Kamis, 26 Juni 2008

Tips Melakukan Meditasi Dengan Baik


Jika merasa tidak puas dengan tujuan hidup, seorang manusia akan mencari kedalam diri dengan bantuan pengetahuan spiritual untuk melampaui batasan dunia relatif disekitarnya agar dapat menikmati kebahagiaan sejati dalam dirinya. Pencapaian ini dapat diperoleh melalui meditasi.

Bagaimana caranya melakukan meditasi dengan lebih baik?

Ini merupakan pertanyaan penting yang telah dicoba dijawab dalam praktek.

  1. Minimalkan gangguan
    Lepaskan gagang telepon dari tempatnya, beritahu teman dan keluarga agar tidak menggangu pada saat bermeditasi. Tutup pintu, tutup mata dan selama melakukan meditasi lupakan segala permasalahan yang ada. Hal ini akan memberikan efek psikologi yang luar biasa. Jika selama bermeditasi sebagian pikiran kita terarah ke suara bel pintu, atau siap-siap melompat begitu ada bunyi telepon, atau siap-siap keluar begitu ada yang bicara, maka akan sangat sulit untuk dapat berkonsentrasi. Pasrahkan diri kita sepenuhnya dalam proses meditasi, biarkan orang-orang sekitar anda tahu bahwa ini merupakan hal yang penting bagi anda. Mereka pun akan belajar untuk menghargainya. Pastikan bahwa selama periode waktu anda melakukan meditasi bahwa anda tidak ingin diganggu siapapun. Lakukan pengaturan seperlunya (menitipkan anak, pengaturan pesan telepon, dsb) maka andapun akan merasa bebas dan tenang dalam melakukan meditasi.
  2. Meditasi di waktu yang sama setiap hari
    Para meditator berpengalaman telah mengetahui bahwa jika mereka selalu bermeditasi pada jam-jam tertentu, katakanlah 06:00 dan 17:30, maka jika waktu tersebut tiba, secara otomatis mereka akan merasakan ingin melakukan mediasi. Waktu yang dianggap optimum untuk bermeditasi adalah pada saat matahari terbit dan terbenam.

    Jika seseorang memiliki keinginan yang tulus untuk mempelajari meditasi, penting baginya untuk bisa membiasakan melakukan meditasi secara teratur. Dua kali sehari, pada pagi hari untuk menyelaraskan mental dan memberikan semangat untuk memulai hari, dan di malam hari untuk menciptakan ritme dan harmoni dalam hidup. Meditasi dua kali sehari ini akan mengikat kita dengan ritme hidup. Karena itu penting untuk dapat mempertahankan keteraturan meditasi. Bahkan pada kondisi darurat, seperti terlambat kerja, lakukanlah meditasi selama 5 - 10 menit.

    Orang-orang yang baru memulai meditasi sering kali mengalami kesulitan dalam menyediakan waktu yang tepat untuk meditasi. Buatlah jadwal kegiatan sehari- hari, lalu lakukan “brain-storming” (mencari segala kemungkinan dan mendata sebanyak-banyaknya) untuk mendapatkan waktu yang paling cocok. Para meditator berpengalaman biasanya dengan sendirinya mengalami pengurangan waktu tidur (dikarenakan meditasi yang bisa juga berfungsi sebagai istirahat secara fisiologis). Dengan demikian mereka mendapat tambahan waktu 1-3 jam yang bisa digunakan untuk meditasi, atau aktivitas lain.

    Kita tidak boleh sampai melupakan bahwa hidup ini sangat berarti. Kita mempunyai tujuan tertentu dalam hidup ini. Jika kita tidak mengetahui tujuan hidup kita, kita tidak akan dapat mencapai “Ananda” (Kebahagiaan sejati). Tidak perduli apakah seseorang kaya atau miskin, besar atau kecil, terpelajar atau tidak terpelajar, kebanyakan orang menderita secara fisik, mental atau spiritual. Mengapa? Karena mereka tidak menyadari arti hidupnya. Jika seseorang berusaha mendapat kebahagiaan dengan jalan memenuhi kebutuhan fisik, ia tidak akan mampu memuaskan hasrat mentalnya.

  3. Dua kali sehari, tanpa terlewatkan
    Ini merupakan kunci sukses dalam meditasi. Jika seseorang memiliki keinginan tulus untuk mengeksplorasi tingkatan dan kedalaman meditasi, penting baginya untuk menciptakan kebiasaan untuk bermeditasi tanpa terlewatkan. Meditasi dapat diandaikan sebagai rantai yang indah, setiap hari kita melakukan meditasi, kita menambahkan satu buah mata rantai. Hasilnya adalah suatu untaian rantai yang kuat dan bermanfaat. Tetapi seandainya kita lalai dan meninggalkan meditasi, kita seperti kehilangan mata rantai. Untuk dapat membuat mental kita kuat, usahakan untuk tidak pernah melewatkan meditasi. Bersikap non-kompromi, bahkan dalam situasi darurat, selalu dimungkinkan utuk dapat melakukan meditasi selama lima sampai sepuluh menit jika kita telah berketetapan untuk selalu melakukannya. Meskipun sulit pada awalnya, lama kelamaan akan menjadi kebiasaan seperti menggosok gigi, dan kita mampu melakukannya tanpa perlu banyak pertimbangan.
  4. Bermeditasi di tempat yang sama
    Usahakan menyediakan tempat di pojok ruangan atau bahkan sebuah ruangan kecil khusus untuk melakukan meditasi. Jaga agar tetap segar dan bersih, dan usahakan untuk tidak melakukan meditasi di tempat lain. Maka anda akan mendapati tempat itu menjadi penuh arti. Jika kita berada di tempat itu, pikiran kita secara alami akan merasakan keinginan untuk bermeditasi. Tentu saja anda dapat bermeditasi di mana saja, di mobil, di bis, di alam terbuka, tetapi jika selalu bermeditasi di tempat khusus yang tenang akan sangat membantu, terutama di awal-awal proses meditasi.
  5. Bermeditasi dengan perut kosong
    Setelah makan, tubuh kita akan memusatkan energi pada proses pencernaan makanan, dengan akibat kurangnya energi yang dialokasikan untuk kerja mental (hal ini dapat kita rasakan dengan merasa malas/mengantuk setelah makan besar). Karena meditasi membutuhkan kesiagaan, konsentrasi, energi mental dan “kesadaran penuh”, akan membantu jika melakukan meditasi dengan perut kosong. Jika anda merasa sangat lapar, minumlah segelas jus atau susu atau mengkonsumsi makanan ringan, karena jika perut sangat lapar, meditasi kita pun akan terganggu.
  6. Bermeditasi dalam posisi yang nyaman dengan punggung tegak
    Jika kita melakukan meditasi dengan baik, akan ada aliran energi di tulang belakang yang mengarah ke atas. Duduk dengan tulang punggung bengkok (membungkuk atau menekuk kebelakang) akan menghambat aliran energi ini, mengganggu pernafasan dan menghilangkan kesiagaan mental. Jadi penting untuk dapat duduk setegak mungkin. Permukaan lantai yang rata membantu membentuk posisi ini. Pemanasan dan stretching lembut juga membantu mempersiapkan tubuh sebelum meditasi. Beberapa orang dapat terbantu meditasinya dengan menaruh bantal kecil di bawah bokongnya, karena dapat mengurangi tekanan pada lutut dan menghasilkan postur yang lebih baik dengan meninggikan tulang punggungnya.

    Penting untuk bisa duduk dengan nyaman, sehingga pikiran kita bebas berkonsentrasi pada proses meditasi. Jika duduk di atas karpet, bantal tipis atau selimut yang dilipat dirasa tidak nyaman, dapat dicoba duduk tegak di atas kursi. Dengan berlatih posisi duduk dua kali sehari dengan diawali pemanasan dan stretching untuk melemaskan otot, umumnya orang-orang akan mendapati tubuhnya menjadi fleksibel dan rileks dalam beberapa minggu saja.

  7. Menjalin hubungan dengan grup spiritualis
    Salah satu faktor pendorong terbesar terhadap peningkatan kualitas spiritual yaitu dengan menyempatkan waktu bersama orang-orang yang sama-sama melakukan praktek meditasi. Melakukan meditasi bersama setiap minggu merupakan keharusan bagi meditator yang serius.

    Konferensi dan seminar yang diadakan ?nanda M?rga menawarkan kesempatan bagi para meditator untuk dapat melarutkan diri dalam praktek spiritual dan mempelajari lebih banyak tentang filosofi Yoga.

  8. Membaca buku-buku spiritual
    Seseorang dengan intelektualitas tinggi, yang harus tetap diam selama meditasi, juga perlu untuk meningkatkan intelektualitasnya. Untuk itu disarankan untuk selalu menyempatkan waktu dalam satu hari untuk membaca buku-buku yang dapat meningkatkan kualitas spiritual. Setelah melakukan meditasi merupakan waktu yang baik untuk membaca buku selama beberapa menit, karena saat itu pikiran menjadi jernih dan tenang, sehingga lebih mudah mencerap dan memahami ide-ide baru.
  9. Berkonsultasi dengan pengajar meditasi (?carya)
    Para pengajar meditasi (?carya) akan melakukan perjalanan ke daerah anda secara berkala. Mereka dapat menjawab pertanyaan tentang meditasi dan mengajarkan teknik meditasi pribasi. Anggota ?nanda M?rga lokal dapat memberi tahu anda kapan seorang ?carya akan datang dan kegiatan apa yang akan diadakan selama kedatangannya (ceramah, meditasi bersama, dll). ?carya adalah orang-orang yang terlatih dan membaktikan diri untuk melayani kemanusiaan. Tugas mereka adalah mengajarkan meditasi dan latihan spiritual kepada siapa saja yang memiliki hasrat yang tulus untuk mempelajarinya. Banyak permasalahan atau kesulitan yang dapat diselesaikan dengan bantuan seorang ?carya. Jadi, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk dapat berkonsultasi dengan ?carya. Mintalah insruktur Yoga anda atau orang yang mengatur kedatangan ?carya untuk mengadakan pertemuan konsultasi. Mereka juga dapat mengatakan apa yang dapat anda harapkan dari pertemuan dengan ?carya, sehingga anda dapat memanfaatkan pertemuan dengan ?carya sebaik mungkin.
  10. Teguh dalam latihan
    Banyak orang yang berkecil-hati dan frustasi ketika hasil yang didapat dari meditasi tidak memenuhi harapannya. Mereka merasa ada yang salah dalam dirinya lalu menyerah dalam latihan dengan perasaan kalah dan rendah diri. Setiap orang yang berlatih meditasi pasti mengalami hal ini dengan cara yang sedikit berbeda. Akan sangat membantu jika mengetahui bahwa sebenarnya orang lainpun mengalami pengalaman yang sama dan akan memahami bahwa hal ini adalah sesuatu yang harus dilewati. Terutama pada awal latihan meditasi, pikiran akan sulit dikendalikan. Seorang Yogi besar, Ramakrishna, pernah berkata: “Pikiran adalah seperti kera gila yang disengat kalajengking” (Sesuatu yang teramat sulit untuk dikendalikan, red.). Anda mungkin akan mendapati bahwa ketika duduk bermeditasi, sekian banyak pikiran bermunculan dalam kepala anda, anda membaca mantra, tetapi pikiran terseret ke hal-hal lain. Suara- suara disekeliling anda mengacaukan konsentrasi, dan tubuh anda menjadi tidak rileks. Pada saat-saat seperti ini, seseorang dapat dengan mudah menjadi frustasi, dan menganggap meditasinya tidak berguna. Tetapi, sesungguhnya banyak efek meditasi yang terjadi di dalam diri dan tidak muncul ke permukaan secara langsung. Dengan secara konstan mengarahkan pikiran kembali ke mantra, berarti anda secara perlahan meningkatkan kapasitas untuk dapat mempertahankan pikiran dalam kondisi terkonsentrasi.
Dari Anandamarga.or.id

1 Comment:

  1. Kadek Sandi said...
    Saya sangat suka bermeditasi, tetapi belakangan ini kok rasa malas lebih dominan dari pada melakukan meditasi. Dalam hal ini saya mau tahu. Apakah hal ini memang normal ataukah ada hal lain yang menimbulkan rasa malas tersebut. Cuman didalam hati saya tetap kuat dan melakuakan meditasi melalui niat saja. Saya minta himbauan dan batuannya. Terimakasih

Post a Comment