Jumat, 18 April 2008

MUKJIZAT PERHATIAN

Kita bertanya apakah batin dapat diam secara mutlak, oleh karena apa yang diam memiliki energi besar. Itu adalah jumlah seluruh energi. Dapatkah batin--yang selalu berceloteh, selalu bergerak, yang adalah pikiran yang selalu menengok ke belakang, mengingat, mengumpulkan pengetahuan, terus-menerus berubah--dapatkah batin diam sepenuhnya? Pernahkah Anda mencoba menemukan apakah pikiran dapat diam? Bagaimana Anda akan menemukan bagaimana caranya menghasilkan diamnya pikiran ini? Begini, pikiran adalah waktu dan waktu adalah gerak, waktu adalah pengukuran. Dalam kehidupan sehari-hari, Anda mengukur, Anda membandingkan, secara fisik maupun secara psikologis. Itulah pengukuran; pembandingan berarti pengukuran. Dapatkah Anda hidup tanpa pembandingan dalam kehidupan sehari-hari? Dapatkah Anda sama sekali berhenti membandingkan, bukan di dalam meditasi, melainkan dalam kehidupan sehari-hari? Anda memang membandingkan ketika Anda memilih antara dua bahan pakaian, kain ini atau kain itu; ketika Anda membandingkan dua mobil, ketika Anda membandingkan bagian-bagian pengetahuan, tetapi secara psikologis, di-dalam, kita membandingkan diri kita dengan orang lain. Bila pembandingan itu berakhir, sebagaimana mestinya, maka dapatkah kita berdiri sendiri sepenuhnya? Itulah yang tersirat ketika tidak ada pembandingan--yang bukan berarti Anda hidup seperti tumbuhan. Jadi, dalam kehidupan sehari-hari, dapatkah Anda hidup tanpa pembandingan? Lakukanlah sekali saja, dan Anda akan menemukan apa yang tersirat di situ. Maka Anda akan membuang suatu beban yang amat berat; dan bila Anda membuang suatu beban yang tidak perlu, Anda memiliki energi.

Pernahkah Anda memberikan perhatian kepada sesuatu secara menyeluruh? Apakah Anda memberikan perhatian kepada yang dikatakan pembicara? Ataukah Anda menyimak dengan batin yang membandingkan, yang telah memiliki suatu pengetahuan tertentu, dan membandingkan apa yang dikatakan dengan apa yang telah Anda ketahui? Apakah Anda menafsirkan apa yang dikatakan menurut pengetahuan Anda sendiri, kecenderungan Anda sendiri, prasangka Anda sendiri? Itu bukanlah perhatian, bukan? Jika Anda memberikan perhatian sepenuhnya, dengan tubuh Anda, dengan syaraf Anda, dengan mata Anda, dengan telinga Anda, dengan batin Anda, dengan seluruh keberadaan Anda, di situ tidak ada pusat yang dari situ Anda memperhatikan, yang ada hanyalah perhatian. Perhatian itu adalah diam yang sempurna.

Harap simak ini. Sayang, tidak ada orang akan mengatakan kepada Anda semua ini; jadi berikan perhatian kepada apa yang dikatakan ini, sehingga tindakan menyimak itu sendiri adalah mukjizat perhatian. Di dalam perhatian itu tidak ada perbatasan, tidak ada tapal batas, dan oleh karena itu tidak ada arah. Yang ada hanyalah perhatian, dan bila ada perhatian itu, maka tidak ada aku dan engkau, tidak ada dualitas, tidak ada si pengamat dan apa yang diamati. Dan ini tidak mungkin terjadi bila batin bergerak ke suatu arah tertentu.

Kita dididik dan terkondisi untuk bergerak menurut arah, dari sini ke sana. Kita punya ide, kepercayaan, konsep, rumusan bahwa ada suatu realitas, bahwa ada kebahagiaan, bahwa ada sesuatu di luar pikiran, dan kita menetapkannya sebagai tujuan, sebagai ideal, sebagai arah, dan berjalan menuju arah itu. Ketika Anda berjalan ke arah tertentu, di situ tidak ada ruang. Ketika Anda berkonsentrasi dan berjalan atau berpikir dalam arah tertentu, Anda tidak mempunyai ruang dalam batin. Anda tidak memiliki ruang bila batin Anda dipenuhi berbagai kelekatan, dipenuhi berbagai ketakutan, dipenuhi pengejaran kenikmatan, dipenuhi keinginan akan kekuasaan, kedudukan. Maka batin pun penuh sesak; ia tidak memiliki ruang. Ruang itu perlu, dan bila ada perhatian, tidak ada arah, yang ada justru ruang.


Ceramah Umum di San Francisco, 25 Maret 1975.
[Dari: J. Krishnamurti - This Light in Oneself - True Meditation]

0 Comments:

Post a Comment