menjumpai pengemudi yang&lt;br /&gt; mengemudikan mobil&lt;br /&gt; dengan kasar (tidak tahu adat), mereka merasa sangat tidak&lt;br /&gt; nyaman,&lt;br /&gt; bahkan bisa menjadi emosional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Suatu hari ketika David sedang mengemudikan mobil ke&lt;br /&gt; kantor, sepanjang&lt;br /&gt; perjalanan menemui kemacetan, kecepatan mobil tidak bisa&lt;br /&gt; tinggi, saat&lt;br /&gt; itu tiba-tiba datang sebuah mobil secara kasar memotong&lt;br /&gt; jalannya dan&lt;br /&gt; memaksa masuk di depan mobilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; David yang saat itu sudah agak resah tak kuasa menahan&lt;br /&gt; mulutnya telah&lt;br /&gt; mencetuskan makian "sialan!". Dalam hatinya segera&lt;br /&gt; mengutuk, "Kurang&lt;br /&gt; ajar, semoga perjalananmu menjumpai kemacetan besar, biar&lt;br /&gt; saja dan&lt;br /&gt; rasain terlambat masuk kantor."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ternyata sebagaimana harapan David, sepanjang perjalanan&lt;br /&gt; mengalami&lt;br /&gt; kemacetan besar, mobil yang berada tepat di depan mobil&lt;br /&gt; David&lt;br /&gt; benar-benar hanya bisa berjalan pelahan-lahan, kelihatannya&lt;br /&gt; pengemudinya&lt;br /&gt; harus terlambat sampai di kantor, David yang membuntut di&lt;br /&gt; belakang mobil&lt;br /&gt; itu tertawa dalam hati, dia sangat gembira bahwa&lt;br /&gt; kutukannya itu menjadi&lt;br /&gt; kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada akhirnya, orang yang dikutuk David itu benar-benar&lt;br /&gt; terlambat atau&lt;br /&gt; tidak David tidak tahu pasti. Tetapi ketika David tiba di&lt;br /&gt; kantor, dia&lt;br /&gt; sendiri sudah terlambat hampir setengah jam lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ketika David sedang mencetak kartu absennya, tiba-tiba dia&lt;br /&gt; mendapatkan&lt;br /&gt; bahwa dirinya sangat menggelikan, bagaimana dia sampai bisa&lt;br /&gt; mengutuk&lt;br /&gt; mobil yang berada tepat di depannya dan yang berada tepat&lt;br /&gt; satu jalur&lt;br /&gt; dengannya supaya menemui kemacetan? Bukankah ini sama saja&lt;br /&gt; dengan&lt;br /&gt; mengutuk diri sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; David berpikir lagi, jika sampai kutukannya itu cukup&lt;br /&gt; serius, membuat&lt;br /&gt; orang yang berada di depan mobilnya itu mengalami&lt;br /&gt; kecelakaan, maka&lt;br /&gt; kemungkinan besar dirinya juga akan terlibat dalam tabrakan&lt;br /&gt; itu, ikut&lt;br /&gt; tertimpa kesialan, walaupun mungkin saja tidak ikut&lt;br /&gt; tertabrak, tetapi&lt;br /&gt; mungkin akibat dari kejadian ini menjadikan perjalannya&lt;br /&gt; tertunda lebih&lt;br /&gt; lama lagi, mungkin keterlambatan yang terjadi bukan hanya&lt;br /&gt; setengah jam&lt;br /&gt; saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Maka David lalu berpikir seharusnya dia memberi restu orang&lt;br /&gt; yang berada&lt;br /&gt; di depannya, mengharapkan dia selamat sepanjang perjalanan,&lt;br /&gt; bisa melaju&lt;br /&gt; dengan lancar, dengan demikian dia yang berada di belakang&lt;br /&gt; mobil itu,&lt;br /&gt; juga bisa seperti orang yang berada di depannya melaju&lt;br /&gt; dengan cepat&lt;br /&gt; tanpa hambatan, dan dapat tiba di kantor tepat pada&lt;br /&gt; waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Setelah pikirannya terbuka, David berjanji kepada dirinya&lt;br /&gt; sendiri, lain&lt;br /&gt; waktu jika menjumpai keadaan semacam ini, sekalipun merasa&lt;br /&gt; sangat&lt;br /&gt; jengkel juga harus merestui, merestui orang yang berada di&lt;br /&gt; depannya agar&lt;br /&gt; bisa lancar sepanjang perjalanan, jika orang lain lancar&lt;br /&gt; dia sendiri&lt;br /&gt; juga lancar, orang lain selamat dia sendiri juga akan&lt;br /&gt; selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lagi pula dengan berbuat demikian, paling tidak, tidak akan&lt;br /&gt; bisa membuat&lt;br /&gt; diri sendiri jadi kesal, dan bisa mempertahankan perasaan&lt;br /&gt; riang&lt;br /&gt; bergembira ketika sampai di tempat kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Seringkali saat berada di puncak kemarahannya, seseorang&lt;br /&gt; bisa kehilangan&lt;br /&gt; nalarnya, dia menjadi tidak jelas dengan keadaan dia yang&lt;br /&gt; sebenarnya,&lt;br /&gt; sering-sering tidak sadar dengan tindakan yang telah&lt;br /&gt; dilakukan,&lt;br /&gt; kemungkinan besar akan bisa merugikan bukan hanya diri&lt;br /&gt; sendiri tetapi&lt;br /&gt; juga pihak lain, karena jika kita bersama-sama berada di&lt;br /&gt; atas satu&lt;br /&gt; perahu, jika perahu ini karam, maka secara otomatis kita&lt;br /&gt; akan&lt;br /&gt; bersama-sama tenggelam ke dalam air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Oleh sebab itu, mengapa tidak bermurah hati ? Daripada&lt;br /&gt; mengutuk, lebih&lt;br /&gt; baik kita mendoakan hal yang baik bagi orang lain.&lt;br /&gt; Dengan demikian&lt;br /&gt; bukan saja dalam hati kita tidak akan terpendam hawa&lt;br /&gt; amarah, tetapi&lt;br /&gt; ketika kita hati kita tidak jadi marah, kita juga akan&lt;br /&gt; merasakan betapa&lt;br /&gt; anggun sikap kita ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Selain itu ketika kita bisa dengan berkepala dingin&lt;br /&gt; menghadapi suatu&lt;br /&gt; masalah, seringkali masalah itu bisa berubah dengan&lt;br /&gt; sendirinya menjadi&lt;br /&gt; lancar, mungkin itulah yang dikatakan dengan "sesuatu dapat&lt;br /&gt; berubah&lt;br /&gt; menjadi keberuntungan adalah seiring dengan adanya&lt;br /&gt; perubahan hati!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari : Epochtimes. co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-8129766940351541533?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/8129766940351541533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=8129766940351541533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8129766940351541533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8129766940351541533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/mengutuk-atau-mendoakan-kebaikan.html' title='MENGUTUK ATAU MENDOAKAN KEBAIKAN'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-2816409390279788780</id><published>2009-05-26T09:57:00.001+07:00</published><updated>2009-05-26T09:57:58.968+07:00</updated><title type='text'>MENCINTAI ...</title><content type='html'>Bukanlah bagaimana kamu melupakan ...&lt;br /&gt;melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN ...&lt;br /&gt;Bukan bagaimana kamu mendengarkan ...&lt;br /&gt;melainkan bagaimana kamu MENGERTI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan apa yang kamu lihat ...&lt;br /&gt;melainkan apa yang kamu RASAKAN ...&lt;br /&gt;Bukan bagaimana kamu melepaskan ...&lt;br /&gt;melainkan bagaimana kamu BERTAHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih berbahaya mencucurkan airmata dalam hati ...&lt;br /&gt;dibandingkan menangis tersedu-sedu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata yang keluar dapat dihapus ...&lt;br /&gt;sementara air mata yang tersembunyi&lt;br /&gt;menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam urusan cinta , orang sangat jarang menang ...&lt;br /&gt;Tapi ketika cinta itu TULUS ... meskipun kalah,&lt;br /&gt;kamu tetap menang hanya karena kamu berbahagia ...&lt;br /&gt;dapat mencintai seseorang ...&lt;br /&gt;lebih dari kamu mencintai dirimu sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tiba saatnya dimana kamu harus&lt;br /&gt;berhenti mencintai seseorang&lt;br /&gt;Bukan karena orang itu berhenti mencintai kamu&lt;br /&gt;Melainkan karena kamu menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kamu melepaskannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kamu benar-benar mencintai seseorang,&lt;br /&gt;jangan lepaskan dia...&lt;br /&gt;Jangan percaya bahwa melepaskan selalu berarti kamu benar-benar mencintai melainkan ... berjuanglah demi cintamu .&lt;br /&gt;Itulah CINTA SEJATI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan&lt;br /&gt;Daripada berjalan bersama 'yang tersedia'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang paling menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(anonym)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-2816409390279788780?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/2816409390279788780/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=2816409390279788780' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2816409390279788780'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2816409390279788780'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/mencintai.html' title='MENCINTAI ...'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7969809684093832642</id><published>2009-05-23T20:48:00.000+07:00</published><updated>2009-05-23T20:49:25.320+07:00</updated><title type='text'>3 tips meraih hidup bahagia</title><content type='html'>Mengapa banyak orang tidak bahagia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah rahasia hidup yang bahagia&lt;br /&gt;itu?....... Banyak orang yang mengidentikkan kebahagiaan dengan segala&lt;br /&gt;sesuatu yang berada di luar kita,.... seperti harta benda yang kita&lt;br /&gt;miliki. Apakah Anda akan berbahagia jika mempunyai rumah yang indah,&lt;br /&gt;mobil mewah, penghasilan yang berlimpah, dan pasangan hidup dan&lt;br /&gt;anak-anak yang tampan dan cantik?..... ... Mungkin Anda akan mengatakan&lt;br /&gt;"ya."......!..... Tapi, percayalah itu tidak akan berlangsung lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan&lt;br /&gt;yang disebabkan hal-hal di luar kita..... adalah kebahagiaan semu.&lt;br /&gt;Kebahagiaan itu akan segera hilang begitu Anda berhasil memiliki barang&lt;br /&gt;tersebut. Anda melihat kawan Anda membeli mobil mewah, handphone yang&lt;br /&gt;canggih, atau sekadar baju baru. Anda begitu ingin memilikinya.&lt;br /&gt;Anehnya, begitu Anda berhasil memilikinya, rasa bahagia itu segera&lt;br /&gt;hilang. Anda merasa biasa-biasa saja. Bahkan, Anda mulai melirik orang&lt;br /&gt;lain yang memiliki barang yang lebih bagus lagi daripada yang Anda&lt;br /&gt;miliki. Anda kembali berangan-angan untuk memilikinya. Demikianlah&lt;br /&gt;seterusnya. Dan Anda tidak akan pernah bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budha Gautama&lt;br /&gt;pernah mengatakan, "Keinginan-keinginan yang ada pada manusia-lah yang&lt;br /&gt;seringkali menjauhkan manusia dari kebahagiaan." Ia benar. Kebahagiaan&lt;br /&gt;adalah sebuah kondisi tanpa syarat. Anda tidak perlu memiliki apapun&lt;br /&gt;untuk berbahagia. Ini adalah sesuatu yang sudah Anda putuskan dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba&lt;br /&gt;katakan pada diri Anda sendiri, "Saya sudah memilih untuk bahagia&lt;br /&gt;apapun yang akan terjadi." Anda akan merasa bahagia walaupun tidak&lt;br /&gt;memiliki harta yang banyak, walaupun kondisi di luar tidak sesuai&lt;br /&gt;dengan keinginan Anda. Semua itu tidak akan mengganggu karena Anda&lt;br /&gt;tidak menempatkan kebahagiaan Anda disana. Kebahagiaan yang hakiki&lt;br /&gt;terletak di dalam diri Anda sendiri. Inti kebahagiaan ada pada pikiran&lt;br /&gt;Anda. Ubahlah cara Anda berpikir dan Anda akan segera mendapatkan&lt;br /&gt;kebahagiaan dan ketentraman batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapatkan gagasan&lt;br /&gt;mengenai tiga kunci kebahagiaan ini setelah merenungkan arti tasbih,&lt;br /&gt;tahmid dan takbir yang kita ucapkan tiap hari tapi sering tanpa makna&lt;br /&gt;yang mendalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci pertama kebahagiaan adalah rela memaafkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba&lt;br /&gt;renungkan kata subhanallah. Tuhanlah yang Maha Suci, sementara manusia&lt;br /&gt;adalah tempat kesalahan dan kealpaan. Kesempurnaan manusia justru&lt;br /&gt;terletak pada ketidaksempurnaanny a. Dengan memahami konsep ini, hati&lt;br /&gt;Anda akan selalu terbuka untuk memaafkan orang lain. Seorang dokter&lt;br /&gt;terkenal Gerarld Jampolsky menemukan bahwa sebagian besar masalah yang&lt;br /&gt;kita hadapi dalam hidup bersumber dari ketidakmampuan kita untuk&lt;br /&gt;memaafkan orang lain. Ia bahkan mendirikan sebuah pusat penyembuhan&lt;br /&gt;terkemuka di Amerika yang hanya menggunakan satu metode tunggal yaitu,&lt;br /&gt;rela memaafkan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci kedua adalah bersyukur dan Ikhlas dalam berbuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba&lt;br /&gt;renungkan kata alhamdulillah. Orang yang bahagia adalah orang yang&lt;br /&gt;senantiasa mengucapkan alhamdulillah dalam situasi apapun. Ini seperti&lt;br /&gt;cerita seorang petani miskin yang kehilangan kuda satu-satunya.&lt;br /&gt;Orang-orang di desanya amat prihatin terhadap kejadian itu, namun ia&lt;br /&gt;hanya mengatakan, alhamdulillah dengan penuh keikhlasan. Seminggu&lt;br /&gt;kemudian kuda tersebut kembali ke rumahnya sambil membawa serombongan&lt;br /&gt;kuda liar. Petani itu mendadak menjadi orang kaya. Orang-orang di&lt;br /&gt;desanya berduyun-duyun mengucapkan selamat kepadanya, namun ia hanya&lt;br /&gt;berkata, alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian petani ini kembali&lt;br /&gt;mendapat musibah. Anaknya yang berusaha menjinakkan seekor kuda liar&lt;br /&gt;terjatuh sehingga patah kakinya. Orang-orang desa merasa amat prihatin,&lt;br /&gt;tapi sang petani hanya mengatakan, alhamdulillah dengan keikhlasan.&lt;br /&gt;Ternyata seminggu kemudian tentara masuk ke desa itu untuk mencari para&lt;br /&gt;pemuda untuk wajib militer. Semua pemuda diboyong keluar desa kecuali&lt;br /&gt;anak sang petani karena kakinya patah. Melihat hal itu si petani hanya&lt;br /&gt;berkata singkat, alhamdulillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita itu sangat inspiratif&lt;br /&gt;karena dapat menunjukkan kepada kita bahwa apa yang kelihatannya baik,&lt;br /&gt;belum tentu baik. Sebaliknya, apa yang kelihatan buruk belum tentu&lt;br /&gt;buruk. Orang yang bersyukur tidak terganggu dengan apa yang ada di luar&lt;br /&gt;karena ia selalu menerima apa saja yang ia hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunci ketiga kebahagiaan adalah tidak membesar-besarkan hal-hal kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba&lt;br /&gt;renungkan kalimat Allahu akbar. Anda akan merasa bahwa hanya Tuhanlah&lt;br /&gt;yang Maha Besar dan banyak hal-hal yang kita pusingkan setiap hari&lt;br /&gt;sebenarnya adalah masalah-masalah kecil. Masalah-masalah ini bahkan&lt;br /&gt;tidak akan pernah kita ingat lagi satu tahun dari sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian&lt;br /&gt;mengenai stres menunjukkan adanya beberapa hal yang merupakan penyebab&lt;br /&gt;terbesar stres, seperti kematian orang yang kita cintai, kecelakaan&lt;br /&gt;lalu lintas, dan sebagainya. Hal-hal seperti ini bolehlah Anda anggap&lt;br /&gt;sebagai hal yang "agak besar." Tapi, bukankah hal-hal ini hanya kita&lt;br /&gt;alami sekali-sekali dan pada waktu-waktu tertentu? Kenyataannya,&lt;br /&gt;kebanyakan hal-hal yang kita pusingkan dalam hidup&lt;br /&gt;Demikian tips hari ini semoga bermanfaat dan menambah kebahagiaan bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam syukur dan bahagia&lt;br /&gt;terimakasih&lt;br /&gt;i love you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahmad - Money Magnet Forum&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7969809684093832642?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7969809684093832642/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7969809684093832642' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7969809684093832642'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7969809684093832642'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/3-tips-meraih-hidup-bahagia.html' title='3 tips meraih hidup bahagia'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7341964273752628364</id><published>2009-05-23T20:34:00.001+07:00</published><updated>2009-05-23T20:34:41.808+07:00</updated><title type='text'>BALANCE SHEET OF LIFE</title><content type='html'>Our Birth is our Opening Balance!&lt;br /&gt;Our Death is our Closing Balance!&lt;br /&gt;Our Prejudiced Views are our Liabilities&lt;br /&gt;Our Creative Ideas are our Assets&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heart is our Current Asset&lt;br /&gt;Soul is our Fixed Asset&lt;br /&gt;Brain is our Fixed Deposit&lt;br /&gt;Thinking is our Current Account&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Achievements are our Capital&lt;br /&gt;Character &amp;amp; Morals, our Stock-in-Trade&lt;br /&gt;Friends are our General Reserves&lt;br /&gt;Values &amp;amp; Behaviour are our Goodwill&lt;br /&gt;Patience is our Interest Earned&lt;br /&gt;Love is our Dividend&lt;br /&gt;Children are our Bonus Issues&lt;br /&gt;Education is Brands / Patents&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge is our Investment&lt;br /&gt;Experience is our Premium Account&lt;br /&gt;The Aim is to Tally the Balance Sheet Accurately.&lt;br /&gt;The Goal is to get the Best Presented Accounts Award.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some very Good and Very bad things ...&lt;br /&gt;The most destructive habit....... ........ .....Worry&lt;br /&gt;The greatest Joy......... ......... .......... ...Giving&lt;br /&gt;The greatest loss.......Loss of self-respect&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most satisfying work........ .......Helping others&lt;br /&gt;The ugliest personality trait....... . .....Selfishness&lt;br /&gt;The most endangered species..... ....Dedicated leaders&lt;br /&gt;Our greatest natural resource.... ......... ...Our youth&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The greatest 'shot in the arm'........ .Encouragement&lt;br /&gt;The greatest problem to overcome.... ........ ...Fear&lt;br /&gt;The most effective sleeping pill....... Peace of mind&lt;br /&gt;The most crippling failure disease..... . .......Excuses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most powerful force in life........ ........... Love&lt;br /&gt;The most dangerous act...... ..A gossip&lt;br /&gt;The world's most incredible computer.... ....The brain&lt;br /&gt;The worst thing to be without..... .......... ..... Hope&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The deadliest weapon...... ........ ........The tongue&lt;br /&gt;The two most power-filled words....... ........ 'I Can'&lt;br /&gt;The greatest asset....... .......... ........ ....Faith&lt;br /&gt;The most worthless emotion.... ......... ....Self- pity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most beautiful attire...... ......... ........SMILE!&lt;br /&gt;The most prized possession.. ........ .....Integrity&lt;br /&gt;The most powerful channel of communication. ....Prayer&lt;br /&gt;The most contagious spirit...... ......... ......Enthusiasm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life ends; when you stop Dreaming,&lt;br /&gt;Hope ends; when you stop Believing,&lt;br /&gt;Love ends; when you stop Caring,&lt;br /&gt;And Friendship ends; when you stop Sharing...!! !&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;God Loves You.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7341964273752628364?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7341964273752628364/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7341964273752628364' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7341964273752628364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7341964273752628364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/balance-sheet-of-life.html' title='BALANCE SHEET OF LIFE'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-8279010841989507295</id><published>2009-05-22T14:44:00.001+07:00</published><updated>2009-05-22T14:46:09.388+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan adalah pilihan</title><content type='html'>Pada suatu zaman di Tiongkok, hiduplah seorang jenderal besar yang&lt;br /&gt;selalu menang dalam setiap pertempuran. Karena itulah, ia dijuluki&lt;br /&gt;"Sang Jenderal Penakluk" oleh rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu&lt;br /&gt;ketika, dalam sebuah pertempuran, ia dan pasukannya terdesak oleh&lt;br /&gt;pasukan lawan yang berkali lipat lebih banyak. Mereka melarikan diri,&lt;br /&gt;namun terangsak sampai ke pinggir jurang. Pada saat itu para prajurit&lt;br /&gt;Sang Jenderal menjadi putus asa dan ingin menyerah kepada musuh saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang&lt;br /&gt;Jenderal segera mengambil inisiatif, "Wahai seluruh pasukan,&lt;br /&gt;menang-kalah sudah ditakdirkan oleh dewa-dewa. Kita akan menanyakan&lt;br /&gt;kepada para dewa, apakah hari ini kita harus kalah atau akan menang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya&lt;br /&gt;akan melakukan tos dengan keping keberuntungan ini! Jika sisi gambar&lt;br /&gt;yang muncul, kita akan menang. Jika sisi angka yang muncul, kita akan&lt;br /&gt;kalah! Biarlah dewa-dewa yang menentukan!" seru Sang Jenderal sambil&lt;br /&gt;melemparkan kepingnya untuk tos? Ternyata sisi gambar yang muncul!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan&lt;br /&gt;itu disambut histeris oleh pasukan Sang Jenderal, "Hahaha? dewa-dewa di&lt;br /&gt;pihak kita! Kita sudah pasti menang!!!" Dengan semangat membara,&lt;br /&gt;bagaikan kesetanan mereka berbalik menggempur balik pasukan lawan.&lt;br /&gt;Akhirnya, mereka benar-benar berhasil menunggang-langgang kan lawan yang&lt;br /&gt;berlipat-lipat banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada senja pasca-kemenangan, seorang&lt;br /&gt;prajurit berkata kepada Sang Jenderal, "Kemenangan kita telah&lt;br /&gt;ditentukan dari langit, dewa-dewa begitu baik terhadap kita."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang&lt;br /&gt;Jenderal menukas, "Apa iya sih?" sembari melemparkan keping&lt;br /&gt;keberuntungannya kepada prajurit itu. Si prajurit memeriksa kedua sisi&lt;br /&gt;keping itu, dan dia hanya bisa melongo ketika mendapati bahwa ternyata&lt;br /&gt;kedua sisinya adalah gambar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang dalam hidup ini ada banyak&lt;br /&gt;hal eksternal yang tidak bisa kita ubah; banyak hal yang terjadi tidak&lt;br /&gt;sesuai dengan kehendak kita. Namun demikian, pada dasarnya dan pada&lt;br /&gt;akhirnya, kita tetap bisa mengubah pikiran atau sisi internal kita&lt;br /&gt;sendiri: untuk menjadi bahagia atau menjadi tidak berbahagia. Jika&lt;br /&gt;bahagia atau tidak bahagia diidentikkan dengan nasib baik atau nasib&lt;br /&gt;buruk, jadi sebenarnya nasib kita tidaklah ditentukan oleh siapa-siapa,&lt;br /&gt;melainkan oleh diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujung-ujungnya, kebahagiaan adalah sebuah pilihan proaktif. "The most proactive thing we can do is to 'be happy'," begitu kata Stephen R. Covey dalam buku 7 Habits-nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-8279010841989507295?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/8279010841989507295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=8279010841989507295' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8279010841989507295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8279010841989507295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/kebahagiaan-adalah-pilihan.html' title='Kebahagiaan adalah pilihan'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-9023595522550345201</id><published>2009-05-20T11:17:00.000+07:00</published><updated>2009-05-20T11:18:14.089+07:00</updated><title type='text'>Di Luar Kebisingan Kata-Kata</title><content type='html'>&lt;p class="Default" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;Menyimak adalah seni yang tidak mudah didapat, tetapi di situ terdapat keindahan dan pemahaman luhur. Kita menyimak dengan berbagai kedalaman diri kita, tetapi cara menyimak kita selalu disertai suatu prakonsepsi atau berangkat dari suatu sudut pandang tertentu. Kita tidak sekadar menyimak; selalu ada tabir menyela berupa pikiran-pikiran, kesimpulan-kesimpulan dan prasangka-prasangka kita sendiri. ... Untuk dapat menyimak haruslah ada keheningan di dalam, kebebasan dari ketegangan untuk memperoleh sesuatu, suatu perhatian yang rileks. Keadaan yang waspada tapi pasif ini mampu mendengar apa yang berada di luar kesimpulan kata-kata. Kata-kata membingungkan; itu hanya cara berkomunikasi lahiriah; tetapi untuk menghayati di luar kebisingan kata-kata haruslah ada sikap pasif tapi waspada di dalam menyimak. Mereka yang mencinta dapat menyimak; tetapi amat jarang orang menemukan seorang penyimak. Kebanyakan dari kita selalu mengejar hasil, menggapai cita-cita; kita selamanya mengatasi dan menaklukkan, dan dengan demikian tidak menyimak. Hanya di dalam menyimak kita mendengar nyanyian kata-kata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="Default"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size: 11pt;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: georgia;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;J. Krishnamurti – The Book of Life&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-9023595522550345201?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/9023595522550345201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=9023595522550345201' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/9023595522550345201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/9023595522550345201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/di-luar-kebisingan-kata-kata.html' title='Di Luar Kebisingan Kata-Kata'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5191565779277688141</id><published>2009-05-19T15:49:00.003+07:00</published><updated>2009-05-19T16:28:15.118+07:00</updated><title type='text'>PERBEDAAN PERSEPSI</title><content type='html'>&lt;div  style="font-family:georgia;"&gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div style="color: rgb(153, 153, 255);font-family:georgia;" &gt;                     &lt;div&gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Ada&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;                      seorang ayah yang menjelang ajalnya di hadapan sang Istri                      berpesan DUA hal kepada 2 anak laki-lakinya                      :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div  style="font-family:georgia;"&gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div  style="font-family:georgia;"&gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt;&lt;span style="color:purple;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;img src="http://us.mg1.mail.yahoo.com/ya/download?mid=1%5f5527689%5fAJ2yo0IAAFU0ShFiCAZmFXNR48M&amp;amp;pid=2&amp;amp;fid=Inbox&amp;amp;inline=1&amp;amp;stationery=1" height="207" width="303" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div  style="font-family:georgia;"&gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;-                      Pertama : Jangan pernah menagih hutang kepada orang yg                      berhutang kepadamu.&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);" &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-                      Kedua     : Jika pergi ke toko                      jangan sampai mukanya terkena sinar                      matahari.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);" &gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span&gt;Waktu berjalan terus. Dan                      kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya                      meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu                      menjadi semakin                      miskin.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Pada                      suatu hari sang Ibu menanyakan hal itu kepada                      mereka.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 255);" &gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div style="color: rgb(153, 153, 255);"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jawab                      anak yang bungsu :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div style="color: rgb(153, 153, 255);font-family:georgia;" &gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Ini                      karena saya mengikuti pesan ayah.                      &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1242722254_2"&gt;Ayah&lt;/span&gt;&lt;strong&gt; berpesan bahwa saya                      tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang                      kepadaku, akibatnya modalku susut karena orang yang                      berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh                      menagih".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div style="color: rgb(153, 153, 255);font-family:georgia;" &gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Juga                      Ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah                      ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari.                      Akibatnya saya harus naik becak atau andong, padahal                      sebetulnya saya bisa berjalan kaki saja, tetapi karena pesan                      ayah itu, akibatnya pengeluaranku bertambah                      banyak".&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepada anak yang sulung                      yang bertambah kaya, sang Ibu pun bertanya hal yang                      sama.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div style="color: rgb(153, 153, 255);font-family:georgia;" &gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jawab                      anak sulung :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div style="color: rgb(153, 153, 255);font-family:georgia;" &gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;"Ini                      semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena Ayah                      berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang                      berhutang kepada saya, maka saya tidak pernah menghutangkan                      sehingga dengan demikian                      modal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;tidak                      susut".&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Juga Ayah berpesan agar                      supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko                      tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke                      toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari                      terbenam.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Karenanya toko saya buka                      sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang                      lain                      tutup."&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;"Sehingga karena                      kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris,                      karena mempunyai jam kerja lebih                      lama".&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div  style="font-family:georgia;"&gt;                     &lt;div&gt;                     &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:red;"&gt;MORAL                      CERITA :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:100%;color:red;"  &gt;&lt;span  lang="SV" style="color:red;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Kisah                      diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di tanggapi                      dengan presepsi yang berbeda.                      &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;                     &lt;div  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;Jika                      kita melihat dengan positive attitude maka segala kesulitan                      sebenarnya adalah sebuah perjalanan membuat kita sukses                      tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya kesulitan                      karena rutinitas kita... pilihan ada di tangan                      anda.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="color:black;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;'Berusahalah                      melakukan hal biasa dengan cara yang                      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;color:red;" &gt;luar                      biasa&lt;em&gt;&lt;i&gt;'&lt;/i&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5191565779277688141?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5191565779277688141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5191565779277688141' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5191565779277688141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5191565779277688141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/05/perbedaan-persepsi_19.html' title='PERBEDAAN PERSEPSI'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4767557879435741896</id><published>2009-01-06T18:36:00.000+07:00</published><updated>2009-01-06T18:37:19.836+07:00</updated><title type='text'>Garis Kehidupan</title><content type='html'>Seberapa kita yakin bahwa arah hidup kita telah ditentukan sejak pertama kita menjejakkan kaki kita di dunia ini, tercatat secara resmi melalui goresan garis-garis di telapak tangan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda mungkin termasuk orang yang tidak mempercayainya, atau mungkin juga Anda termasuk orang yang mempercayainya. Tapi dalam hal ini mari kita ke sampingkan perbedaan pendapat tersebut, apapun pilihan kepercayaan Anda, mari kita setuju kalau memang garis-garis kehidupan kita telah ditentukan sejak awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah pedati yang dikemudikan oleh seorang sais, secara garis besar rute pedati tersebut telah ditentukan dari awal, tapi bukan berarti pedati tersebutPASTI akan melewati rute tersebut dan sampai pada tempat yang sedang ditujunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pedati tersebut dapat dihentikan, dibelokkan ke arah lain, atau sama sekali tanpa arah yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini tergantung kepada Sang Pengemudi, arah pedati itu akan bergerak sesuai dengan cara dan keinginan sang pengemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pedati itu adalah kehidupan kita, maka sang pengemudi itu adalah kita sendiri.&lt;br /&gt;Mungkin juga kita seperti tukang kayu ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang tukang kayu yang telah kelelahan berkarya ingin segera menjalani kehidupan pensiunnya, sejak awal dia adalah tukang kayu yang berbakat, tukang kayu yang berdedikasi tinggi atas pekerjaannya, tukang kayu yang bertanggung jawab penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia menyampaikan keinginannya kepada BOSS, ia malah diberi tugas terakhir sebelum pensiun, sang BOSS ingin ia membuat sebuah rumah megah untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tukang kayu yang berbakat itu tiba-tiba berubah, ia menjadi tukang kayu yang sembrono, tukang kayu yang asal-asalan. Dengan terpaksa ia menyelesaikan tugas terakhirnya, ia merasa perusahaan sungguh tidak berpihak padanya, ia sungguh kecewa. Dan kekecewaannya ia lampiaskan pada pekerjaanya. Sebuah "Rumah Mewah" yang jauh dari arti "Mewah " akhirnya selesai tepat waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pensiun telah tiba, sang tukang kayu akhirnya mendapat sebuah amplop yang berisi sejumlah uang pensiun dan sebuah "KUNCI" rumah. Kunci dari "Rumah Mewah" yang baru selesai dibangunnya. "Hadiah special ini dipersembahkan perusahaan padamu, karena kerjamu yang luar biasa dan berdedikasi selama bekerja di sini." Kata Sang BOSS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Tukang kayu hanya melihat kunci rumah itu dengan"PENYESALAN" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita kadang-kadang lupa bahwa kita adalah pembuat rumah untuk diri kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke soal goresan-goresan tangan di tangan kita, anggaplah kita semua setuju bahwa itu adalah catatan RUTE yang akan kita tempuh dalam kehidupan ini, anggaplah bahwa rute yang akan kita tempuh oleh "PAKAR garis tangan" dikatakan kita berada pada jalur yang benar menuju "KEJAYAAN" dan Rute tersebut menjanjikan hal yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi jika Rute yang begitu INDAH dan menjanjikan itu diabaikan, atau sebagai Sang Pengemudi kita tidak menyambutnya dengan antusias dan mengwujudkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rute tersebut akan terkubur seperti rute harta karun yang tak pernah ditemukan. Perkataan "PAKAR garis tangan" hanya berupa kata-kata yang tiada artinya, hanya mimpi dan omong kosong belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hidup ini begitu dinamis, segalanya berubah, tidak ada yang kekal atau abadi, yang kekal adalah ketidak-kekalan itu sendiri, ketika kita tidak mempersiapkan "rumah kita sendiri" dengan baik maka semua rencana pada denah-denah yang telah dibuat Sang Arsitek akan berubah sesuai dengan sentuhan tangan Sang Tukang Kayu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika Rute yang tergaris dalam tapak kita tidak sesuai harapan kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya, Ubah saja rutenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecuali kita sendiri memang menerimanya sebagai takdir yang tak dapat dipungkiri, dengan sukarela kita menjalaninya, kita pasrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jangan mengatakan "Tuhan" itu tidak adil, karena walau rute telah ditentukan, kita tidak dipaksa untuk menempuhnya, kita masih diberi pilihan untuk merubahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara kita yang menganggap kita telah dilahirkan sebagai bagian yang terpinggirkan, bagian dari pelengkap penderita. Jika kita telah menghakiminya dan mengetuk palu atas anggapan seperti itu maka sejak ketukan terakhir dijatuhkan, kita telah terseret dalam lubang penderitaan seperti yang "KITA INGINKAN".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu, jangan menyalahkan siapa-siapa. Betapa adilnya alam ini, bahkan pada saat itu kesempatan untuk merubah rute masih tetap terbuka untuk kita, sampai kita sendiri benar-benar tidak menginginkan perubahan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun yang telah digariskan, tercatat oleh alam untuk kita, Kita sendiri yang menentukan ke arah mana kita akan berjalan, dan kemana kita akan berada kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya, "Benih yang baik akan menghasilkan buah yang baik"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sukses Selalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seng Guan CPLHI&lt;br /&gt;Regional Manager PT Arthamas Konsulindo&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4767557879435741896?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4767557879435741896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4767557879435741896' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4767557879435741896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4767557879435741896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2009/01/garis-kehidupan.html' title='Garis Kehidupan'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-553359355945212809</id><published>2008-12-15T11:49:00.000+07:00</published><updated>2008-12-15T11:51:24.189+07:00</updated><title type='text'>Pesan sang ayah</title><content type='html'>Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayahnya meninggal sebelumnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada orang yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari rumah ke toko jangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai mukanya terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa tahun setelah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang yang bungsu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadi semakin miskin.&lt;br /&gt;Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengikuti pesan ayah. Ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada orang yang berhutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang berhutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menagih. Juga ayah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah ke toko dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya saya harus naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cukup, tetapi karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertambah banyak.&lt;br /&gt;Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bertanya hal yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mentaati pesan ayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada orang yang berhutang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan demikian modal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saya berangkat ke toko&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matahari, maka saya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesudah matahari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buka, dan tutup jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebiasaan itu, orang menjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kerja lebih lama.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan anda?&lt;br /&gt;Kisah diatas menunjukkan bagaimana sebuah kalimat di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggapi dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;presepsi yang berbeda jika kita melihat dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;positif attitude maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat kita sukses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tetapi kita bisa juga terhanyut dengan adanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesulitan karena rutinitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita ..pilihan ada di tangan anda.&lt;br /&gt;Berusaha melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cara yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : milis money magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-553359355945212809?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/553359355945212809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=553359355945212809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/553359355945212809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/553359355945212809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/12/pesan-sang-ayah.html' title='Pesan sang ayah'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7356088827357275886</id><published>2008-11-21T10:04:00.000+07:00</published><updated>2008-11-21T10:05:43.558+07:00</updated><title type='text'>Terapi Self Hypnosis cepat &amp; efektif</title><content type='html'>“Duuuh, pikiranku ruwet nih Oom…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gambarkan keruwetan pikiranmu menjadi sebuah bentuk, misalnya segitiga yang ngaco, bisa bulatan yang gak bulat, atau bentuk apapun yang kamu mau gambarkan, yang mewakili perasaan ruwetmu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sekarang bayangkan bentuk itu mengecil. Ya, betul! Bayangkan makin mengecil dan mengecil. Sekarang! Bayangkan makin kecil lagi dan secepat mungkin bayangkan jadi titik. Ya, betul!!! Sekarang bayangkan titik tersebut hilang lenyap.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“WOW, hebat! Pikiran ruwetku sekarang lenyap…ha..ha..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semudah itukah proses “terapi” NLP menyelesaikan keruwetan pikiran?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya “Ya”, bagi Anda yang percaya dan terlatih melakukannya. Jawabannya akan menjadi “Tidak”, bagi Anda yang hobinya hanya membahas teori-teori NLP dan melihat kalo rumit itu kesannya profesional he..he.. (maaf yooo…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merubah Gambar menjadi Bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Idenya sungguh sangat sederhana, saya terinspirasi dari pencipta NLP DR Richard Bandler, saat hadir di kelas Design Human Engineering di Orlando, Maret 2008 lalu. Begitu mudah dan cepatnya Guru NLP ini membantu orang lain menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Fast, Simple and Fun…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, salah satu ide yang saya terapkan adalah mengajak klien untuk merubah keruwetan pikirannya yang “biasanya” berupa gambaran, menjadi sebuah bentuk. Boleh bentuk apa saja. Lalu, kita main-main deh dengan bentuk itu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini pernah saya udarakan dan dipandu secara aktif langsung ke para pendengar Radio Sonora di acara Terapi Musik episode ke 10 hari Minggu jam 22:00 s/d 24:00, dengan kombinasi teknik terapi diri menggunakan cahaya lilin. Baiklah, kita lanjutkan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita main-main dengan Pikiran kita sendiri:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pikirkan kembali sebuah pengalaman di masa lalu saat pikiran Anda ruwet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hitung perlahan dalam hati, boleh pejamkan mata, angka-angka ini: 10… 9… 8… sampai 1…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sekarang, santai dan tetap konsentrasi, munculkan “gambaran” keruwetan itu, bisa berwarna, bisa gelap, mungkin hitam, bisa apa saja. Dan, rasakan ada rasa tidak nyaman dalam diri, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Lalu, gunakan “kekuatan” pikiran Anda untuk merubah “gambaran” ruwet pikiran tadi, menjadi sebuah bentuk, apa saja, bebas… ikuti pikiran Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Buat sejelas mungkin bentuk tersebut dalam pikiran Anda, lalu gambarkan bentuk ini ke sehelai kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Nah, sekarang pejamkan mata lagi. Gunakan “kekuatan” pikiran Anda lagi, “perintahkan” bentuk tadi untuk mengecil, bayangkan makin mengecil, makin mengecil, terus mengecil menjadi titik, dan lenyapkan secepat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika bentuk tersebut sudah lenyap, baru bukalah mata. Kertasnya boleh dibuang jauh-jauuuh… atau dibakar sampai jadi abuuu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tarik nafas sedalam-dalamnya, ambil keputusan untuk terus melanjutkan kehidupan ini menjadi lebih baik lagi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Doa bersyukur sebentar saja sesuai iman Anda masing-masing, sungguh sebuah pilihan yang bijak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sederhana banget, bukan? Coba deh… Sangat efektif dan mudah sekali. Bisa dilakukan kapanpun. Sangat efektif saat pikiran ruwet di kantor atau saat mau meeting dengan Bos…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lakukan, lakukan dan lakukan, lalu bagikan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini sangat mudah dilakukan, jadi segera lakukan, lakukan dan lakukan. Jika Anda sudah terlatih, tidak perlu lagi menggambarkan bentuk tersebut ke sehelai kertas, cukup dalam imajinasi saja. Kunci dari latihan ini adalah kemampuan Anda masuk ke kondisi sangat fokus, sangat konsentrasi yang tetap nyantai, ke kondisi self-hypnosis, ke kondisi meditatif, ke kondisi khusuk…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda terlatih, biasanya akan muncul rasa percaya diri yang menguat, ada keyakinan atau belief yang menguat dalam diri ini. Nah, inilah peluang untuk berbagi…  Ajarkan dan bagikan teknik ini ke orang lain yang kira-kira membutuhkannya. Keampuhan teknik sederhana ini, justru berasal dari NIAT TULUS Anda yang ingin menolong orang lain, agar bisa merasakan perasaan “plong” juga… seperti yang Anda rasakan. Itulah attitude of NLP. Kekuatan sebuah teknik, justu berasal dari Sikap kita sebagai pembabarnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, berikutnya… Kalo nolong, ya nolong aja. Jangan minta duit atau pamrih he..he.. Nanti saya sumpahin, wong dapat ilmunya gratis, lha kok malah dijual. Gua sumpahin miskin lagi he..he.. Enggaklah, terserah saja kok…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon pamit, mau meeting lagi… Tadi sedang iseng, jadi nulis artikel ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 29 Oktober 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishnamurti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7356088827357275886?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7356088827357275886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7356088827357275886' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7356088827357275886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7356088827357275886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/11/terapi-self-hypnosis-cepat-efektif.html' title='Terapi Self Hypnosis cepat &amp; efektif'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6688243046381621239</id><published>2008-11-13T11:56:00.000+07:00</published><updated>2008-11-13T11:57:34.208+07:00</updated><title type='text'>Releasing -Teknik Bebaskan Diri dari Kemarahan</title><content type='html'>By: Krishnamurti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana mungkin Anda bisa terbang tinggi, jika Anda masih membawa&lt;br /&gt;ransel yang berat di pundak Anda?" demikian jawaban saya jika ada&lt;br /&gt;peserta training yang bertanya bagaimana cara mencapai sukses dengan&lt;br /&gt;cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ransel yang berat ini adalah kemarahan dan teman-temannya&lt;br /&gt;seperti kekesalan, kekecewaan, kesedihan dsb. Marah itu memang&lt;br /&gt;menyakitkan. Marah itu bahaya. Marah itu tidak nyaman. Marah itu&lt;br /&gt;energi negatif. Marah itu disimpan jadi berat, namun jika dibuang&lt;br /&gt;sering seperti bumerang yang kembali lagi ke si pengirim. Uh, sebeeel&lt;br /&gt;dan sereeem…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana melepaskan ransel yang berat tersebut?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik ini saya dapatkan dari seorang sahabat yang berasal dari Jerman&lt;br /&gt;saat kami training bersama di sesi NLP Malaysia tahun lalu. Beliau&lt;br /&gt;sudah menekuni teknik ini belasan tahun. Teknik Releasing berikut ini&lt;br /&gt;memang sudah saya sesuaikan dengan budaya Indonesia dan dikombinasikan&lt;br /&gt;dengan teknik NLP lainnya agar menjadi sangat sederhana (sebagaimana&lt;br /&gt;hobi saya yang ingin membuat segala sesuatu menjadi sederhana&lt;br /&gt;he..he..) dan setiap orang bisa melakukannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan proses kegiatannya adalah sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ambil sikap yang nyaman, bisa posisi duduk atau tiduran. Masuk&lt;br /&gt;kedalam diri dalam suasana hening (Deep Trance State) sampai Anda&lt;br /&gt;nyaman. Salah satu teknik sederhana favorit saya adalah menghitung&lt;br /&gt;mundur dari 3, 2 dan 1 sambil bernafas sangat perlahan di setiap&lt;br /&gt;hitungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda hening beberapa saat. Setelah itu, lakukan kalimat sugesti&lt;br /&gt;diri (self suggestion) berikut ini dengan teknik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanda * = artinya dengan lembut dan perlahan tariklah nafas yang dalam&lt;br /&gt;dan saat hembuskan nafas dalam tempo lambat katakan kalimat disebelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Aku lepaskan… (hening sejenak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Aku bebaskan… (hening sejenak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Jika muncul gambaran memory, boleh gunakan teknik gambarannya dibuat&lt;br /&gt;menjauh sampai hilang. Jika muncul suara, boleh gunakan teknik&lt;br /&gt;suaranya dibuat terdengar makin perlahan sampai hilang.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Segala rasa marah.. (hening sejenak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Segala rasa sedih… (hening sejenak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Segala rasa kecewa.. (hening sejenak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(boleh ditambahkan kata lainnya bila menurut Anda mengganggu emosi&lt;br /&gt;Anda, lebih spesifik lebih baik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Yang bersemayam dalam diriku… (hening sejenak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Ke alam semesta dengan ikhlas… (hening sejenak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sekaraaang…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rasakan perasaan Anda saat ini, jika masih ada rasa, suara atau&lt;br /&gt;gambaran kemarahan dan kawan-kawannya yang muncul, silahkan lakukan&lt;br /&gt;kembali langkah 2 dalam kondisi Deep Trance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda kuasai dan mahir dengan teknik ini, Anda dapat&lt;br /&gt;mempraktekannya kapanpun dan dimanapun dengan melakukan langkah 1&lt;br /&gt;tanpa harus pejamkan mata. Karena Deep Trance State bisa Anda ciptakan&lt;br /&gt;kapanpun Anda perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah ransel berat tersebut lepas, maka Andapun siap untuk terbang&lt;br /&gt;tinggi, setinggi dan sejauh yang Anda inginkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6688243046381621239?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6688243046381621239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6688243046381621239' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6688243046381621239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6688243046381621239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/11/releasing-teknik-bebaskan-diri-dari.html' title='Releasing -Teknik Bebaskan Diri dari Kemarahan'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-3168797004981273894</id><published>2008-10-30T08:18:00.000+07:00</published><updated>2008-10-30T08:20:51.654+07:00</updated><title type='text'>Kepada Wanita Cantik......</title><content type='html'>Seorang anak laki-laki kecil bertanya&lt;br /&gt;kepada ibunya "Mengapa engkau menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena aku seorang wanita", kata&lt;br /&gt;sang ibu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;tidak mengerti", kata anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunya hanya memeluknya dan berkata,&lt;br /&gt;"Dan kau tak akan pernah mengerti"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian anak laki-laki itu bertanya&lt;br /&gt;kepada ayahnya, "Mengapa ibu suka menangis tanpa&lt;br /&gt;alasan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua&lt;br /&gt;wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh&lt;br /&gt;ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak laki-laki kecil itu pun lalu&lt;br /&gt;tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita&lt;br /&gt;menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya&lt;br /&gt;ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya, "Tuhan, mengapa wanita begitu mudah&lt;br /&gt;menangis?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ketika Aku&lt;br /&gt;menciptakan seorang wanita, ia diharuskan untuk menjadi seorang yang&lt;br /&gt;istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun,&lt;br /&gt;harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberikannya kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima&lt;br /&gt;penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain&lt;br /&gt;menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa&lt;br /&gt;mengeluh "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan,&lt;br /&gt;bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan&lt;br /&gt;melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;"Aku&lt;br /&gt;memberinya kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik&lt;br /&gt;takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan&lt;br /&gt;ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu&lt;br /&gt;"&lt;br /&gt;"Dan&lt;br /&gt;akhirnya, Aku memberinya air mata untuk diteteskan.&lt;br /&gt;Ini adalah&lt;br /&gt;khusus miliknya untuk digunakan kapan pun ia butuhkan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau tahu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecantikan&lt;br /&gt;seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, sosok yang ia&lt;br /&gt;tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."&lt;br /&gt;"Kecantikan&lt;br /&gt;seorang wanita harus dilihat dari matanya, karena itulah pintu hatinya -&lt;br /&gt;tempat dimana cinta itu ada."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-3168797004981273894?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/3168797004981273894/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=3168797004981273894' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3168797004981273894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3168797004981273894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/10/kepada-wanita-cantik.html' title='Kepada Wanita Cantik......'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-1316296712322948591</id><published>2008-10-27T08:39:00.001+07:00</published><updated>2008-10-27T08:42:06.821+07:00</updated><title type='text'>Kisah Anie &amp; Kadek</title><content type='html'>Hai teman-teman semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih untuk Pak Herman, Mbak Heni dan Mimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menangis membaca 3 postingan kalian : Dear Diary, kisah cinta dari China, dan unconditional love. Tiga artikel yang begitu menyentuh dan saling menguatkan. Ketiganya mengarah ke satu hal : mencintai dan menerima apa adanya, tanpa syarat, tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membacanya membawa saya kembali ke masa-masa dulu, tahun-tahun awal pernikahan kami.  Perasaan saya jadi mellow, dan jadi pengen nulis, sekalian menjawab Pak Budiharto dan Mbak Ester…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dulu seangkuh Vella. Di tengah semua kekurangan saya, saya selalu melihat kekurangan suami saya, sehingga kelebihannya menjadi tak berarti. Saya selalu complain bila suami bersikap tidak sesuai dengan yang seharusnya menurut saya.  Bahkan saya sempat kehilangan rasa itu.  Perasaan cinta dan debar-debar di dada saat pacaran dulu, menguap entah ke mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengkaran - pertengkaran acap muncul. Sebenarnya itu tidak bisa disebut pertengkaran, karena hanya sepihak. Suami saya jarang sekali meladeni emosi saya.  Dia hanya diam dan memandang saya dengan tatapan yang mungkin yang entah apa maknanya.  Parahnya, saya tambah marah karena menurut saya, harusnya dia bicara, mengekspresikan perasaaannya, sehingga saya tahu apa tahu apa sebenarnya alasan dibalik sikapnya.  Sampai saya sering bilang, saya kan bukan paranormal yang bisa tahu apa perasaan kamu, so say something, anything.  Tapi dia tetap diam, dan saya terbakar sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila kemarahan saya sudah reda, entah esok atau kapannya, dia akan menjelaskan pelan-pelan alasannya. Eh sudah begitu, saya tetep aja menyalahkannya. Harusnya begini dong, begitu dong... Pokoknya, hidup ini jadi ruwet banget karena saya selalu menganalisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking tidak tahu bagaimana caranya untuk mengubah dia agar bersikap seperti yang saya mau, saya dengan kurang ajarnya mengajukan pertanyaan yang begitu angkuh dan sarkastis, "Saya orang yang mau belajar, jadi tolong kasi tahu saya bagaimana caranya agar saya bisa bangga punya suami kamu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat itu meluncur begitu saja dari mulut saya, sampai saya sendiri kaget dengan kata-kata saya sendiri, dan terdiam, aduh, kok saya kurang ajar banget ya, dia pasti marah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia diam, memandang ke arah saya beberapa saat, bukannya marah seperti yang saya pikir, dia dengan penuh kontrol diri menjawab dengan  hanya satu kalimat yang singkat, padat, jelas dan merasuk ke dalam jiwa saya, merontokkan semua ego dan keangkuhan saya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Syukuri apa yang aku punya, dan jangan sesali apa yang tidak aku punya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga saya tersadar begitu bodohnya saya, lupa akan segala kemuliaan hatinya yang membuat saya jatuh cinta padanya bahkan sejak kami masih kecil.  Betapa ego dan segala masalah yang ada dalam diri saya membutakan saya. Saat itu  ingin saya menangis dan bersimpuh di kakinya, dan memohon maaf atas semua kesombongan dan kesalahan saya selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sekali lagi ego itu berkuasa.  Dengan masih mengenakan keangkuhan itu saya berkata, “Oke, jawaban itu yang aku mau. Aku benar-benar mau belajar, so bantu aku agar bisa melakukannya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, setiap dia bersikap salah versi saya, ketika emosi mau naik, saya selalu ingat kalimat  itu.  Saya pause dulu, lalu saya mengingat-ingat kebaikannya. Kemudian hati saya akan melembut, dan berkata, sebenarnya dia terlalu baik, justru kamu yang harus malu karena begitu banyak kekuranganmu, dan dia menerimamu apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi ini membuat saya berubah, dan saya jatuh cinta lagi padanya.  Semakin hari semakin mencintainya, dan setiap hari bersyukur bisa menjadi istrinya.  Sampai saya merasa saya pasti sudah pernah berbuat kebaikan yang begitu besar sehingga Tuhan memberi saya kesempatan dan kemewahan untuk bersuamikan dia.  Saya merasa Tuhan begitu memanjakan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba saatnya saya bertanya, apa yang membuatnya bertahan dan begitu sabar menghadapi saya, saya yang kecil ini dibanding jiwanya yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku mencintaimu,  engkau adalah belahan jiwaku.  Seperti sebuah radio yang hanya bisa menyala bila ada powernya. Tanpa power, radio tidak bisa berfungsi. Lalu siapakah yang lebih besar, lebih penting, power atau radio?  Tidak ada lebih penting dari yang lain. Semua akan memiliki arti bila bersama. Denganmu, aku hidup. Kamulah motivasi terbesar dalam hidupku selama ini, bahkan sejak aku masih kecil.  Dan aku tahu, kamu akan menjadi lebih baik dari hari ke hari, karena kamu mau belajar”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbunga hati saya mendengarnya, namun saya masih belum mendapatkan jawaban yang saya mau. “Tapi apa rahasianya sehingga kamu bisa menerima sikapku selama ini?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita tidak bisa mengubah orang lain, kita hanya bertanggungjawab terhadap diri kita sendiri.  Bila seseorang sikapnya tidak benar menurut kita, bukan dia yang harus dan bisa kita ubah, tapi diri kitalah yang kita sesuaikan agar kita bisa menerimanya, dan tidak terpengaruh oleh sikapnya.  Karena sebenarnya tidak ada yang salah di dunia ini. Yang ada hanyalah tingkat kebenaran yang berbeda. Kita berusaha bergerak dari satu kebenaran ke tingkat kebenaran yang lebih tinggi lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat ini tidak mudah saya aplikasikan.  Sampai saya bertemu Pak Adi, SC dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to the unconditional love,&lt;br /&gt;dalam kasus saya, suami sayalah yang menerapkannya  sejak awal. Bahkan sebelum kami pacaran, saat kami bersahabat sejak kecil.  Ketika SMA saya pacaran dengan cowok lain dan backstreet, dialah yang mengantar saya bertemu pacar,  mengawasi saya dari jauh, dan mengantar saya pulang, karena orang tua saya hanya percaya padanya.  Dari tatapan matanya, saya tahu betul kalau dia mencintai saya. Tapi karena dia tidak pernah mengatakannya, jadi saya putuskan untuk jalan dengan cowok lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menunggu sampai kuliah kami selesai, baru kemudian mengungkapkan perasaannya pada saya. Sejak dulu ia begitu yakin kalau saya akan menjadi istrinya, walau kami melewati masa-masa pacaran dengan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarangpun saya tidak habis pikir bagaimana dia bisa memanajemen perasaannya pada masa-masa itu.  Bagi saya, dia seperti sebuah buku yang saya selalu dapat belajar hal baru darinya. Sebuah buku bernama Kadek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebentar lagi tgl 4 November, hari ulang tahun perkawinan kami yang ke 9.  Dan bersama air mata yang setia menemani saya selama menulis ini,  ijinkan saya menyampaikan satu hal untuk suami saya, kekasih hati saya.  Hanya satu hal :  Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Maaf ya kawan-kawan bila terlalu personal dan bila ada yang kurang berkenan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;O ya untuk mbak Ester, sejak kejadian itu, saya hampir tidak pernah bertengkar sepihak lagi.  Kehidupan rumah tangga kami seperti pacaran, waktu dan jarak bukan penghalang.  Walau sudah 3 tahun ini kami terpisah kota, suami bekerja di Irian Jaya dan Jakarta, sedang saya dan anak-anak tinggal di Bali, kami saling mempercayai, dan hampir selalu dapat menyelesaikan masalah-masalah rumah tangga dengan kepala dingin.  Semoga kami bisa mempertahankannya, atau lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terima kasih dan Salam penuh kasih,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anie.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-1316296712322948591?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/1316296712322948591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=1316296712322948591' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1316296712322948591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1316296712322948591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/10/hai-teman-teman-semua-terima-kasih.html' title='Kisah Anie &amp; Kadek'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-2167091033264020747</id><published>2008-10-24T10:35:00.002+07:00</published><updated>2008-10-24T10:36:28.801+07:00</updated><title type='text'>Dear Diary</title><content type='html'>Dear Diary,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai Di, udah lama vella ngga nulisin kamu yah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak banget yang vella mau ceritain ke kamu Di.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi pagi vella sama temen2 ngomongin cowok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di masih inget sama evan kan ? cowoknya vella ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella malu banget deh sama dia. Dia soalnya ngga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayak cowok2 temen vella yang lain Di.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebel deh sama evan, Bayangin deh Di semua minusnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;evan nih yah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena dia ngga punya handphone !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal cowok2 temen vella yang lain punya handphone&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama ortunya karena belum 17, padahal cowok2 temen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella yang lain biar sama2 smp udah boleh bawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri !!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena dia itu rambutnya cuma cepak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasa, padahal cowok2 temen vella yang lain itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rambutnya gaya abhies&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 buat dia karena dia itu ngga suka ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tempat2 dugem Di ! padahal vella suka banget ke sana,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;malu banget ngga sih punya cowok kayak gitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 buat dia lagi Di ! karena dia ngga punya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu pun jacket xsml padahal cowok2 temen vella yang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sering banget belanja disana, kalau dia sih paling&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pake bajunya bangsa bangsa jacket yang merek FILA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(idih ngga banget siCh Di!)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 banget ( dan yang ini banget banget&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banget !!!! ) karena dia masih suka bawa makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari rumah buat makang siang ke sekolah ! gila yah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI malu2in banget ngga sih !!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah yah Di, vella malu banget sama dia ,kayaknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mau putus aja deh Di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Diary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari Ini valentine, pas Evan ke kelas vella mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasih kado, vella cuma diem aja .Seharian itu Di,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella ngindarin dia abis-abisan, dia bingung gitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayaknya Di, kenapa vella ngindar terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampe rumah dia nelepon vella, tapi Vella males&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngomong sama dia Di , vella suruh pembantu bilang ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;evan kalau vella belum pulang. Dia nelepon 4 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu tapi vella males nerima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kira-kira 3 harian deh kayak gitu, tiap di sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella ngindarin evan pake cara ke wc cewek lah atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngumpet2 lah, dan di rumah vella selalu ngga mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nerima telepon dari dia, kayaknya vella bener-bener&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udah ilfeel dan malu pacaran sama dia Di !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya waktu itu hari Senin, Seperti biasa pas di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sekolah, Vella ngindarin dia. Pas pulang sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella ngumpul di kantin sama temen2 vella. Mereka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada nanya kok vella ngindarin evan terus Vella diem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aja, tapi setelah didesak akhirnya Vella ngaku juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella ngomong, " Ah bete banget gue sama tuh cowok,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udah ngga ada modal mendingan gaul, dan mukanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah gue pikir2 biasa banget, ya ampun kok gue&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dulu mau yah jadi sama dia ? dipelet kali yah gue!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba tiba semua pada diem dan ngeliat ke arah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;punggung vella, Vella bingung dan nengok di, ya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Di ! ternyata ada evan di belakang Vella dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kayaknya dia denger yang vella baru ucapin barusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella cuma bisa diem tapi vella sempet ngeliat Evan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebentar. Dia diem, mukanya nunduk ke bawah terus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia pelen2 pergi dari situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella diem aja , ada beberapa yang ngomong "hayo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;loo vel , dia denger lho !!" Tapi ada juga yg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngomong , " Udahlah vel , baguslah denger , ngga ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untungnya tetep sama dia , ntar elo juga bisa dapet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yg lebih bagus."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener juga yah Di . Ya udah vella cuek aja , syukur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;deh kalau dia denger !!! Dia mau minta putus juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ayo , mau banget malah vella.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hari pun berlalu Di , dan sejak saat Evan udah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngga berusaha nyamperin vella di sekolah atau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nelepon vella. Tiap ketemu di sekolah dia cuma diem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ngelewatin vella aja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seminggu berlalu , 2 minggu berlalu sejak hari itu ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella mulai ngerasa ada sesuatu yang ilang Di , ngga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tau kenapa Vella mulai ngerasa kehilangan sesuatu ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadang2 vella suka bengong bingung sendiri , cuma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella berusaha ilangin perasaan itu .Vella ngga tau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenapa jadi males kemana mana , pengennya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri aja , males ngapa-in .Semua orang jadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bingung kenapa Vella berubah jadi kayak gini . Vella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri juga ngga tau kenapa Di.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Diary,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu malem nih Di, Ujan deres banget, Vella diem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ngerenung di dalam kamar. Tiba tiba di channel V&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada lagunya Janet JaCkson Di ! Tau kan liriknya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doesn't really matter what the eyes is seeing ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cause im in love with the Inner being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu tiba-tiba Vella nangis Di, Vella baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sadar.... Betapa baiknya evan..... Vella nangis -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senangisnya Di , karena vella baru sadar betapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begonya vella...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena evan ngga punya Hp Di , tapi plus 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena dia tiap malem rela jalan jauh ke wartel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;buat Nelpon Vella ngucapin selamat tidur setiap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena dia ngga dibolehin nyetir mobil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sama ortunya karena belum 17 Di , Tapi plus 100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena tiap malem minggu dia rela naik sepeda jauh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari kemang ke bona indah khusus ngapelin vella biar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ujan sekalipun,.. ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena dia rambutnya cuma botak biasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ngga suka di spike, tapi plus 100 karena dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keadaan rambut vella apapun baik bagus maupun lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jelek , mau salah potong atau salah blow atau salah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;model dia selalu bilang vella cantik banget....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena dia ngga suka ke tempat dugem Di, tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;plus 100 karena dia rela nemenin vella ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tempat2 kayak gitu , meski dia ngga suka dan rela&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dimarahin ortunya karena pulang pagi nemenin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella...dengan naik taksi ke rumahnya.... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena eVan ngga punya jacket xsml dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya punya jacket fila biasa , tapi plus 100 karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau ujan di sekolah dia selalu minjemin vella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jacketnya meski dia sendiri kedinginan.. ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minus 10 karena dia bawa makan siang ke sekolah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi plus 100 karena ternyata nabung uang jajan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makang siangnya buat beli kado valentine buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 60 minus yg evan punya Di , dia punya 600 Plus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di hati Vella .... dari 1000 kekurangan evan , dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;punya semilyar kebaikan.... .. ya tuhan Di , betapa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;begonya vella yah.....vella yang berutung sebenernya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;punya cowok evan , dan vella juga yang nyakitin evan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;padahal ngga pernah sekalipun dia nyakitin vella.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malemnya vella nangis lama banget Di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear Diary,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella ketemu sama evan di sekolah. Vella kejar dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bilang vella mau ngomong, Evan diem aja , tapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pulang sekolah dia nanya vella mau ngomong apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella kasih dia kartu buatan vella , vella cium pipi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia dan vella bilang minta maaf karena vella udah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nyakitin dia . Dia cuma diem aja terus pulang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella cuma bisa diem karena sadar , vella yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berbuat , vella juga yang kehilangan.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit banget rasanya Di , Vella pulang sekolah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nangis tapi juga sadar itu semua Vella yang bikin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan vella pula yang nanggung resiko-nya.. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malem itu tiba tiba mama ngetok pintu kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;vella,katanya ada telepon. Ternyata bener Di itu evaN,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dia udah maafin vella, dia udah lupain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semuanya.... .aduh Di, girang banget hati vella ,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hihihihihi senengnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanti malem Evan mau kesini Di, dan vella mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dandan secantik-cantiknya buat evan, jadi Vella&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;udahan dulu yah Di......thx banget udah denger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;curhat-nya vella, Vella belajar satu hal Di,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*"Hargailah apa yang kamu miliki sekarang , karena *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*tanpa kamu sadari, kamu begitu beruntung telah *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*memiliki-nya" *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat malem diary,ku.... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NB: Minus 10 Di, karena mukanya tidak tampan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tapi plus 100 karena hatinya luar biasa tampan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vella-Nya Evan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doesnt' Really Matter what The eyes is seeing cause&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;im in love with the Inner being&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-2167091033264020747?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/2167091033264020747/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=2167091033264020747' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2167091033264020747'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2167091033264020747'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/10/dear-diary.html' title='Dear Diary'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5414076892940134556</id><published>2008-10-24T07:53:00.000+07:00</published><updated>2008-10-24T07:54:15.483+07:00</updated><title type='text'>Indahnya malam pertama kita</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;br /&gt;    Satu hal sebagai bahan renungan &lt;span style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224809400_1"&gt;Kita&lt;/span&gt;...&lt;br /&gt;    Tuk merenungkan indahnya malam pertama&lt;br /&gt;    Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata&lt;br /&gt;    Bukan malam pertama masuk ke peraduan &lt;span style="border-bottom: medium none; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" class="yshortcuts" id="lw_1224809400_2"&gt;Adam Dan Hawa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut&lt;br /&gt;    Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara&lt;br /&gt;    Hari itu...mempelai sangat dimanjakan&lt;br /&gt;    Mandipun...harus dimandikan&lt;br /&gt;    Seluruh badan Kita terbuka....&lt;br /&gt;    Tak Ada sehelai benangpun menutupinya. .&lt;br /&gt;    Tak Ada sedikitpun rasa malu...&lt;br /&gt;    Seluruh badan digosok Dan dibersihkan&lt;br /&gt;    Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan&lt;br /&gt;    Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...&lt;br /&gt;    Itulah sosok Kita....&lt;br /&gt;    Itulah jasad Kita waktu itu&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Setelah dimandikan.. .,&lt;br /&gt;    Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih&lt;br /&gt;    Kain itu ....jarang orang memakainya..&lt;br /&gt;    Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan&lt;br /&gt;    Wewangian ditaburkan ke baju Kita...&lt;br /&gt;    Bagian kepala..,badan. .., Dan kaki diikatkan&lt;br /&gt;    Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah Kita&lt;br /&gt;    Keranda pelaminan... langsung disiapkan&lt;br /&gt;    Pengantin bersanding sendirian...&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga&lt;br /&gt;    Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul&lt;br /&gt;    Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga&lt;br /&gt;    Serta rasa haru para handai taulan&lt;br /&gt;    Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir&lt;br /&gt;    Akad nikahnya bacaan talkin...&lt;br /&gt;    Berwalikan liang lahat..&lt;br /&gt;    &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1224809400_3"&gt;Saksi&lt;/span&gt; - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan&lt;br /&gt;    Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Dan akhirnya.... . Tiba masa pengantin..&lt;br /&gt;    Menunggu Dan ditinggal sendirian...&lt;br /&gt;    Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1224809400_4"&gt;kehidupan&lt;br /&gt;    Malam pertama&lt;/span&gt; bersama KEKASIH..&lt;br /&gt;    Ditemani rayap - rayap Dan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1224809400_5"&gt;cacing tanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;    Di kamar bertilamkan tanah..&lt;br /&gt;    Dan ketika 7 langkah tlah pergi....&lt;br /&gt;    Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...&lt;br /&gt;    Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur...&lt;br /&gt;    Ataukah Kita kan memperoleh &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1224809400_6"&gt;Siksa Kubur&lt;/span&gt;.....&lt;br /&gt;    Kita tak tahu...Dan tak seorangpun yang tahu....&lt;br /&gt;    Tapi anehnya Kita tak pernah galau ketakutan... ..&lt;br /&gt;    Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima&lt;br /&gt;    Kita sungkan sekali meneteskan air mata...&lt;br /&gt;    Seolah barang berharga yang sangat mahal...&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Dan Dia Kekasih itu.. Menetapkanmu ke syurga..&lt;br /&gt;    Atau melemparkan dirimu ke neraka..&lt;br /&gt;    Tentunya Kita berharap menjadi ahli syurga...&lt;br /&gt;    Tapi....tapi .....sudah pantaskah sikap kita selama ini...&lt;br /&gt;    Untuk disebut sebagai ahli syurga&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Baca jika anda ada masa /waktu untuk ALLAH.&lt;br /&gt;    Bacalah hingga habis.&lt;br /&gt;    Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi anugerah untuk     membaca terus hingga ke akhir.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    ALLAH, bila saya membaca e-mail ini, saya pikir saya tidak ada waktu untuk     ini....&lt;br /&gt;    Lebih lebih lagi diwaktu kerja. Kemudian saya tersadar bahwa pemikiran     semacam inilah yang ....&lt;br /&gt;    Sebenarnya, menimbulkan pelbagai masalah di dunia ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Kita coba menyimpan ALLAH didalam &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1224809400_7"&gt;MASJID&lt;/span&gt; pada hari Jum'at......&lt;br /&gt;    Mungkin malam JUM'AT?&lt;br /&gt;    Dan sewaktu solat MAGRIB SAJA?&lt;br /&gt;    Kita suka ALLAH pada masa kita sakit....&lt;br /&gt;    Dan sudah pasti waktu ada kematian...&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Walau bagaimanapun kita tidak ada waktu atau ruang untuk ALLAH waktu bekerja     atau bermain?&lt;br /&gt;    Karena...&lt;br /&gt;    Kita merasakan diwaktu itu kita mampu dan sewajarnya mengurus sendiri tanpa     bergantung padaNYA.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Semoga ALLAH mengampuni aku karena menyangka... ...&lt;br /&gt;    Bahwa nun di sana masih ada tempat dan waktu dimana ALLAH bukan lah yang     paling utama dalam hidup ku (nauzubillah)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Kita sepatutnya senantiasa mengenang akan segala yang telah DIA berikan     kepada kita.&lt;br /&gt;    DIA telah memberikan segala-galanya kepada kita sebelum kita meminta.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    ALLAH&lt;br /&gt;    Dia adalah sumber kewujudanku dan Penyelamatku&lt;br /&gt;    IA lah yang mengerakkan ku setiap detik dan hari.&lt;br /&gt;    TanpaNYA aku adalah AMPAS yang tak berguna.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Susah vs. Senang&lt;br /&gt;    Kenapa susah sekali menyampaikan kebenaran?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Kenapa mengantuk dalam MASJID tetapi ketika selesai ceramah kita segar     kembali?&lt;br /&gt;    Kenapa mudah sekali membuang e-mail agama tetapi kita bangga mem     "forward" kan email yang tak senonoh?&lt;br /&gt;    &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1224809400_8"&gt;Hadiah&lt;/span&gt; yang paling istimewa yang pernah kita terima.&lt;br /&gt;    Solat adalah yang terbaik.... Tidak perlu bayaran , tetapi ganjaran     lumayan.&lt;br /&gt;    Notes: Tidak kah lucu betapa mudahnya bagi manusia TIDAK Beriman PADA ALLAH&lt;br /&gt;    setelah itu heran kenapakah dunia ini menjadi neraka bagi mereka.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Tidakkah lucu bila seseorang berkata "AKU BERIMAN PADA ALLAH"     TETAPI SENTIASA MENGIKUT SYAITAN. (who, by the way, also     "believes" in ALLAH ).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Tidakkah lucu bagaimana anda mampu mengirim ribuan email lawak yang     akhirnya tersebar bagai api yang tidak terkendali., tetapi bila anda     mengirim email mengenai ISLAM, sering orang berpikir 10 kali untuk     berkongsi?&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Tidakkah mengherankan bagaimana bila anda mulai mengirim pesan ini anda     tidak akan mengirim kepada semua rekan anda karena memikirkan apa tanggapan     mereka terhadap anda atau anda tak pasti apakah mereka suka atau tidak?.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Tidakkah mengherankan bagaimana anda merasa risau akan tanggapan orang     kepada saya lebih dari tanggapan ALLAH terhadap anda.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Aku berDOA , untuk semua yang mengirim pesan ini kepada semua rekan mereka     di rahmati ALLAH.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5414076892940134556?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5414076892940134556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5414076892940134556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5414076892940134556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5414076892940134556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/10/indahnya-malam-pertama-kita.html' title='Indahnya malam pertama kita'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4192809067765896891</id><published>2008-09-24T09:59:00.000+07:00</published><updated>2008-09-24T10:00:23.614+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Kehidupan</title><content type='html'>Seorang&lt;br /&gt;pria mendatangi Sang Guru, "Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha&lt;br /&gt;saya kacau. Apa pun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang saya lakukan selalu berantakan. Saya ingin&lt;br /&gt;mati saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sang Guru tersenyum, "Oh, kamu sakit." "Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya saya ingin mati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, Sang Guru meneruskan, "Kamu sakit. Dan penyakitmu itu dinamakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alergi Hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang bertentangan dengan norma kehidupan. Sungai kehidupan ini mengalir terus, tetapi kita menginginkan status-quo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resistensi kita, penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Yang namanya usaha,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasti ada pasang-surutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal berumah tangga, bentrokan-bentrokan kecil itu lumrah. Persahabatan pun tidak selalu langgeng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sih yang langgeng, yang abadi dalam hidup ini? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa, dan menderita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersediamengikuti petunjukku," kata Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak Guru, tidak! Saya sudah betul-betul bosan. Saya tidak ingin hidup," pria itu menolak tawaran Sang Guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?" "Ya, memang saya sudah bosan hidup."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Baiklah, kalau begitu maumu. Ambillahbotol obat ini. Setengah botol diminum malam ini, setengah botol lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;besok petang. Besok malam kau akan mati dengan tenang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Giliran pria itu jadi bingung. Setiap guru yg ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hidup. Yang satu ini aneh. Ia malah menawarkan racun. Tetapi karena ia memang sudah betul-betul jemu, ia menerimanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan senang hati. Sesampai di rumah, ia langsung menenggak setengah botol 'obat' dari Sang Guru. Dan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.. . Begitu santai!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati. Ia akan terbebas dari segala macam masalah. Malam itu, ia memutuskan utk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar.Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan ia tergerak untuk melakukan jalan pagi. Pulang ke rumah setengah jam kemudian, ia melihat istrinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2cangkir kopi. Satu untuk dirinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang istri pun merasa aneh sekali. Selama ini, mungkin aku salah, "Maafkan aku, sayang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kantor, ia menyapa setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini boss kita kok aneh ya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap perbedaan pendapat. Tiba-tiba hidup menjadi indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mulai menikmatinya. Pulang ke rumah petang itu, ia menemukan istri tercintamenungguiny a di beranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku selalu merepotkan kamu." Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, "Pa, maafkan kami semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini Papa selalu stress karena perilaku kami."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Seketika hidup menjadi sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mendatangi SangGuru lagi. Melihat wajah pria itu, Sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Buang saja botol itu. Isinya air biasa kok. Kau sudah sembuh! Jika kau hidup dalam kekinian, jika kau hidup dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesadaran bahwa engkau bisa mati kapan saja, kau akan menikmati setiapdetik kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hilangkan egomu, keangkuhanmu. Jadilah lembut,selembut air, dan mengalirlah bersama sungai kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah jalan menuju ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kunci kebahagiaan. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria itu mengucapkan terima kasih, lalu pulang untuk mengulangi pengalaman sehari terakhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia terus mengalir. Kini ia selalu hidup dengan kesadaran bahwa ia bisa mati kapan saja. Itulah sebabnya, ia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selalu tenang, selalu bahagia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu. Kita semua SUDAH TAHU bahwa kita BISA MATI KAPAN SAJA. Tapimasalahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita SELALU SADAR bahwa kita BISA MATI KAPAN SAJA???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4192809067765896891?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4192809067765896891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4192809067765896891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4192809067765896891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4192809067765896891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/09/rahasia-kehidupan.html' title='Rahasia Kehidupan'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5812532326413887815</id><published>2008-09-22T08:13:00.000+07:00</published><updated>2008-09-22T08:14:10.933+07:00</updated><title type='text'>Sang Juara</title><content type='html'>Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil&lt;br /&gt;balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu sebab ini adalah babak final.&lt;br /&gt;Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan&lt;br /&gt;yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah&lt;br /&gt;peraturannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang anak bernama Unyil. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk&lt;br /&gt;dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Unyil lah&lt;br /&gt;yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu&lt;br /&gt;untuk berpacu melawan mobil lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, memang mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan&lt;br /&gt;sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang&lt;br /&gt;dimiliki mobil mainan lainnya . Namun, Unyil bangga dengan itu semua. Sebab,&lt;br /&gt;mobil itu buatan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap&lt;br /&gt;anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka&lt;br /&gt;kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4&lt;br /&gt;"pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4jalur terpisah&lt;br /&gt;diantaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, sesaat kemudian. Unyil meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai.&lt;br /&gt;la tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam dengan&lt;br /&gt;tangan yang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian. la berkata,&lt;br /&gt;"Ya, aku siap!".&lt;br /&gt;Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong&lt;br /&gt;mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang&lt;br /&gt;bersorak-sorai bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing "Ayo ayo . .&lt;br /&gt;cepat . . cepat. .&lt;br /&gt;maju. . maju". begitu teriak mereka. Daaann . . . sang pemenang harus&lt;br /&gt;ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Unyil lah&lt;br /&gt;pemenangnya. Ya, semuanya senang riang, begitu juga Unyil. la berucap dan&lt;br /&gt;berkomat-kamit lagi dalam hati. "Terima kasih."&lt;br /&gt;Saat pembagian piala tiba. Unyil maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala&lt;br /&gt;itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa&lt;br /&gt;kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?". Unyil terdiam. "Bukan Pak, bukan itu&lt;br /&gt;yang aku panjatkan" kata Unyil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;la lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk&lt;br /&gt;menolong kita mengalahkan orang lain. "Aku, hanya bermohon pada Tuhan,&lt;br /&gt;supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar&lt;br /&gt;itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi&lt;br /&gt;ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis  Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5812532326413887815?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5812532326413887815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5812532326413887815' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5812532326413887815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5812532326413887815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/09/sang-juara.html' title='Sang Juara'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-1651684574617882069</id><published>2008-09-09T08:19:00.000+07:00</published><updated>2008-09-09T08:20:47.601+07:00</updated><title type='text'>KETIKA KAMI HARUS MEMILIH</title><content type='html'>Dear teman-teman dan sahabat tersayang... .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf sebelumnya, saya baru hari ini dapat menjawab email dan beberapa sms simpati yang saya terima, sehubungan dengan kejadian luar biasa yang menimpa putri tercinta kami, R.A. Granita Ramadhani, pada hari Selasa tanggal 2 September 2008 sekitar jam 18.35-18.40 di lokasi jembatan penyebarangan depan gedung DPR/MPR â€“ Jalan Gatot Subroto Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu memang di luar dugaan kami, karena seperti biasa, putri kami (panggilan sayangnya adalah Dhani) yang bertugas sebagai jurnalis Hukum-online di Gedung DPR, meliput berita-berita yang menjadi tugasnya. Sore itu, tidak seperti biasa, setelah peliputan sidang dia meliput ekstra wawancara. Dan setelah selesai, dia memutuskan untuk segera pulang ke rumah dengan menggunakan bus kota. Itu sebabnya dia memilih memintas melalui jembatan penyeberangan di depan gedung DPR/MPR. Saat itu, jembatan dalam keadaan sepi. Namun di pertengahan jembatan ada seseorang, menggunakan topi dan jaket, sedang berdiri. Dhani sudah merasa tidak enak, dan cukup aneh karena ada seseorang berdiri seperti menunggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika dia melewati orang tersebut, Dhani sudah merasa akan terjadi sesuatu. Dan tiba-tiba orang tersebut mengikutinya ( seperti mengejar), lalu memukul bagian belakang tubuhnya. Dhani berbalik, dan menghindar, tetapi orang tersebut, yang tingginya hampir sama dengan anak saya berhasil merobohkan Dhani dan memukul serta menendang bagian perut dan dada. Lalu Dhani direbahkan di sisi jembatan, dengan kepala dibenturkan beberapa kali ke pinggiran jembatan ( sehingga terjadi luka dan memar di kiri atas kepala). Belum cukup dengan itu, pelaku masih berusaha mencekik Dhani beberapa kali sambil terus memukuli dan membenturkan kepala Dhani ke lantai dan sisi jembatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, entah bagaimana, tiba-tiba Dhani merasakan sakit luar biasa di kepala, dan sesuatu yang basah mengalir di kepalanya. Lalu orang tersebut mengambil tasnya ( yang berisi handphone, voice recorder, dompet, data hasil wawancara dan dokumen penting yang diperolehnya untuk penulisan hasil liputan), sambil mengancam akan membunuhnya kalau Dhani melawan. Kelihatannya ini ancaman yang cukup serius, sehingga Dhani memutuskan untuk diam sejenak dan membiarkan pelakunya melarikan tas yang berisi data-data penting tersebut. Setelah merasa cukup kuat, Dhani baru berteriak minta tolong ( namun di situ tidak ada siapa-siapa) , dan turun tangga menuju ke halte di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu ada beberapa orang di halte ( yang langsung berteriak panik dan berbagai reaksi kaget lainnya), dan ada yang bertanya , kenapa . Dhani hanya bisa mengatakan ,â€�Rampok ! Di atasâ€�. Saat itu wajahnya sudah berlumuran darah, dan sudah membasahi pakaiannya. Melihat tidak ada yang bereaksi, Dhani mengambil inisiatif ingin membeli segelas aqua untuk membersihkan wajahnya ( terutama matanya yang sudah mulai mengabur tertutup cairan). Saat itu seorang bapak (yang kemudian kami ketahui bernama Bapak Solidri â€“ dari Press Room DPR/MPR) mengenali Dhani dari ID-card Pers yang tergantung di lehernya, dan menegur Dhani...Atas kebaikan Bapak tersebut, Dhani berhasil menghubungi saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, jam 18.45, saya sedang dalam perjalanan pulang ke rumah bersama suami saya. Ketika melihat nomor tidak dikenal di ponsel saya, perasaan saya sudah tidak enak. Suara Pak Solidri yang panik, dan kemudian teriakan Dhani yang bilang begini ,â€� Ibu...ini aku. Aku diserang...dipukuli ...aku berdarah !â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedetik jantung saya nyaris berhenti. Lalu saya bertanya pelan (untuk tidak menimbulkan kepanikan) ,â€�Di mana ?â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œDi depan DPR, di jembatan penyebarangan, arah BPKâ€�.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œOke...kamu dengan siapa ? Ibu akan menuju ke sana sekarang.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telepon ditutup. Dan saya berbicara dengan suami yang duduk di sebelah saya dengan wajah gelisah.â€�Kenapa ?â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œDhani diserang orang ! Di jembatan depan DPR. Kita sekarang ke sana. Yi, langsung belok ke kanan !â€� Saat itu kami di posisi dekat lampu merah Pondok Indah â€“ Ciputat Raya. Seketika wajah suami saya pucat ( saya kuatir dia yang shock !).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œSiapa yang menyerang ?â€� suami saya bertanya panik (...dan pasti marah sekali...dia belum sekalipun menyakiti si Cantik kami..).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œSaya tidak tahu, Yah. Sekarang nggak usah dipikirin siapa yang menyerang, tapi kita ambil langkah dulu.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya telepon balik ke nomor tadi, dan berbicara dengan Pak Solidri. â€œMaaf, Pak. Bagaimana dengan kondisi anak saya ? Saya bisa minta tolong untuk menjaga anak saya ?â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Solidri kedengaran panik. Dan menanyakan posisi saya, yang masih di sekitar Ciputat Raya arah Kebayoran Lama. Saat itu, waktu satu menit rasanya seperti berjam-jam. Saya hanya bisa berdoa ,â€�Ya, Allah...maafkan aku. Tidak bisa menjaga titipanMu. Apakah Engkau akan mengambil dia saat ini ? Seandainya Engkau berkenan, tolong jaga dia ya, Allah...Tolong jaga titipanMu. Aku tidak bisa menjaganya saat ini. Tolong kirimkan Malaikat-malaikatMu untuk menjagaNyaâ€�.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, saya menelepon Pak Solidri lagi, dan mereka memutuskan untuk membawa anak saya ke rumah sakit terdekat.â€�Kami tidak bisa menunggu Ibu, terlalu lama. Pendarahannya luar biasa. Anak ibu ditusuk di kepala.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â€œYa, sudah...tolong dibantu Pak. Kami segera menuju ke RS Mintoharjo.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya menelepon seorang teman kantor , untuk minta bantuan teman yang memiliki akses di RSAL Mintoharjo, untuk persiapan di sana sebelum kami tiba. Saya juga minta bantuan teman yang memiliki akses ke Security untuk keamanan anak saya di lokasi. Suami saya meminta bantuan polsek terdekat di Tanah Abang. Dan setelahnya saya hanya bisa berdoa. Memohon kekuatan kepada Allah, terutama agar suami saya kuat menghadapi kejadian ini...(sepanjang sisa perjalanan dia panik dan sudah menduga hal-hal terburuk yang mungkin terjadi). Saya membesarkan hatinya, dan bilang ,â€�Tidak usah menduga-duga. ..kita serahkan kepada Allah. Semoga Allah masih menjaga Dhaniâ€�.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, suami saya terus menghubungi ponsel anak saya, dan aneh sekali, ponsel itu bisa menerima panggilan sehingga kami dapat memantau si pelaku, yang kemungkinan besar naik kendaraan umum ke arah Sudirman, dan kemudian beberapa teriakan-teriakan. Akhirnya saya mendengar suara, seseorang ( yang ternyata polisi lalulintas di daerah Tosari) yang sedang bertanya kepada si pelaku. Beberapa saat kemudian, suami saya mendapat telepon dari nomor ponsel anak saya, yang menanyakan apakah kami kehilangan sesuatu. Sungguh ajaib. Tangan Allah bermain di sini. Bagaimana mungkin dalam hitungan menit, pelaku sudah tertangkap. Jauh dari TKP, dan ditangkap oleh Polisi lalulintas yang sedang bertugas di dekat jembatan Tosari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya sudah tiba di RSAL Mintoharjo, dan mendapati anak saya sedang terbaring di ruang UGD dan sedang dijahit bagian kepalanya. Saya melihat luka terbuka yang tidak rata, dan ada bagian daging / jaringan yang hilang dari keningnya. Dengan menguatkan hati (perut saya sudah sakit seperti dipilin), saya mencium anak saya dan memegang tangannya yang dingin dan tubuh yang menggigil (akibat shock kehilangan darah juga). Saya berbicara ke Dhani, â€œIbu sudah di sini Cantik. Ibu jaga kamu.â€� Lalu saya panggil suami sebentar, dan saya lihat suami saya hanya bisa diam menahan tangis. Dia tidak lama di situ, karena kami harus berbagi tugas. Saya mendampingi anak saya, dan suami saya bertemu dengan pihak security dari kantor saya yang membantu mendampingi anak saya di RSAL bersama dengan para pengantar dari TKP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menit demi menit berlalu, saya tidak tahan lagi dan merasa akan pingsan. Beberapa orang menyarankan saya ke luar. Lalu saya ke luar dan terduduk di depan lobby. Saya harus kuat, agar dapat terus mendampingi anak saya. Masih banyak hal yang mesti dibereskan. Saya sempat beristirahat sebentar di ruang depan UGD, sambil mempersiapkan administrasi untuk perawatan di RS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak lama, kening anak saya sudah selesai dijahit ( dengan model seperti jahitan kasur Palembang... berkerut- kerut...karena jaringan yang robek tidak rata dan terpecah-pecah) . Kami mendapat tempat di ruang rawat VIP, karena saya menginginkan anak saya dapat beritirahat dan memulihkan kondisinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu tim security dan lain-lain yang sudah berhasil menemukan pelaku, datang membawa barang bukti yang tadi sempat diambil paksa oleh pelaku. Saya mengecek barang bukti, dan semua lengkap (terutama data yang dibutuhkan anak saya), kecuali dompet yang berisi kartu identitas anak saya. Tim security dan polisi lalulintas yang menemukan pelaku, menanyakan kepada saya, mau diapakan si pelaku ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu hati saya berperang : antara logika dan hati nurani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi saya sudah berdoa kepada Allah :â€� Ya, Allah...seandainya Engkau berkenan, kembalikanlah anak kami, titipanMu, dengan selamat. â€œ Sekarang anak saya sudah kembali dengan selamat. Bahkan barang-barang yang sangat berarti bagi pekerjaannya sudah ditemukan. Jadi saya mau menuntut apa lagi ? Mengenai cedera yang dialami anak saya, sudah ada dokter yang akan menangani. Mengenai dampak dan trauma psikologis yang dialaminya, barangkali masih bisa disembuhkan. Jadi mau apa lagi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu saya benar-benar dilematis. Saya harus memilih, apakah saya akan menggunakan kekuasaan dan kekuatan untuk menentukan nasib orang lain. Yang nota bene sudah menyakiti dan melukai anak saya. Apakah saya harus menjadi hakim bagi seseorang , yang mungkin tidak pernah memilih hidupnya menjadi seorang pelaku kejahatan ? Apakah saya harus menjadi algojo dan memberi vonis akhir bagi kehidupan seseorang ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya mampu berdoa ,â€�Berikan kekuatan kepadaku, ya Allah. Engkau telah mengembalikan dan mempercayakan kembali apa yang tadi aku minta. Berikan petunjukMu , ya Allah?â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hitungan detik, saya mampu mengambil keputusan. Saya katakan kepada pihak security yang mendampingi saya ,â€�Ya, sudahlah Pak. Saya sudah ikhlas. Saya sudah maafkan. Bawa saja dia. Lepaskan saja.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu saya berbalik kembali ke kamar perawatan anak saya. Tidak lama suami saya menyusul, dan menanyakan pendapat saya. Saya bilang ,â€�Yah...aku sudah ikhlas. Aku sudah maafkan. Kita sudah dapat Dhani kembali. Terserah Ayah mau bagaimana.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami saya pergi ke luar. Menghadapi pelaku tersebut. Dan tidak lama kemudian kembali ke ruangan. â€œSudah selesai. Sudah aku lepaskan. Tadi sudah aku kasih ongkos untuk dia pulang kampung. Jakarta sudah terlalu kejam untuk orang-orang yang tidak mampu beradaptasi. Lagi pula ini bulan Ramadhan.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memeluk suami saya. Kami sudah mendapatkan apa yang kami minta. Anak kami yang tercinta kembali dengan selamat, dengan luka di keningnya. Dengan luka di hatinya. Tapi dengan kehormatan yang tetap terjaga. Itu yang paling penting untuk kami berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;â™¥â™¥&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman dan sahabat semua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali akan banyak orang yang tidak mengerti jalan pikiran kami, teman-teman, keluarga, kenalan dan semua pihak yang mengenal kami termasuk pihak kepolisian yang sangat menyesalkan keputusan itu. Tapi kami berprinsip, ada saatnya kita menggunakan logika, dan ada saatnya kita menggunakan hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ditanya bagaimana hati saya, pastilah saya merasa sakit dan terluka. Tapi setelah saya merenung, saya yakin bahwa di balik semua ini pasti ada â€˜pesanâ€™ tertentu dari Allah Yang Maha Mengetahui. Apa yang harus saya dapatkan, dan bagaimana mendapatkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang jelas saya dapat adalah â€˜keajaibanâ€™ pertolongan Allah. Bagaimana mungkin, seluruh barang yang sangat penting bagi anak saya bisa kembali dengan utuh. Termasuk dompetnya yang ditemukan seseorang yang baik hati di dekat gedung GKBI. Juga, bagaimana tangan-tangan malaikatNya turun melalui orang-orang yang tidak kita duga. Ibu-ibu para joki 3-1 (Ibu Ana dan mbak Maya), pengemudi ojek yang langsung bereaksi mengejar pelaku, penjual aqua, staf Press Room yang kebetulan pernah melihat anak saya di ruang sidang DPR, rekan jurnalis yang kebetulan ada di dekat TKP, rekan-rekan dari Security TAG, dan banyak pihak lain yang tidak kami kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga melihat, betapa berperannya fungsi SMS, yang pada saat diperlukan telah membantu saya mengirim informasi dan melakukan tindak lanjut yang penting. Sepanjang malam, hingga keesokan dan seterusnya.. .ucapan simpati, dukungan, doa...dari teman-teman, sahabat dan keluarga mengalir seperti banjir. Mengisi ruang hati saya, si Cantik kami, dan suami. Luar biasa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sebuah perjalanan yang menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya hanya mampu mengucapkan terima kasih kepada segenap pihak yang telah membantu anak saya dari tempat kejadian hingga di RSAL Mintohardjo. ..Pak Solidri (yang terus mendampingi anak saya dari TKP hingga di UGD), Ibu Ana dan mbak Maya (yang memangku dan membantu membersih darah di wajah Dhani) , mas Ikrar, Pak Darno dan rekan-rekan dari TAG (yang begitu gesit menjaga di RSAL dan membawa pelaku yang tertangkap), pengemudi taksi Putera yang iklas mobilnya terkena bercak darah anak saya, Pak Manurung dan Siburian (Polantas yang bertugas di kawasan Tosari...bapak- bapak adalah polisi luar biasa..), paramedis dan dokter di UGD RSAL Mintohardjo, pengemudi ojek yang belum kami ketahui namanya, Bapak Rubiono (yang menemukan dompet anak saya), dokter Danny ( yang melakukan operasi plastik terhadap anak saya...thanks ya Dok, Anda sangat membesarkan hati anak saya...)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga terimakasih yang khusus untuk sahabat jiwa saya, Nonce yang membawakan segelas teh manis hangat untuk saya...(Loe tau gw bisa sakaw kalo gak minum teh manis...uuuuh. ..love U..), Yetty ( thanks banget sudah menjadi pasukan UGD buat aku...welcome back ..), Tami, Adith dan mas Tyo (sorry kalau telat ngabarin...ada masalah koneksi..thanks bangeeet sudah menempuh kemacetan untuk menemani...) , my great friend Fish dan Dove yang selalu mensupport, juga Mr Terri yang mendukung dalam cuek...Sahabat- sahabat di HOS...(kalian memang luaaaaarrrrrr biasaaaaaa.. ..!!!), terutama mbak Mega yang special mengirim suaminya untuk mengunjungi kami di RS...(wooww. ..itâ€™s a great parcel...hehehe. ..thanksssss bangeettt).. . included sahabat-sahabat para pecinta kemanusiaan. ..Angelâ€™s HOS (mb Sadrah...sabar yaaa..., mb Bea..cihuyyyy. ..Monik, Atun, Astruth, Ary), dan para begawan...mas Bima, Iman, pakdhe Djoko-ku...( uuuh...thanks supportnya yaa....greaaat ), mas Herry, Kun-kun, Renaldi, mas Jack, mas Bakri, mas Abe, Mas Hendrawan,.. .Kang Asep my great guru...(support Akang sungguh menguatkan kami...)...Pak Krish...(thankss. ..bangeet dukungannya) Sahabat-sahabat TCI...kang Dedet, Mas Hendry, mas Harry Uncommon, mas Yunus, mb Lilla, mb Lina,...semua deeeh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga sahabat-sahabat dari jaman SMP dan SMA ( Ully, Vera, Rita, Ninin...thanks sudah menemani aku menghadapi hari sulit kemaren...tawa kalian membuat aku kuat dan bersemangat lagi...kalian memang forever friend...juga Lina, Tuti, dan semuanya), juga Zulian-Datik sekeluarga yang begitu penuh kasih menguatkan aku (thanks buat supportnya setiap hari...aku dapat energi luar biasa...)... Tim Arisan HIMPSI...(Nno, Kko, Eyang Nki, mb Nke, nDaru, Eyang mBg, RI-1, mb Yus...thanks support dan doa dibalik puding dan bunga...hiks hiks...jadi pengen nangis sekarang...) ..Sahabat- sahabat special dari Dago Pojok Bandung...(Tutsyeee ...Unye, Jun-i, Jun-ed, Tje-h, Maya, semuanya deeeh...termasuk Mbak Hana...support kalian tak diragukan lagi...bener- bener khas Insom-Mania. ..)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terima kasih tak terhingga untuk teman seperjalanan selama belasan tahun ini, teman dan sahabat-sahabat BCA â€“ rumah keduaku...very special friend Kuri, Kenyot, Dikun...(uuuh. ..tetap menjadi bodyguard yang cepat tanggap darurat...he he ..meniru iklan â€œloe tau yang kumauâ€�...hik hik..)...teman- teman BDI (hu hu hu...P. SC, Yanto, Na, Daud, Wal, BT, SW, Umbo, Edo, Wal, Wartim, Ai, Tuti...kalian adalah orang luar biasa...like my lovely family)...dan tim olahraga Senayan (mas Spt, Rini, mb DN, en de geng..)...juga Tek-tek (..EO Forever...hi hi..), Lilik, Indah dan semua rekan DHR..dan semua-mua deeeh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya....terima kasih sebesar-besarnya juga buat semua teman dan kolega-kolega Dhani...di Hukum-Online. ..(thanks sudah menemani pada saat yang sulit...dengan canda dan tawa yang menguatkan Dhani...), juga buat teman-teman Dhani di Fakultas Hukum â€“ Eksention UI (thanks atas penguatannya. ..), juga teman-teman di lingkar persahabatan jurnalis khususnya di komunitas jurnalis DPR/MPR yang telah mendukung Dhani...Tak lupa teman-teman jaman SD sampai SMA...(kalian benar-benar teman sejati seperjalanan. ..salut atas persahabatan kalian yang begitu panjang...). ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan special thanks buat Ferdy...yang menjadi tumpuan hati si Cantik Dhani...thanks sudah selalu mendampingi pada saat paling sulit kemaren ini dan memberikan telinga untuk mendengar luapan emosinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The laaaaasssstttt. ..semua keluarga dan sahabat di mana pun berada...kebersamaa n dengan kalian membuat kami merasa begitu berharga dan dicintai...Sungguh kami merasa sangat kaya dan memperoleh kelimpahan luar biasa ... Di tengah kegalauan hati...uluran tangan kalian sungguh membuat kami menjadi kuat dan tetap bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami yakin, apa pun yang terjadi bukan sebuah cobaan atau musibah, tetapi sebuah proses pembelajaran untuk kita semua. Kami beruntung, memperoleh kesempatan mendapat pembelajaran ini bersama-sama dengan sahabat-sahabat yang menemani kami. Kami yakin, bahwa ini adalah bukti kasih sayang Allah kepada kami. Memberikan kami mata pelajaran pendahuluan, yang barangkali belum dipercayakan kepada orang lain. Satu hal yang menjadi pegangan saya adalah jangan pernah bertanya ,â€�Mengapa ?â€� dan menyesalinya. Tapi bersyukurlah, kita diberi kelebihan untuk menjalaninya, dan melewatinya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman dan sahabat...saya percaya satu hal...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nothing happens in God's universe by accident.&lt;br /&gt;Everyone that crosses our paths, has been there&lt;br /&gt;for a reasonâ€¦&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 5 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love U Allzâ€¦.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam sayang dari kami sekeluarga,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ietje â€“ Guntur â€“ Dhani&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-1651684574617882069?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/1651684574617882069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=1651684574617882069' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1651684574617882069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/1651684574617882069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/09/ketika-kami-harus-memilih.html' title='KETIKA KAMI HARUS MEMILIH'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-2922222715191401534</id><published>2008-09-03T11:34:00.001+07:00</published><updated>2008-09-03T11:34:52.511+07:00</updated><title type='text'>Key of Happiness - Gede Prama</title><content type='html'>&lt;h2&gt;       &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://asia.groups.yahoo.com/group/money_magnet/message/7213;_ylc=X3oDMTJyYnBobWNmBF9TAzk3NDkwNDI0BGdycElkAzE4MTkwNTYyBGdycHNwSWQDMTc1MDA4MjE1NARtc2dJZAM3MjEzBHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMjA0MTMzODc-" name="6"&gt;      &lt;/a&gt;     &lt;/h2&gt;Happiness Gede Prama Off Air&lt;br /&gt;Stop Comparing, Start Flowing !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur&lt;br /&gt;Tengah, Nasruddin. Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman&lt;br /&gt;rumahnya  yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum.&lt;br /&gt;Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum&lt;br /&gt;tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetangganya bertanya,   "Jarumnya jatuh dimana?"&lt;br /&gt;"Jarumnya jatuh di dalam,"  jawab Nasruddin.&lt;br /&gt;"Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?"  tanya&lt;br /&gt;tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab,  "Karena di&lt;br /&gt;dalam gelap, di luar terang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan&lt;br /&gt;keindahan. Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat&lt;br /&gt;apa-apa. Sedangkan  daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan&lt;br /&gt;keindahan, sebenarnya adalah  daerah-daerah di dalam diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru letak&lt;br /&gt;'sumur' kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu&lt;br /&gt;juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua&lt;br /&gt;orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya,&lt;br /&gt;banyak orang mencari sumur itu di luar. Ada orang yang mencari bentuk&lt;br /&gt;kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus&lt;br /&gt;atau  rumah indah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar&lt;br /&gt;tersebut akan berujung pada  bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan&lt;br /&gt;berlangsung lama. Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia,&lt;br /&gt;mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang&lt;br /&gt;karena pensiun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan&lt;br /&gt;selalu  berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere. Setiap&lt;br /&gt;kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat&lt;br /&gt;dari mencarinya di luar," tegas Gede Prama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tingkatan&lt;br /&gt;kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui&lt;br /&gt;5( lima ) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing.&lt;br /&gt;"Stop membandingkan  dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu belajar&lt;br /&gt;untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain. Karena setiap&lt;br /&gt;pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar," ujar&lt;br /&gt;Gede Prama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, menurut&lt;br /&gt;Gede Prama, dimulai dari membandingkan. Gede Prama mencontohkan orang&lt;br /&gt;kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia&lt;br /&gt;berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang&lt;br /&gt;kulit putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik.&lt;br /&gt;Sehingga  orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain,&lt;br /&gt;maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya itu. Leads you&lt;br /&gt;nowhere," kata  Gede Prama dengan logatnya yang khas.&lt;br /&gt;Karena itu, Gede Prama mengajak peserta ke sebuah titik, mengalir&lt;br /&gt;(flowing) menuju ke kehidupan yang paling indah di dunia, yaitu menjadi&lt;br /&gt;diri sendiri.  Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai&lt;br /&gt;belajar  menerimanya. Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul.&lt;br /&gt;Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita&lt;br /&gt;bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi&lt;br /&gt;diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya! " kata Gede Prama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi.  Sebab&lt;br /&gt;utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi.&lt;br /&gt;"Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi&lt;br /&gt;lebih banyak," ujar Gede Prama.&lt;br /&gt;"Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan; I intend good, I do good and&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I am good. Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian&lt;br /&gt;saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita&lt;br /&gt;konsentrasi pada hal memberi," lanjut Gede Prama lagi. Memberi tidak&lt;br /&gt;harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum,&lt;br /&gt;pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia&lt;br /&gt;akan memasuki wilayah beauty and happiness.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, ada&lt;br /&gt;yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu&lt;br /&gt;keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya,&lt;br /&gt;apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya.&lt;br /&gt;Saya bilang sleep well, eat well," ungkap Gede Prama sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal. Hanya&lt;br /&gt;saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit. Kalau kita&lt;br /&gt;sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan&lt;br /&gt;kegiatan memberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari&lt;br /&gt;semakin gelap hidup Anda, semakin terang cahaya Anda di dalam.&lt;br /&gt;Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya&lt;br /&gt;gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika&lt;br /&gt;ruangannya gelap. Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan&lt;br /&gt;cobaan dalam  hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa&lt;br /&gt;bersyukurlah. Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar&lt;br /&gt;dari dalam diri Anda  bercahaya. Anda punya istri cerewetnya minta&lt;br /&gt;ampun. Bersyukurlah, karena orang cerewet  adalah guru kehidupan&lt;br /&gt;terbaik. Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.&lt;br /&gt;Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun. Bersyukurlah, karena&lt;br /&gt;Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan, " ujar Gede Prama membesarkan&lt;br /&gt;hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut&lt;br /&gt;Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan. Semakin&lt;br /&gt;banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya&lt;br /&gt;dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai&lt;br /&gt;pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.&lt;br /&gt;Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah&lt;br /&gt;cantik," kata Gede Prama disambut tawa peserta. "Jadi semuanya ada&lt;br /&gt;gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness,"&lt;br /&gt;tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah&lt;br /&gt;rangkaian sikap. "Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan&lt;br /&gt;godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu&lt;br /&gt;sekarang," ujar Gede Prama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda&lt;br /&gt;benar. Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala&lt;br /&gt;sesuatunya, dan coba  yakinkan diri bahwa everything will be allright.&lt;br /&gt;Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula&lt;br /&gt;kita merasa takut. Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan&lt;br /&gt;terhadap  kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending&lt;br /&gt;jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin&lt;br /&gt;terhadap kebenaran," kata Gede Prama.&lt;br /&gt;"Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang&lt;br /&gt;kecil," sambung Gede Prama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan&lt;br /&gt;kita tahu kehidupan. Manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia&lt;br /&gt;yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya.&lt;br /&gt;"Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam. Sumur ini&lt;br /&gt;hanya  kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui&lt;br /&gt;diri kita sendiri," kata Gede Prama.&lt;br /&gt;Seandainya diri sendiri telah ditemukan, maka artinya kita kemudian&lt;br /&gt;mengetahui kehidupan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-2922222715191401534?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/2922222715191401534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=2922222715191401534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2922222715191401534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/2922222715191401534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/09/key-of-happiness-gede-prama.html' title='Key of Happiness - Gede Prama'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6196973252997835002</id><published>2008-09-03T10:47:00.001+07:00</published><updated>2008-09-03T10:50:39.059+07:00</updated><title type='text'>Mengendalikan amarah, yukkk...</title><content type='html'>Beberapa bulan yang lalu di meja pemesanan kamar hotel,&lt;br /&gt;  saya melihat suatu &lt;br /&gt;  kejadian yang sangat mengesankan: betapa sulitnya menjadi&lt;br /&gt;  resepsionis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Saat itu sekitar pukul lima sore, petugas resepsionis hotel&lt;br /&gt;  sibuk &lt;br /&gt;  mendaftar tamu-tamu baru. Orang di depan saya memberikan&lt;br /&gt;  namanya kepada &lt;br /&gt;  pegawai di belakang meja dengan nada memerintah. Laki-laki&lt;br /&gt;  berwajah &lt;br /&gt;  sumringah itu pun berkata, "Baik, Bapak, kami sediakan&lt;br /&gt;  satu kamar single &lt;br /&gt;  untuk Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Single?" bentak orang itu, "saya memesan&lt;br /&gt;  double!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pegawai hotel tersebut berkata dengan sopan, "coba&lt;br /&gt;  saya periksa sebentar." &lt;br /&gt;  Ia menarik permintaan pesanan tamu dari arsip dan berkata,&lt;br /&gt;  "Maaf, Bapak, &lt;br /&gt;  telegram Anda menyebutkan single. Saya akan senang sekali&lt;br /&gt;  menempatkan Anda &lt;br /&gt;  di kamar double kalau memang ada. Tetapi semua kamar double&lt;br /&gt;  sudah penuh."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tamu yang berang itu berkata, "Saya tidak peduli apa&lt;br /&gt;  bunyi kertas itu, &lt;br /&gt;  saya mau kamar double!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kemudian ia mulai bersikap 'kamu-tahu-siapa- saya',&lt;br /&gt;  diikuti dengan "saya &lt;br /&gt;  akan usahakan agar kamu dipecat. Kamu lihat nanti. Saya&lt;br /&gt;  akan buat kamu &lt;br /&gt;  dipecat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Di bawah serangan gencar, pegawai muda tersebut menyela,&lt;br /&gt;  "kami menyesal &lt;br /&gt;  sekali tidak bisa memenuhi permintaan Bapak, tetapi kami&lt;br /&gt;  bertindak &lt;br /&gt;  berdasarkan instruksi Anda."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Akhirnya, sang tamu yang terbakar amarah itu berkata,&lt;br /&gt;  "saya tidak akan mau &lt;br /&gt;  tinggal di kamar yang terbagus di hotel ini sekarang.&lt;br /&gt;  Manajemennya &lt;br /&gt;  benar-benar buruk!" Dan ia pun keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Saya menghampiri meja penerimaan sambil berpikir si pegawai&lt;br /&gt;  pasti masih &lt;br /&gt;  memasang wajah masam setelah baru saja dimarahi&lt;br /&gt;  habis-habisan. Sebaliknya, &lt;br /&gt;  ia menyambut saya dengan salam yang ramah sekali&lt;br /&gt;  "Selamat malam, Bapak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ketika ia mengerjakan tugas rutin yang biasa dalam mengatur&lt;br /&gt;  kamar untuk &lt;br /&gt;  saya, saya berkata kepadanya, "saya mengagumi cara&lt;br /&gt;  Anda mengendalikan diri &lt;br /&gt;  tadi. Anda benar-benar sabar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  "Saya tidak dapat marah kepada orang seperti itu. Anda&lt;br /&gt;  lihat, ia &lt;br /&gt;  sebenarnya bukan marah kepada saya. Saya cuma korban&lt;br /&gt;  pelampiasan &lt;br /&gt;  kemarahannya. Orang yang malang tadi mungkin baru saja&lt;br /&gt;  ribut dengan &lt;br /&gt;  istrinya, atau bisnisnya mungkin sedang lesu, atau&lt;br /&gt;  barangkali ia merasa &lt;br /&gt;  rendah diri, dan ini adalah peluang emasnya untuk&lt;br /&gt;  melampiaskan &lt;br /&gt;  kekesalannya. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pegawai tadi menambahkan, "pada dasarnya ia mungkin&lt;br /&gt;  orang yang sangat &lt;br /&gt;  baik. Kebanyakan orang begitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sambil melangkah menuju lift, saya mengulang-ulang&lt;br /&gt;  perkataannya, "pada &lt;br /&gt;  dasarnya ia mungkin orang yang sangat baik. Kebanyakan&lt;br /&gt;  orang begitu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Ingat dua kalimat itu kalau ada orang yang menyatakan&lt;br /&gt;  perang pada Anda. &lt;br /&gt;  Jangan membalas. Cara untuk menang dalam situasi seperti&lt;br /&gt;  ini adalah &lt;br /&gt;  membiarkan orang tersebut melepaskan amarahnya, dan&lt;br /&gt;  kemudian lupakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sumber :http://layar.suaramerdeka. com/index. php?id=322&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6196973252997835002?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6196973252997835002/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6196973252997835002' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6196973252997835002'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6196973252997835002'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/09/mengendalikan-amarah-yukkk.html' title='Mengendalikan amarah, yukkk...'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-208706007100423269</id><published>2008-09-01T08:58:00.004+07:00</published><updated>2008-09-03T08:13:48.303+07:00</updated><title type='text'>Piring kayu &amp; gelas bambu</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-family: georgia;"&gt;SEORANG lelaki tua yang baru ditinggal mati isterinya tinggal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;bersama anaknya, Arwan dan menantu perempuannya, Rina&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;serta cucunya, Viva yang baru berusia enam tahun. &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tangan lelaki tua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu.&lt;br /&gt;Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang&lt;br /&gt;orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap&lt;br /&gt;makanan.&lt;br /&gt;Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah.&lt;br /&gt;Sebenarnya dia merasa malu seperti itu di depan anak menantu,&lt;br /&gt;tetapi dia gagal menahannya. Oleh karena kerap sekali dilirik&lt;br /&gt;menantu, selera makannyapun hilang. Dan tatkala dia memegang gelas&lt;br /&gt;minuman, pegangannya terlepas. Praaaaaannnnngggggg !!&lt;br /&gt;Bertaburanlah serpihan gelas di lantai dan minuman itu tumpah &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;membasahi taplak.&lt;br /&gt;Pak tua menjadi serba salah. Dia bangun, mencoba memungut&lt;br /&gt;serpihan gelas itu, tapi Arwan melarangnya. Rina cemberut,&lt;br /&gt;mukanya masam. Viva merasa kasihan melihat kakeknya, tapi dia&lt;br /&gt;hanya dapat melihat untuk kemudian meneruskan makannya.&lt;br /&gt;Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan&lt;br /&gt;sesuatu, ujar sang istri. "Aku sudah bosan membereskan semuanya&lt;br /&gt;untuk pak tua ini."&lt;br /&gt;"Esok ayah tak boleh makan bersama kita," Viva mendengar ibunya&lt;br /&gt;berkata pada kakeknya, ketika kakeknya beranjak masuk ke dalam kamar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Arwan hanya membisu.&lt;br /&gt;Sempat anak kecil itu memandang tajam ke dalam mata ayahnya.&lt;br /&gt;Demi memenuhi tuntutan Rina, Arwan membelikan sebuah meja kecil&lt;br /&gt;yang rendah, lalu diletakkan di sudut ruang makan. Di situlah&lt;br /&gt;ayahnya menikmati hidangan sendirian, sedangkan anak menantunya makan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;di meja makan. Karena sering memecahkan piring, keduanya&lt;br /&gt;juga memberikan piring kayu &amp;amp; gelas bambu untuk si kakek. Viva&lt;br /&gt;juga dilarang apabila dia merengek ingin makan bersama kakeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air mata lelaki tua meleleh mengenang nasibnya diperlakukan&lt;br /&gt;demikian.&lt;br /&gt;Ketika itu dia teringat kampung halaman yang ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia terkenang arwah isterinya.&lt;br /&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220233970_0"&gt;Lalu&lt;/span&gt; perlahan-lahan dia berbisik: "buruk benar perlakuan anak&lt;br /&gt;kita."&lt;br /&gt;Sejak itu, lelaki tua merasa tidak betah tinggal di situ.&lt;br /&gt;Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak&lt;br /&gt;sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat&lt;br /&gt;keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu&lt;br /&gt;omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu malam, Viva terperanjat melihat kakeknya makan&lt;br /&gt;menggunakan piring kayu, begitu juga gelas minuman yang dibuat dari bambu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dia mencoba mengingat-ingat, di manakah dia pernah melihat piring seperti&lt;br /&gt;itu. "Oh! Ya..." bisiknya.&lt;br /&gt;Viva teringat, semasa berkunjung ke rumah sahabat papanya dia melihat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;tuan rumah itu memberi makan kucing-kucing mereka menggunakan piring yang&lt;br /&gt;sama!&lt;br /&gt;"Tak akan ada lagi yang pecah, kalau tidak begitu, nanti habis piring&lt;br /&gt;dan mangkuk ibu," kata Rina apabila anaknya bertanya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seminggu kemudian, sewaktu pulang bekerja, Arwan dan Rina&lt;br /&gt;terperanjat melihat anak mereka sedang bermain dengan kepingan-kepingan kayu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Viva seperti sedang membuat sesuatu. Dengan lembut ditanyalah anak itu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Kamu sedang membuat apa?".&lt;br /&gt;Anaknya menjawab, "Aku sedang membuat meja kayu buat &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1220233970_1"&gt;ayah dan&lt;br /&gt;ibu&lt;/span&gt; untuk makan saatku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut itu,&lt;br /&gt;dekat tempat kakek biasa makan." &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220233970_2"&gt;Anak&lt;/span&gt; itu tersenyum dan melanjutkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu mendengar jawaban anaknya, Arwan terkejut. Jawaban itu&lt;br /&gt;membuat kedua orangtuanya begitu sedih dan terpukul.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Perasaan Rina terusik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kelopak mata kedua-duanya basah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jawaban Viva menusuk seluruh jantung, terasa seperti&lt;br /&gt;diiiris pisau. Mereka tersentak, Walau tak ada kata-kata yang&lt;br /&gt;terucap, kedua orangtua ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;selama ini mereka telah berbuat salah !&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Malam itu Arwan menuntun tangan ayahnya ke &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1220233970_3"&gt;meja makan&lt;/span&gt;. Rina&lt;br /&gt;menyendokkan nasi dan menuangkan minuman ke dalam gelas. Nasi&lt;br /&gt;yang tumpah tidak dihiraukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh,&lt;br /&gt;makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa&lt;br /&gt;makan bersama lagi di meja utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MORAL OF THE STORY -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman, anak-anak adalah persepsi dari kita. Mata mereka akan&lt;br /&gt;selalu mengamati, telinga mereka akan selalu menyimak, dan&lt;br /&gt;pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang kita lakukan.&lt;br /&gt;Mereka adalah peniru. &lt;span class="yshortcuts" id="lw_1220233970_4"&gt;Jika&lt;/span&gt; mereka melihat kita memperlakukan&lt;br /&gt;orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh&lt;br /&gt;mereka saat dewasa kelak.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Orangtua yang bijak, akan selalu menyadari, setiap "bangunan jiwa"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;yang disusun, adalah pondasi yang kekal buat masa depan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari, susunlah bangunan itu dengan bijak. Untuk anak-anak kita,&lt;br /&gt;untuk masa depan kita, untuk semuanya. Sebab, untuk mereka lah kita&lt;br /&gt;akan selalu belajar, bahwa berbuat baik pada orang lain, adalah&lt;br /&gt;sama halnya dengan tabungan masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============ ========= ========= ========= ========= ========&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam kritik, ia belajar mengutuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam kekerasan, ia belajar berkelahi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam pembodohan, ia belajar jadi pemalu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam rasa dipermalukan, ia belajar terus merasa bersalah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam toleransi, ia belajar menjadi sabar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam dorongan, ia belajar menjadi percaya diri &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam penghargaan, ia belajar mengapresiasi &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam rasa adil, ia belajar keadilan &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika anak hidup dalam rasa aman, ia belajar yakin &lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Jika anak hidup dalam persetujuan, ia belajar menghargai diri sendiri&lt;br /&gt;Jika anak hidup dalam rasa diterima dan persahabatan, ia belajar &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); background: transparent none repeat scroll 0% 50%; cursor: pointer; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;font-size:100%;" class="yshortcuts" id="lw_1220233970_5"  &gt;mencari cinta&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu &lt;/span&gt;&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer; color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;font-size:100%;" class="yshortcuts" id="lw_1220233970_6"  &gt;hari ini&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt; harus lebih baik dari hari kemarin, dan esok harus lebih baik dari hari ini dan tentu kita selalu berharap generasi yang akan datang harus lebih baik dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-208706007100423269?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/208706007100423269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=208706007100423269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/208706007100423269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/208706007100423269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/09/piring-kayu-gelas-bambu.html' title='Piring kayu &amp; gelas bambu'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-5432075149216943511</id><published>2008-08-26T08:07:00.000+07:00</published><updated>2008-08-26T08:08:41.843+07:00</updated><title type='text'>Kisah di musim dingin ( true story)</title><content type='html'>Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil&lt;br /&gt;lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika dimusim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar Lie Mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan.Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siu Lan menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siu Lan menggoncang- goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei. Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan Lie Mei yang masih berantakan namun tetap terbaca *,"Hi..hi..hi. . mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. Hi…hi…hi.. mama selamat ulang tahun."*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ -------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;**Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Take time to THINK. It is the source of power&lt;br /&gt;Take time to READ. It is the foundation of wisdom&lt;br /&gt;Take time to be QUIET. It is the opportunity to seek God&lt;br /&gt;Take time to DREAM. It is what the future is made of&lt;br /&gt;Take time to PRAY. It is the greatest power on earth....... . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-5432075149216943511?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/5432075149216943511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=5432075149216943511' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5432075149216943511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/5432075149216943511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/08/kisah-di-musim-dingin-true-story.html' title='Kisah di musim dingin ( true story)'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-3477067288280139702</id><published>2008-08-26T07:52:00.000+07:00</published><updated>2008-08-26T07:53:27.848+07:00</updated><title type='text'>Kisah sebuah cangkir</title><content type='html'>Sepasang kakek dan nenek sedang berada di toko souvenir untuk&lt;br /&gt;mencari hadiah bagi ulang tahun cucunya yang tercinta. Kemudian mata&lt;br /&gt;mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang sangat cantik. " Lihat&lt;br /&gt;cangkir itu", kata si nenek pada suaminya. "Kau benar, ini adalah&lt;br /&gt;cangkir tercantik yang pernah aku lihat!", ujar si kakek. Mereka&lt;br /&gt;kemudian menjulurkan tangan untuk mengambil cangkir tersebut. Tepat&lt;br /&gt;saat tangan mereka menyentuhnya si cangkir tiba-tiba berbicara :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Terima kasih atas perhatiannya. Perlu kalian ketahui, aku dulunya&lt;br /&gt;tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi orang, aku hanyalah&lt;br /&gt;seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari, ada seorang&lt;br /&gt;perajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda yang berputar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Aku berteriak-teriak karena pusing. :Stop! .. Stop! .. Aku&lt;br /&gt;berteriak, tetapi orang itu berkata, "Belum !!" Lalu ia mulai menyodok&lt;br /&gt;dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! Teriakku lagi, tapi orang ini&lt;br /&gt;tidak menghiraukanku serta masih saja meninjuku, menekan-nekan aku&lt;br /&gt;dengan tangannya hingga kadang2 aku gepeng, kembung dan sebagainya.&lt;br /&gt;Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalm perapian. Panas!!&lt;br /&gt;Panas!! teriakku dengan keras. Stop!! Cukup!! Teriakku lagi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang itu tidak menghiraukan penderitaanku. Akhirnya, ia mengangkat&lt;br /&gt;aku dari perapian itu dan membiarkan aku menjadi dingin. Aku pikir,&lt;br /&gt;inilah akhir penderitaanku. Tapi ternyata ... !!! Belum .. !!! AKu&lt;br /&gt;diberikan kepada seorang wanita yang memberikan warna kepada seluruh&lt;br /&gt;tubuhku. Bahan pewarna berbau menusuk dan sangat lengket sehingga&lt;br /&gt;membuatku sangat tersiksa. Stop! Stop! Aku berteriak dengan putus asa.&lt;br /&gt;" Belum !!",  kata wanita itu, bahkan kemudian aku diberikan kepada&lt;br /&gt;seorang pria yang kembali memasukkan aku ke dalam api yang panas dan&lt;br /&gt;membakar!! Bahkan lebih panas dari api yg sebelumnya. Tolong !!&lt;br /&gt;Hentikan penyiksaan ini !! Sambil menangis aku berteriak sekuat2nya.&lt;br /&gt;Namun orang tersebut tetap membakarku, hingga lama kemudian baru aku&lt;br /&gt;diangkat dari api dan dibiarkan dingin dan membeku !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah benar2 dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan&lt;br /&gt;menempatkan aku dekat kaca. Aku kemudian dapat melihat diriku. Aku&lt;br /&gt;terkehut sekali !!! Aku hampir tidak percaya dengan apa yg kulihat,&lt;br /&gt;karena dari pantulan kaca aku melihat diriku sebagai sebuah cangkir&lt;br /&gt;yang sangat cantik !!! Semua penderitaan dan kesakitan yang aku derita&lt;br /&gt;selama ini seakan-akan sirna, hilang tanpa bekas !! "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;------------ --------- --------- --------- --------- --------- -&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku, ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itulah Tuhan Yang Maha Kuasa membentuk kita. Pada saat Dia&lt;br /&gt;membentuk kita tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan dan&lt;br /&gt;banyak air mata. Tetapi, itulah cara mengubah kita agar menjadi cantik&lt;br /&gt;dan memancarkan kemuliaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabatku,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan apabila kamu jatuh ke dalam&lt;br /&gt;berbagai cobaan, sebab Anda tau, bahwa ujian menghasilkan ketekunan.&lt;br /&gt;Dan biarkanlah ketekunan itu memperolah buah yang matang supaya Anda&lt;br /&gt;menjadi sempurna, utuh dan tak kekurangan suatu apapun. Apabila Anda&lt;br /&gt;menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati karena Tuhan sedang membentuk&lt;br /&gt;anda, walaupun pembentukan2 itu menyakitkan, tetapi setelah melalui&lt;br /&gt;semua proses, Anda akan melihat bahwa Anda bisa lebih cantik dari&lt;br /&gt;cantik yang tercantik sekalipun !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep Your Faith To The God .... !!!! No else !!!!!!&lt;br /&gt;Salam penuh cinta ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-3477067288280139702?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/3477067288280139702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=3477067288280139702' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3477067288280139702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/3477067288280139702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/08/kisah-sebuah-cangkir.html' title='Kisah sebuah cangkir'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-7732013514831181672</id><published>2008-08-20T14:45:00.000+07:00</published><updated>2008-08-20T14:47:05.377+07:00</updated><title type='text'>MUJIZAT NYANYIAN SEORANG KAKAK</title><content type='html'>Kisah nyata ini terjadi di sebuah Rumah Sakit di Tennessee, USA.&lt;br /&gt;Seorang ibu muda, Karen namanya sedang mengandung bayinya yang ke dua.&lt;br /&gt;Sebagaimana layaknya para ibu, Karen membantu Michael anaknya pertama&lt;br /&gt;yang baru berusia 3 tahun bagi kehadiran adik bayinya. Michael senang&lt;br /&gt;sekali akan punya adik. Kerap kali ia menempelkan telinganya diperut&lt;br /&gt;ibunya. Dan karena Michael suka bernyanyi, ia pun sering menyanyi bagi&lt;br /&gt;adiknya yang masih diperut ibunya itu. Nampaknya Michael amat sayang&lt;br /&gt;sama adiknya yang belum lahir itu.&lt;br /&gt;Tiba saatnya bagi Karen untuk&lt;br /&gt;melahirkan. Tapi sungguh diluar dugaan, terjadi komplikasi serius. Baru&lt;br /&gt;setelah perjuangan berjam-jam adik Michael dilahirkan. Seorang bayi&lt;br /&gt;putri yang cantik, sayang kondisinya begitu buruk sehingga dokter yang&lt;br /&gt;merawat dengan sedih berterus terang kepada Karen; bersiaplah jika&lt;br /&gt;sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.&lt;br /&gt;Karen&lt;br /&gt;dan suaminya berusaha menerima keadaan dengan sabar dan hanya bisa&lt;br /&gt;pasrah kepada yang Kuasa. Mereka bahkan sudah menyiapkan acara&lt;br /&gt;penguburan buat putrinya sewaktu-waktu dipanggil Tuhan. Lain halnya&lt;br /&gt;dengan kakaknya Michael, sejak adiknya dirawat di ICU ia merengek terus!&lt;br /&gt;Mami, ... aku mau nyanyi buat adik kecil! Ibunya kurang tanggap.&lt;br /&gt;Mami, ... aku pengen nyanyi! Karen terlalu larut dalam kesedihan dan kekuatirannya.&lt;br /&gt;Mami, ... aku kepengen nyanyi! Ini berulang kali diminta&lt;br /&gt;Michael bahkan sambil meraung menangis. Karen tetap menganggap rengekan Michael rengekan anak kecil.&lt;br /&gt;Lagi pula ICU adalah daerah terlarang bagi anak-anak.&lt;br /&gt;Baru&lt;br /&gt;ketika harapan menipis, sang ibu mau mendengarkan Michael. Baik,&lt;br /&gt;setidaknya biar Michael melihat adiknya untuk yang terakhir kalinya.&lt;br /&gt;Mumpung adiknya masih hidup! Ia dicegat oleh suster didepan pintu kamar&lt;br /&gt;ICU. Anak kecil dilarang masuk!. Karen ragu-ragu. Tapi, suster....&lt;br /&gt;suster tak mau tahu; ini peraturan! Anak kecil dilarang dibawa masuk!&lt;br /&gt;Karen menatap tajam suster itu, lalu katanya: Suster, sebelum menyanyi&lt;br /&gt;buat adiknya, Michael tidak akan kubawa pergi! Mungkin ini yang&lt;br /&gt;terakhir kalinya bagi Michael melihat adiknya! Suster terdiam menatap&lt;br /&gt;Michael dan berkata, tapi tidak boleh lebih dari lima menit!.&lt;br /&gt;Demikianlah&lt;br /&gt;kemudian Michael dibungkus dengan pakaian khusus lalu dibawa masuk ke&lt;br /&gt;ruang ICU. Ia didekatkan pada adiknya yang sedang tergolek dalam&lt;br /&gt;sakratul maut. Michael menatap lekat adiknya ... lalu dari mulutnya&lt;br /&gt;yang kecil mungil keluarlah suara nyanyian yang nyaring "... You are my&lt;br /&gt;sunshine, my only sunshine, you make me happy when skies are grey ..."&lt;br /&gt;Ajaib! si Adik langsung memberi respon. Seolah ia sadar akan sapaan&lt;br /&gt;sayang dari kakaknya.&lt;br /&gt;You never know, dear, How much I love you.&lt;br /&gt;Please don't take my sunshine away. Denyut nadinya menjadi lebih&lt;br /&gt;teratur. Karen dengan haru melihat dan menatapnya dengan tajam dan&lt;br /&gt;terus, ... terus Michael! teruskan sayang! ... bisik ibunya ... The&lt;br /&gt;other night, dear, as I laid sleeping, I dream, I held you in my hands&lt;br /&gt;... dan sang adikpun meregang, seolah menghela napas panjang.&lt;br /&gt;Pernapasannya lalu menjadi teratur ... I'll always love you and make&lt;br /&gt;you happy, if you will only stay the same ... Sang adik kelihatan&lt;br /&gt;begitu tenang ... sangat tenang.&lt;br /&gt;Lagi sayang! bujuk ibunya sambil&lt;br /&gt;mencucurkan air matanya. Michael terus bernyanyi dan ... adiknya&lt;br /&gt;kelihatan semakin tenang, relax dan damai ... lalu tertidur lelap.&lt;br /&gt;Suster&lt;br /&gt;yang tadinya melarang untuk masuk, kini ikut terisak-isak menyaksikan&lt;br /&gt;apa yang telah terjadi atas diri adik Michael dan kejadian yang baru&lt;br /&gt;saja ia saksikan sendiri.&lt;br /&gt;Hari berikutnya, satu hari kemudian si&lt;br /&gt;adik bayi sudah diperbolehkan pulang. Para tenaga medis tak habis pikir&lt;br /&gt;atas kejadian yang menimpa pasien yang satu ini. Mereka hanya bisa&lt;br /&gt;menyebutnya sebagai sebuah therapy ajaib, dan Karen juga suaminya&lt;br /&gt;melihatnya sebagai Mujizat Kasih Ilahi yang luar biasa, sungguh amat&lt;br /&gt;luar biasa! tak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.&lt;br /&gt;Bagi sang adik,&lt;br /&gt;kehadiran Michael berarti soal hidup dan mati. Benar bahwa memang Kasih&lt;br /&gt;Ilahi yang menolongnya. Dan ingat Kasih Ilahi pun membutuhkan mulut&lt;br /&gt;kecil si Michael untuk mengatakan "How much I love you".&lt;br /&gt;Dan&lt;br /&gt;ternyata Kasih Ilahi membutuhkan pula hati polos seorang anak kecil&lt;br /&gt;"Michael" untuk memberi kehidupan. Itulah kehendak Tuhan, tidak ada&lt;br /&gt;yang mustahil bagiNYA bila IA menghendaki terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Note:&lt;br /&gt;Kadang hal-hal yang menentukan ... dalam diri orang lain ...&lt;br /&gt;Datang dari seseorang yang kita anggap lemah ...&lt;br /&gt;Hadir dari seseorang yang kita tidak pernah perhitungkan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-7732013514831181672?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/7732013514831181672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=7732013514831181672' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7732013514831181672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/7732013514831181672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/08/mujizat-nyanyian-seorang-kakak.html' title='MUJIZAT NYANYIAN SEORANG KAKAK'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-4026365328404400005</id><published>2008-07-29T13:31:00.000+07:00</published><updated>2008-07-29T13:32:53.201+07:00</updated><title type='text'>Iman seorang Musafir</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada  suatu  hari  ada  seorang  Musafir  sedang  melintasi gurun pasir Gobi&lt;br /&gt; (gurun  pasir  Mongolia ). Musafir tersebut terlihat kehilangan  arah, payah&lt;br /&gt; berjalan,  dan  sudah  kehabisan  air. &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1217312951_0"&gt;Gurun&lt;/span&gt; Gobi adalah  tempat dimana anda&lt;br /&gt; bisa  melihat kompas bisa berputar-putar sendiri dan tidak bisa menunjukkan&lt;br /&gt; arah.  Dengan  keluhan  dalam hati sang Musafir berkata,  “Saya bisa mati di&lt;br /&gt; gurun  ini,  tolonglah  saya  Tuhan.”  Dengan   ketekatan  Musafir  tersebut&lt;br /&gt; berjalan  terus.  Pada  saat  haus  dan  keletihan   yang tak terhingga, dia&lt;br /&gt; melihat  suatu telaga yang cukup untuk diminum. Musafir tersebut lari  namun&lt;br /&gt; ternyata hanya fatamorgana. Semangat hidupnya kembali pudar dan kembali  dia&lt;br /&gt; berkata,  “Saya  bisa  mati  di  gurun  ini,   tolonglah saya Tuhan.” Dengan&lt;br /&gt; kekuatan  yang  tertinggal  dan  semangat  yang   telah  dikumpulkan kembali&lt;br /&gt; setelah   termanggu-manggu   beberapa  saat,  berjalanlah   kembali  Musafir&lt;br /&gt; tersebut  dengan  iman  yang  baru. Pada waktu berjalan  kira-kira satu jam,&lt;br /&gt; Musafir  melihat  semacam  pondok  kecil  dengan   pompa air tangan. Musafir&lt;br /&gt; bergegas  memompa  pompa  itu  dan memompa dan memompa  namun tidak air yang&lt;br /&gt; keluar  selain  bunyi  derit  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1217312951_1"&gt;besi tua&lt;/span&gt; pompa yang kering.  Dengan nafas yang&lt;br /&gt; tersenggal-senggal,  mata  Musafir  akhirnya  bertatapan  dengan sebotol air&lt;br /&gt; dengan label yang tertulis “tuangkan air ini ke pompa tersebut.” Dalam  hati&lt;br /&gt; Musafir  yang sudah sangat kehausan tersebut berkata, “enak aja suruh  buang&lt;br /&gt; percuma,  mending  saya  minum  aja!,”  namun   ada  &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1217312951_2"&gt;suara  hati&lt;/span&gt;  lain  yang&lt;br /&gt; mengatakan “turuti apa yang tertulis di label itu.” Terjadilah perang  batin&lt;br /&gt; antara  mau  diminum  atau  dituang ke pompa. Setelah  doa sebentar, pikiran&lt;br /&gt; Musafir  bulat  untuk  menuang air dalam botol itu ke pompa.  Setelah sesaat&lt;br /&gt; dituang,  kembali  Musafir  memompa yang awalnya masih berderit  namun tidak&lt;br /&gt; lama  keluarlah  air  dari pompa tersebut. Musafir tersebut  sangat gembira,&lt;br /&gt; bisa  meminum  sepuasnya, bisa mencuci kakinya, bisa mencuci  tangan, bahkan&lt;br /&gt; membasahi   seluruh   badannya.   Setelah   segar  ia   beranjak  meneruskan&lt;br /&gt; perjalanan,  tapi  matanya  tertuju pada botol yang airnya  telah dituang ke&lt;br /&gt; pompa.  Ia berkata, “aku akan mengisi kembali botol ini dengan air  dan bisa&lt;br /&gt; untuk  digunakan  Musafir  yang  lain.  Bukan   air  dalam  botol  ini  yang&lt;br /&gt; menyelamatkan saya namun iman untuk memberi yang telah menyelamatkan saya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saudaraku  refleksikan  dan  terapkan dalam kehidupan anda.  Sekering apapun&lt;br /&gt; keuangan  bisnis, keuangan keluarga atau keuangan apapun, coba beri  dahulu,&lt;br /&gt; anda  pasti  akan  diberi kembalinya berlimpah-limpah. Apabila  anda membaca&lt;br /&gt; artikel  ini bisa mengatakan ‘baik’ namun lebih dashyat lagi kalau  anda mau&lt;br /&gt; melakukan. Dalam doa mintalah hikmat untuk bisa menabur ditempat yang benar&lt;br /&gt; di   mata   Tuhan,   lakukan  dan  tunggu  berkat   yang  melimpah.  Selamat&lt;br /&gt; mempraktekkan  iman  anda.  Musafir yang terdahulu akan  menanti cerita anda&lt;br /&gt; bagaimana saat anda menemukan botol yang berisi air tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Money Magnet&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-4026365328404400005?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/4026365328404400005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=4026365328404400005' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4026365328404400005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/4026365328404400005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/07/iman-seorang-musafir.html' title='Iman seorang Musafir'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-8718553924685326964</id><published>2008-07-29T09:04:00.001+07:00</published><updated>2008-07-29T09:07:07.912+07:00</updated><title type='text'>Murnikan Pikiran, Tingkatkan Energi</title><content type='html'>&lt;h2&gt;       &lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://groups.yahoo.com/group/lingkarLOA/message/3205;_ylc=X3oDMTJydjRwdWl1BF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzIwNTA2OTAwBGdycHNwSWQDMTcwNTA4MzY2MwRtc2dJZAMzMjA1BHNlYwNkbXNnBHNsawN2bXNnBHN0aW1lAzEyMTcxNjk4Mzk-" name="4"&gt;      &lt;/a&gt;     &lt;/h2&gt;Dalam buku The Secret karya Rhonda Byrne, ilmu dan praktek pasti bermuara pada dua hal. Yakni, pikiran dan materi. Bahkan, semua karya manusia, baik yang menimbulkan kesejahteraan atau penderitaan, juga berawal dari kedua hal itu. Begitu pentingnya pengaruh pikiran dan materi terhadap kehidupan manusia sehingga perlu ada suatu kejelasan mengenai pengaruhnya agar kebahagiaan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku itu, hukum alam (law of attraction) dianggap satu-satunya jalan mewujudkan keinginan. Asal memiliki keinginan positif yang kuat dan sanggup memvisualisasikanny a, maka semua keinginan akan terwujud. Dengan kata lain, pikiran telah menarik materi seperti magnet menarik benda-benda di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin rumah yang besar, bayangkanlah, seolah-olah Anda telah tinggal di rumah besar. Jika ingin mobil bagus, bayangkan dan rasakan semua sensasinya seperti telah mengendarai mobil mewah itu. Bahkan, dengan teori ini, Anda boleh memiliki keinginan menjadi kaya seperti Bill Gates. Cukup berkeinginan, visualisasi, dan percaya, maka Anda bisa menjadi Bill Gates.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, realitas kehidupan tidak demikian. Bukti di alam juga tak seperti itu. Jika benar, minimal 50% orang yang duduk di warung kopi adalah Bill Gates. Lagi pula, hati nurani manusia mengenal intisari hukum alam, yakni tak bekerja menurut mimpi. Apalagi menurut visualisasi.&lt;br /&gt;Sejak zaman dulu sampai sekarang dan di masa depan, satu prinsip hukum alam yang pasti bahwa semua fenomena alam ditentukan hukum sebab dan akibat. Mobil berjalan karena ada mesin dan energi yang menggerakkan mesin itu. Pohon menjadi besar karena sumber makanan yang diperoleh berkualitas dan energi lingkungan yang pas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula materi. Kita hanya mungkin memperolehnya kalau ada energi. Betul, seperti ucapan Buddha Gautama, segalanya berawal dari pikiran. Namun, mengutip sedikit perkataan Buddha sungguh berbahaya jika tak menguasai keseluruhan konsepnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka lupa, ada dua aspek penting dalam proses penciptaan. Yakni, kemurnian pikiran dan  energi untuk mencipta. Kemurnian pikiran dapat diperoleh jika pikiran selaras vibrasinya dengan alam. Dengan kata lain, makin tinggi kemurnian pikiran, makin mirip pikiran itu dengan hukum alam.&lt;br /&gt;Kemurnian pikiran dapat diperoleh lewat berbagai cara. Pertama melalui moral yang baik, pikiran pun menjadi murni. Bersedekah atau beramal, pikiran menjadi makin bersih. Tak berniat merugikan orang lain, maka pikiran menjadi makin bersih. Tak pernah berniat berzinah, maka pikiran jadi kian bersih. Melakukan bakti sosial, maka pikiran jadi kian resik dan tenang. Tak membenci siapa pun dan apa pun, pikiran jadi stabil. Jika semua niat dan aktivitas ini diakumulasikan, maka pikiran jadi termurnikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, penciptaan adalah energi. Jika tak ada energi, pikiran akan padam dengan sendirinya. Ini seperti sebatang kayu kering dengan api. Jika api adalah pikiran, kayu adalah sumber energinya. Jika kayu tak ditambah, api pun padam.&lt;br /&gt;Energi ini dapat diperoleh dengan tiga cara. Yakni, dari makanan, alam, atau lingkungan tempat manusia berpijak. Energi ini disebut dengan chi atau nafas kehidupan yang dapat diurai dalam lima manifestasi atau sering disebut lima elemen. Sebagai contoh, jika kita memakan cabe atau menerima energi api dalam lingkungan kita. Jika banyak minum air, maka tubuh juga akan kelebihan air, dan seterusnya.&lt;br /&gt;Ketiga, kemurnian pikiran. Pikiran yang selaras dengan kemurnian alam semesta adalah pikiran yang penuh energi. Pikiran yang memiliki energi berlimpah akan mengubah diri dalam wujud materi atau apa pun bentuknya sesuai dorongan keinginan.&lt;br /&gt;Yang perlu dipahami, di sini tidak ada attraction atau menarik milik siapa pun. Semua karena diri sendiri. Jika ada satu niat mengambil yang bukan milik kita, maka pikiran menjadi berkurang energinya. Proses penciptaan akan terhenti atau melambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, proses pikiran menjadi materi dipengaruhi emosi, baik emosi positif maupun negatif. Dua emosi ini berfungsi mengarahkan atau memprioritaskan proses penciptaan.&lt;br /&gt;Semakin besar emosi positif yang muncul atau dirasakan, semakin cepat proses itu terjadi. Tapi, emosi juga merupakan musuh kebahagiaan. Semakin positif emosi, efek ketagihan akan semakin besar. Sedangkan emosi negatif menimbulkan marah. Benci mendorong orang terjebak melebih-lebihkan suatu peristiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya, seorang yang lagi jatuh cinta. Suatu hari ia tak sengaja menubruk orang yang dia taksir.Kedua belah pihak mengalami benjol di kepala. Yang satu, karena cinta, maka benjol itu tak terasa sakit. Bahkan, mungkin nikmat.  “Ini tanda yang bagus buat cinta saya, ini tentu tanda positif. Bakal jadian, nih,” bisiknya dalam hati.  Senyum bahagia pun tersungging lebar di bibirnya.&lt;br /&gt;Tapi, sebaliknya, jika yang satunya lagi tak cinta atau membenci,  benjol itu akan terasa sangat sakit. Benjolan sama, tapi reaksinya bisa berbeda karena emosi meningkatkan atau menurunkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, emosi perlu dipertahankan dalam kondisi seimbang yaitu kita terikat dengan sensasi positif, sekaligus tak ingin menghindar dari emosi negatif.&lt;br /&gt;Kestabilan emosi akan menentukan kualitas kebahagiaan. Makin seimbang, makin bahagia. Sedikit seimbang, sedikit bahagia. Dengan emosi seimbang, proses penciptaan berjalan obyektif sesuai dengan kodratnya. Proses lambat dan cepat tak menimbulkan ketidakbahagiaan. Bahkan pada saat semua tercapai, juga tak memancing ketidakbahagiaan baru yang biasanya muncul akibat mulai memasang keinginan baru.&lt;br /&gt;Yang perlu kita sadari, semua proses penciptaan ini berhubungan dengan kebijaksanaan yang diperoleh. Bukan dari wacana intelektual. Orang dapat berdebat tentang teh manis.  Bahkan mungkin bisa menulis puluhan disertasi mengenai hal itu. Akan tetapi satu pengalaman mencicipi teh manis akan mendapat kebijaksanaan seribu kali lebih kuat ketimbang membaca Journal of Teh Manis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun dalam hal penciptaan, materi dan pikiran bukan dibijaki dengan intelektualitas, tapi melalui pengalaman indera. Pikiran harus masuk dalam pengalaman indera dan selanjutnya baru melahirkan kebijaksanaan. Dari situ, kebijaksanaan baru akan lahir sesuai keinginan kita.&lt;br /&gt;Untuk melompat parit kecil, tak perlu ancang-ancang. Tapi jika melalui parit yang lebar, kita perlu mundur beberapa langkah. Makin lebar parit, kita makin mundur. Dalam hidup, prinsip ini berlaku universal. Jika ingin maju besar, harus mundur besar. Jika tak dapat memikul kewajiban besar,  tak mungkin mungkin memiliki bisnis besar. Itu sudah hukum alam.&lt;br /&gt;Satu kemunduran yang perlu dilakukan adalah meditasi. Lewat meditasi, tiga keuntungan diperoleh yakni pengalaman indera, kemurnian pikiran, dan energi yang berlimpah.&lt;br /&gt;Jika ditambah dengan fengshui lingkungan yang tepat (meditasi di sektor timur laut), maka level energi akan semakin tinggi. Meditasi vipassana adalah jalan yang tepat untuk memurnikan pikiran dan meningkatkan energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: kontan edisi mingguan&lt;br /&gt;penulis: Akino W. Azzaro&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-8718553924685326964?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/8718553924685326964/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=8718553924685326964' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8718553924685326964'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/8718553924685326964'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/07/murnikan-pikiran-tingkatkan-energi.html' title='Murnikan Pikiran, Tingkatkan Energi'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-6500690158988036937</id><published>2008-07-28T10:11:00.000+07:00</published><updated>2008-07-28T10:12:59.760+07:00</updated><title type='text'>Did i marry the right person???</title><content type='html'>Buat mereka yang masih single bisa mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buat yang udah nikah atau punya pasangan cerita ini bisa jadi guideline untuk meningkatkan ikatan pernikahan yang udah dijalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apakah saya menikah dengan orang yang tepat"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah, "bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?"&lt;br /&gt;Saya melihat ada seorang lelaki bertubuh besar duduk di sebelahnya, jadi saya menjawab "Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?"&lt;br /&gt;Dengan sangat serius dia balik bertanya "Bagaimana anda tahu?!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah jawabanya! SETIAP ikatan memiliki siklus.&lt;br /&gt;Pada saat-saat awal sebuah hubungan, anda merasakan jatuh cinta dengan pasangan anda. Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu, begitu merindukan belaian sayangnya, dan begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang bersemangat, begitu menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.&lt;br /&gt;Jatuh cinta merupakan hal yang sangat alami dan pengalaman yang begitu spontan. Ngga perlu berbuat apapun.&lt;br /&gt;Makanya dikatakan "jatuh" cinta!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan "aku mabuk cinta"&lt;br /&gt;Bayangkan eksprisi tersebut!&lt;br /&gt;Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa melakukan apapun lalu tiba-tiba sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jatuh cinta itu mudah.&lt;br /&gt;Sesuatu yang pasif dan spontan.&lt;br /&gt;Tapi?&lt;br /&gt;Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan pudar..&lt;br /&gt;Perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA ikatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal yang merepotkan, belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya yang bersemangat bukannya jadi hal yang manis, tapi malah nambahin penat yang ada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi pada masing-masing individu, namun bila anda memikirkan tentang rumah tangga anda,&lt;br /&gt;anda akan mendapati perbedaaan yang dramatis antara tahap awal ikatan, pada saat anda jatuh cinta, dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan pada tahapan-tahapan selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada situasi inilah pertanyaan "Did I marry the right person?" mulai muncul, baik dari anda atau dari pasangan anda, atau dari keduanya..&lt;br /&gt;Nah Lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan eforia cinta yang pernah terjadi.. anda mungkin mulai berhasrat menyelami eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.&lt;br /&gt;Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?&lt;br /&gt;Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu dan mencari pelampiasan diluar.&lt;br /&gt;Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.&lt;br /&gt;Mengingkari kesetiaan merupakan hal yang paling jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang memilih untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya, hobinya, pertemanannya, nonton TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-hal yang menyolok lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tau ngga?!&lt;br /&gt;Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya.&lt;br /&gt;Saya ngga mengatakan kalo anda ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,&lt;br /&gt;Anda bisa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu anda akan merasa lebih baik.&lt;br /&gt;Tapi itu bersifat temporer, dan setelah beberapa tahun anda akan mengalami kondisi yang sama (seperti sebelumnya pada perkawinan anda).&lt;br /&gt;Perselingkuhan yang dilakukan sama dengan proses berpacaran yang pernah anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.&lt;br /&gt;Tetapi, seandainya proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.&lt;br /&gt;Itu adalah siklus...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini)&lt;br /&gt;KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN ORANG YANG TEPAT,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR&lt;br /&gt;MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta bukanlah hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan&lt;br /&gt;Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!&lt;br /&gt;Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya&lt;br /&gt;Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar juga ungkapan "diperbudak cinta"&lt;br /&gt;Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.&lt;br /&gt;Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK&lt;br /&gt;Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga berjalan dengan baik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.&lt;br /&gt;Cinta bukanlah MISTERI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal spesifik yang bisa dilakukan (dengan ataupun tanpa pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan hukum alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi), dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.&lt;br /&gt;Sama halnya dengan diet yang tepat dan olahraga yang benar dapat membuat tubuh kita lebih kuat, beberapa kebiasaan dalam hubungan rumah tangga juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.&lt;br /&gt;Ini merupakan reaksi sebab akibat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tahu dan mau menerapkan hukum-hukum tersebut, tentulah kita bisa "MEMBUAT" cinta bukan "JATUH".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cinta dalam pernikahan sesungguhnya merupakan sebuah DECISION,&lt;br /&gt;dan bukan cuma PERASAAN..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah pasangan anda, seperti anda ingin dicintai olehnya&lt;br /&gt;Setialah pada pasangan anda, seperti anda ingin mendapatkan kesetiannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari milis Alumni AK 87 Trisakti&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6779839158879927501-6500690158988036937?l=rgoesasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://rgoesasi.blogspot.com/feeds/6500690158988036937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6779839158879927501&amp;postID=6500690158988036937' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6500690158988036937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6779839158879927501/posts/default/6500690158988036937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://rgoesasi.blogspot.com/2008/07/did-i-marry-right-person.html' title='Did i marry the right person???'/><author><name>Rizal Goesasi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02192634891053541882</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6779839158879927501.post-9039042049577972505</id><published>2008-07-24T08:56:00.001+07:00</published><updated>2008-07-24T08:59:57.445+07:00</updated><title type='text'>Catatan Dewi ttg perpisahnnya dgn Marcel</title><content type='html'>&lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sebuah catatan dari D tentang perpisahan dia dengan Marcel.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perpisahan, sebagaimana kematian, adalah hal yang paling dihindari manusia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Padahal sama seperti pertemuan dan kelahiran, kedua sisi itu melengkapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bagai dua muka dalam satu koin. Hadir sepaket tanpa bisa dipisah. Seberapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;lama jatah kita hidup, kita tidak pernah tahu. Yang jelas, kita selalu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;berjuang setengah mati untuk bisa menerima mati.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Saya sempat termenung melihat salah satu adegan dalam film "Earth" di mana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;seekor kijang berlari sekuat tenaganya hingga pada satu titik dia begitu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;berpasrah saat digigit oleh harimau, menghadapi kematiannya dengan alami.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Adegan yang tadinya begitu mencekam akhirnya bisa berubah indah saat kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;mampu mengapresiasi kepasrahan sang kijang terhadap kekuatan yang lebih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;besar darinya. Persis bagaikan kijang yang berlari, manusia dengan segala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;macam cara juga menghindari kematian. Orang yang sudah tidak berfungsi pun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;masih ditopang oleh segala macam mesin agar bisa hidup. Perpisahan tak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;terkecuali. Kita pasti akan berjuang habis-habisan untuk bertahan terlebih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dahulu. Namun, sebagaimana kijang yang akhirnya berlutut pasrah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sekeras-kerasnya kita menolak kematian dan perpisahan, setiap makhluk bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;merasakan jika ajal siap menjemput, jika ucapan selamat tinggal siap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;terlontar. Dan pada titik itu, segala perjuangan berhenti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dalam semua hubungan, kita bisa saja menemukan 1001 alasan yang kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;anggap sebab sebuah perpisahan. Namun saya percaya, penyebab yang paling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;mendasar selalu sederhana dan alami: memang sudah waktunya. Hidup punya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;masa kadaluarsa, hubungan pun sama. Jika tidak, semua orang tidak akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;pernah mati dan semua orang tidak pernah ganti pacar dari pacar pertamanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Kita bisa bilang, putusnya hubungan A karena dia selingkuh, karena bosan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;karena ketemu orang lain yang lebih menarik, belum jodoh, dan masih banyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;lagi. Padahal intinya satu, jika memang sudah waktunya, perpisahan akan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;menjemput secara alamiah bagaikan ajal. Bungkus dan caranya bermacam-macam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;tapi kekuatan yang menggerakkannya satu dan serupa. Tentu dalam prosesnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kita berontak, protes, menyalahkan ini-itu, dan seterusnya. Namun hanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dengan terus berproses dalam aliran kehidupan, kita baru menyadari hikmah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;di baliknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Jadi, semua faktor yang selama ini diabsahkan orang-orang sebagai penyebab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;perpisahan (orang ketiga, KDRT, tidak dinafkahi, dan lain-lain) menurut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;saya sebenarnya adalah gejala yang terlihat, bukan penyebab. Sama halnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;batuk sebagai gejala penyakit flu. Batuk bukan penyebab, tapi gejala&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;penyakit yang terlihat. Kita sendiri tidak bisa melihat virusnya, cuma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;merasakan akibatnya, yakni batuk atau beringus. Tapi seringkali kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;tertukar memilah mana efek dan mana sebab, hanya karena efek yang terlihat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;lebih mudah dijelaskan. Alasan sesederhana "memang sudah waktunya" dirasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;abstrak, teoritis, filosofis, dan mengada-ada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;September 2006 adalah momen penyadaran saya dengan Marcell, saat kami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;merasa bahwa hubungan kami sudah kadaluarsa. Susah  sekali kalau disuruh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;menjelaskan: kok bisa tahu? Tapi kami sama-sama merasakan hal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Dan pada saat itulah kami memutuskan untuk belajar berpisah, saling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;melepaskan. Jadi, masalah intinya bukan memaafkan dan memaklumi efek apa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang terlihat, tapi menerima bahwa inilah adanya. Hubungan yang kadaluarsa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Perkembangan yang akhirnya membawa kami ke titik perpisahan. Dan, untuk&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sampai pada penerimaan ini, dua tahun saya jalani dengan berbagai macam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;cara: meditasi, penyembuhan diri, dan sebagainya, hingga kami bisa saling&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;melepaskan dengan lapang dada, dengan baik-baik, dengan pengertian, dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kesadaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Memaafkan bagi saya adalah menerima. Menerima kondisi kami apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Segala penyebab mengapa sebuah kondisi tercipta, barangkali kita cuma bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;tahu sekian persennya aja. Tidak mungkin diketahui semua. Apalagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dimengerti. Sama halnya saya tidak tahu persis kenapa dulu bisa bertemu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dengan Marcell, menikah, dan seterusnya. Fate, atau destiny, menjadi cara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;manusia menjelaskan apa yang tidak bisa dijelaskan. Perpisahan pun sama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;hukumnya. Meski sepertinya keputusan berpisah ada "di tangan kita", tapi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ada sesuatu kekuatan yang tidak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Namun seringkali konsep "memaafkan" yang kita kehendaki adalah kemampuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;untuk mengembalikan situasi ke saat sebelum ada masalah. Alias rujuk lagi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;seperti dulu. Dan keinginan kami untuk berpisah dianggap sebagai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;ketidakmampuan kami untuk saling memaafkan. Menurut saya, pemaafan yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sejati hanya bisa diukur oleh masing-masing pribadi, di dalam hatinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sendiri. Dan bagi kami, dalam masalah ini, "memaafkan" tidaklah identik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dengan "pengembalian situasi ke kondisi semula". Dalam proses pemaafan ini,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kami pun bertumbuh. Dan di sinilah saya menyadari, juga Marcell, dinamika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kami sebagai suami-istri lebih baik disudahi sampai di sini. Kami menemukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;wadah yang lebih kondusif untuk menopang dinamika kami sebagai dua manusia,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yakni sahabat tanpa wadah pernikahan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lantas, orang-orang pun berargumen: semua suami-istri juga pada ujungnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;jadi sahabat! Mungkin iya. Mungkin juga tidak. Bahkan ada suami-istri yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;menjadi musuh bagi satu sama lain meski mereka tetap menikah. Ketika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sepasang suami-istri menjadi sahabat, mereka tentu bisa merasakan wadah apa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang paling tepat untuk menopang dinamika mereka. Jika pernikahan masih&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dirasakan sebagai wadah yang pas, maka mereka akan meneruskan persahabatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dalam cangkang pernikahan. Evolusi saya dan Marcell ada di kompartemen yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;lain lagi. Cangkang pernikahan tidak lagi kami rasakan sebagai wadah yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;"pas". Jika dijalankan pun, cuma jadi kompensasi sosial yang alasannya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bukan lagi kebahagiaan kami, melainkan kebahagiaan masyarakat, keluarga,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sahabat, dan seterusnya. Satu opsi yang menurut saya sangat tidak sehat,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;membunuh pelan-pelan, dan kepalsuan berkepanjangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Lantas, bagaimana dengan Keenan? Apakah kebahagiaannya juga tidak kami&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;perhitungkan? Analogi yang barangkali bisa membantu menggambarkan ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;adalah petunjuk emergensi di pesawat. Dulu, saya sering bingung, kenapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;orang tua disuruh memakai masker oksigen duluan sebelum anaknya. Sekarang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;saya mengerti, dan setidaknya ini adalah kebenaran bagi saya: kita tidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bisa membahagiakan orang lain sebelum kita sendiri bahagia. Satu buku yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sangat terkenal, "Celestine's Prophecy", juga bicara soal ini. Kita harus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;"penuh" dulu sebelum bisa "memenuhi" orang lain. Cinta bukanlah dependensi,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;melainkan keutuhan yang dibagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Saya menikah bukan karena Keenan, dan kalaupun saya bertahan menikah,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;seharusnya juga bukan karena Keenan. Karena kalau cuma karena Keenan,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dengan demikian saya menaruh beban yang luar biasa besar dan bukan porsinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Keenan, bahkan saya menjadi seseorang yang tidak bertanggungjawab, dengan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;meletakkan fondasi pernikahan saya pada seorang anak. Ini barangkali bukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;pandangan yang umum. Kita tahu betapa banyak orang di luar  sana yang bicara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bahwa anak harusnya menjadi pengikat, bahkan dasar. Bagi saya, Keenan bukan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;tali atau fondasi. Dia adalah busur yang akan melesat sendiri satu saat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;nanti. Kewajiban utama saya adalah menjadi manusia yang utuh agar saya bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;membagi keutuhan saya dengan dia. Dan keutuhan jiwa saya tidak saya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;letakkan dalam pernikahan, tidak juga pada siapa-siapa, melainkan pada diri&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;saya sendiri. Saya hanya bisa bahagia untuk diri saya sendiri. Kalau ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang lain merasa kecipratan, ya, syukur. Kalau tidak pun bukan urusan saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Di dunia di mana seorang martir selalu memperoleh citra istimewa, apa yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;saya ungkap barangkali terdengar egois. Sama seperti narasi yang kerap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;digaungkan infotainment, yang berbicara soal kebahagiaan anak bernama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Keenan dan "hatinya yang terkoyak karena keegoisan ayah-bundanya", seorang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;anak yang tidak mereka kenal sama sekali tapi mereka berbicara seolah bisa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;menembus ke dalam hatinya. Padahal, kalau direnungi dalam-dalam,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sesungguhnya kita tidak pernah berbuat sesuatu untuk orang lain, meski kita&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;berpikir demikian. Kita berbuat sesuatu karena itulah yang kita anggap&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;benar bagi diri kita sendiri. Dan kebenaran ini sangatlah relatif. Jika ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;6,5 miliar manusia di dunia, maka ada 6,5 miliar kebenaran dan ukuran&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;kebahagiaan. Norma berubah, agama berubah, sains berubah, segalanya berubah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dan tidak pernah sama. Kebahagiaan pun sesuatu yang hidup, berubah, dan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;tidak statis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Membahagiakan Keenan, keluarga, para penggemar, masyarakat, juga menjadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;keinginan saya. Tapi saya pun tidak bisa selamanya mencegah mereka semua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dari ketidakbahagiaan. Karena apa? Seseorang berbahagia karena dirinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;sendiri. Kebahagiaan bukan mekanisme eksternal, tapi internal. Ilustrasinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;begini, dua orang sama-sama dikasih apel, yang satu bahagia karena memang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;suka apel, yang lain kecewa karena sukanya durian. Berarti bukan apelnya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang bisa bikin bahagia, tapi reaksi hati seseoranglah yang menentukan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Yang tidak suka apel baru bisa bahagia kalau akhirnya dia bisa menerima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bahwa yang diberikan kepadanya adalah apel dan bukan durian-sebagaimana&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang dia inginkan. Alias menerima kenyataan. Saya tidak bisa membuat siapa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;pun berbahagia, sekalipun saya ingin berpikir demikian. Kenyatannya, hanya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;dirinya sendirilah yang bisa. Saya hanya bisa menolong dan memberikan apa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;yang orang tersebut butuhkan, SEJAUH yang saya bisa. Namun saya tidak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;memegang kendali apa pun atas kebahagiaa  nnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Seseorang lantas mampir ke blog ini dan bertanya: Tuhan seperti apa yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;saya anut? Karena kasih Tuhan seharusnya mengingatkan saya untuk terus&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bersatu, sebab tidak ada Tuhan yang menyukai perpisahan. Bagi saya, Tuhan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoPlainText"&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;bera
